5 of My Favorite Books; and my comment abt the books.

#1Day1Post #Day22

I am a book lover who has a lot of favorite books, and now I want to giving my comment and critics about 5 of my favorite books. Some of this books is unknown and not one of greatest books in the world, but who cares when I think all of this books is a blessing; for me ofc.

  1. An Old Fashioned Girl, written by Louisa May Alcott. She’s a good writer and Amazon.com give this books a comment that this book has a wonderful story. An Old Fashioned Girl’s telling abt a country girl named Polly Milton. She’s had a close friend named Fanny, a cool city girl and had a different nature from herself. Polly and Fanny have liked and loved the same person who’s called Mr. Sidney, and because Polly is a good and humble person, she sacrifices her love for Fanny and then, she believes that love can be found by itself at the right time. An Old Fashioned Girl is preaching us about a real love and friendship. But; the one I do not like about Polly Milton is that she’s too innocent to be a living person in a real world. The innocence could endanger herself if only Polly couldn’t defeat the mistake itself with other good qualities.
  2. Secondly, I’ll bring us a book who’s written by Betty Smith and named A Tree Grows in Brooklyn. This very thick book tells the story of the life of an eleven-year-old girl named Francie Nolan and her family struggling from the poverty that struck in Brooklyn. This book teaches us about the meaning of love, friendship and how to build a strong family foundation in a thick book summation. This book’s having some explicit content in different sides, an explicit content that preaching us to struggling for life.
  3. Maybe some of you have known this books, named The Secret Garden. This books is one of greatest children books all the time, and The New York Times giving it a praise that The Secret Garden have a bewitching story that making the readers can’t stop reading till the end. Mary Lennox, a pampered girl that just got her parents died from sick, shipped from India to her uncle’s house in England. She’s often wandered around till she’s find a secret garden that changed her and some people’s whole world.
  4. The Da Vinci Code by Dan Brown, #1 international best seller. Who’s doesn’t know this book and dat writer? I’ve reading two books by Dan Brown, one among other is The Da Vinci Code and the last is Digital Fortress; and Brown’s way to making books is always make me dumbfounded
  5. because his books that often contain such scientific ‘formula’ is so amazing.For the last, I’ve preparing a book called Little Princess, which is also an international best-seller book written by Frances Hodgson Burnett. This book tells the story of a girl named Sara Crewe, the richest student at Miss Minchin School in London, who is suddenly poor because her father who lives in India died suddenly and Sara is left behind without receiving any inheritance somehow. Little Princess teaches us to being a person who is always rigid and passionate about whatever will be, as the fate of Sara Crewe who had left by his father and then forced into a slave that treated very cruelly by Miss Minchin.

So, that’s all! Its not my very first time to write an article in English, but this is my firt time to writing an English article with all of the details and all the wrong grammar too lol. Lemme knowing the wrong grammars in comment below okay!

Review Buku: Ayahku (Bukan) Pembohong

#1Day1Post #Day21

Judul Buku: Ayahku (Bukan) Pembohong

Penulis: Tere Liye

Penerbit:  PT Gramedia Pustaka Utama

 

Hola! Jadi sekarang aku akan menulis sebuah buku yang tentu saja kalian sudah tahu dari deskripsi diatas, yaitu buku Ayahku Bukan Pembohong yang ditulis oleh salah satu penulis dengan buku-buku terbanyak, terbagus dan terbest seller di Indonesia, Tere Liye.

Ceritanya adalah tentang seorang anak berumur sekitar belasan tahun bernama Dam, yang mempunyai seorang ayah yang sangat ia sayangi. Dia paling suka ketika ayahnya bercerita tentang masa lalunya, atau mendongeng tentang masa lalunya yang menurut Dam rada-rada fiksi; tetapi dia tetap menyukai kisah-kisah ‘masa lalu’ ayahnya tersebut, terutama cerita ketika ayahnya pergi menemukan apel emas di Lembah Bukhara, Suku Penguasa Angin, dan bahwa ayahnya berteman sangat dekat dengan pemain bola terhebat menurut Dam di seluruh dunia, yaitu El Capitano alias El Prince.

Tetapi beranjak dewasa, Dam merasa apa yang selama itu diceritakan dan dikisahkan oleh ayahnya hanyalah sekedar pembohongan publik belaka. Karena menurutnya tidak mungkin Lembah Bukhara dan Suku Penguasa Angin tersebut nyata. Apalagi, saat Dam ingin menuliskan surat kepada El Prince yang sering disebut Sang Kapten tersebut, ayahnya tampak sedikit gugup dan menolak keinginannya.

Tapi ayah Dam, mengejutkannya, adalah orang yang selalu dihormati setiap orang. Dari orang terkaya di kota tersebut sampai walikota. Sampai-sampai, saat Jarjit, anak di sekolah yang selalu membenci Dam, meledek bahwa keluarga Dam rendahan dan miskin, dia disemprot oleh papanya sendiri untuk tidak pernah meledek keluarga Dam miskin, karena keluarga Dam katanya lebih kaya dari setiap orang yang ada di kota itu.

Dam mendengarnya sendiri namun dia tidak dapat mencerna apa maksud papa Jarjit. Keluarganya memang benar miskin, mereka terlalu miskin untuk dapat membeli mobil dan bahkan rumah mereka bayar kredit selama dua puluh tahun.

Saat dewasa, dan Dam sudah menikah, ia semakin tak percaya dengan cerita-cerita ayahnya. Bahkan dia berani berkata terang-terangan kepada ayahnya kalau ia tidak ingin cerita-cerita bohong ayahnya itu meracuni anak-anaknya, Zas dan Qom. Kalian bisa tahu sendiri kan perasaan ayahnya dituduh pembohong oleh anaknya sendiri.

Ayahnya pernah bercerita bahwa almarhumah istrinya, alias ibu kandung Dam, dulunya adalah merupakan seorang bintang televisi yang sangat terkenal dan sedang naik daun ketika ia divonis hidupnya tinggal beberapa bulan lagi. Kemudian ibu Dam bertemu dengan ayah Dam, dan ayah Dam menceritakan seluruh kisah hidupnya yang kata Dam tidak nyata tersebut, dan ibu Dam langsung menangis berkata kalau seluruh cerita itu benar. Mereka menikah dan semua kebahagiaan itu membuat jangka waktu hidup ibu Dam bertambah bertahun-tahun berikutnya sampai Dam besar.

Dam yang sudah gelap mata karena tidak mempercayai seluruh cerita ayahnya, menganggap itu juga kebohongan. Ayah Dam yang sakit hati keluar dari rumah di bawah hujan, dan tepat saat itu Dam menemukan kalau cerita tentang ibu Dam yang merupakan bintang televisi adalah benar setelah mencari kata kunci nama ibunya di mesin pencari internet.

Ayahnya ditemukan pingsan di pusara ibunya. Dam menemukan kebenarannya sudah terlalu terlambat.

Beberapa hari kemudian, ayahnya meninggal menyusul istrinya. Dan yang membuat Dam menangis terisak adalah para pelayat kematian ayahnya adalah orang-orang dalam kisah ayahnya yang selama ini dia anggap tidak nyata, termasuk Suku Penguasa Angin, Si Nomor Sepuluh dan pamannya yang merupakan sahabat baik ayahnya sejak berumur delapan tahun, Sang Kapten; Sang Kapten bercerita kalau selama ini dia mencari jejak ayah Dam sejak kehilangan beliau berpuluh tahun lalu saat ayah Dam lulus dari sekolah hokum dan meninggalkannya.

Bagian ini lebih menyakitkan dan bikin terharu banget, berkali-kali aku membacanya sambil menangis terisak karena membayangkan Dam yang terlambat mempercayai dan menyayangi ayahnya sampai ayahnya sudah terlanjur meninggal.

Buku ini lebih bagus, jauh lebih bagus dari yang kureview barusan. Reviewku bahkan tidak sampai satu persen menceritakan ketotalan buku luar biasa ini. Heran, setiap buku yang ditulis Tere Liye selalu saja dapat membuatku menangis dan bukunya selalu menyentuh.

Intinya. Bye.

Review Buku: A Golden Web

#1Day1Post #Day20

Judul Buku: A Golden Web

Penulis: Barbara Quick

Penerbit: Penerbit Atria

 

Hola again! Pagi ini aku akan mereview sebuah buku berjudul A Golden Web yang ditulis oleh Barbara Quick dan bersubtitle Kisah Ahli Anatomi Perempuan Pertama di Dunia. Buku ini lagi-lagi diterbitkan oleh Penerbit Atria dan merupakan novel yang menceritakan tentang biografi seorang wanita bernama Alessandra Giliani yang hidup jutaan tahun yang lalu.

Alessandra Giliani adalah seorang remaja berumur empat belas tahun yang sangat cerdas dan berotak sangatlah cemerlang. Ia sangat mencintai dan meminati literatur dan ilmu pengetahuan. Tetapi, pada zamannya dulu, kaum perempuan terhormat tidak berhak menjadi apapun dan mempelajari apapun selain menjadi ibu rumah tangga dan biarawati. Sekiranya sama dengan yang terjadi di Indonesia, sebelum Kartini merubah semuanya.

Saking cintanya terhadap ilmu pengetahuan dan ingin terus belajar mengenai anatomi seperti yang dipelajari oleh Aristoteles, Alessandra rela untuk menyusup ke sebuah universitas di Bologna untuk belajar ilmu kedokteran; walaupun dia harus menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Sandro.

Awalnya dia dikirim ke biara oleh orangtuanya selama satu tahun bersama pengasuhnya, Emilia, untuk menetap sebelum dia dinikahkan dengan orang yang dipilihkan orangtuanya, seorang lelaki kaya yang tidak pernah Alessandra kenal dan temui. Bisa disebut Alessandra kabur dari perjodohan itu, dan setelah dikirim ke biara, dia kabur menyeret pengasuhnya ke Bologna. Hanya beberapa orang yang tahu tentang penyamarannya dan tentang penempuhannya ke universitas, yaitu ia sendiri, Emilia, abang kandungnya yang sangat ia sayangi, Nicco, dan Giorgio, kekasih adik Alessandra, yang membantu mereka untuk dapat sampai ke Bologna.

Alessandra mengganti namanya menjadi Sandro dan menginap di sebuah kamar kecil yang disarankan oleh seorang penjaga universitas sebelum ia pindah ke sebuah rumah seorang dosen di universitas itu, seorang yang membuat Alessandra tertarik untuk mempelajari ilmu kedokteran. Namanya Mondino de’ Liuzzi, seorang dokter terkenal yang menerima para mahasiswa untuk menetap di rumah mereka.

Di rumah Mondino, Alessandra berkenalan dan bersahabat dengan seorang lelaki sebayanya yang juga merupakan mahasiswa kedokteran bernama Signore Agenio alias Otto. Signore adalah kata sopan untuk menyebut seorang lelaki terhormat disana.

Alessandra aka Sandro dan Otto adalah dua orang pria yang sangat cerdas dan sama-sama sangat tertarik pada ilmu pengetahuan, terutama kedokteran. Mereka mempunyai hasrat yang sama di kedokteran dan dengan itu menjadi sangat dekat.

Sampai suatu hari, jenis kelamin sebenarnya Sandro diketahui oleh Bene, seorang pemuda licik dan culas dari desa pinggiran yang juga menginap di rumah Mondino de’ Liuzzi, dan belakangan cemburu pada Sandro yang telah merebut tempatnya sebagai bimbingan tunggal dan kesayangan Mondino. Dia mengancam bakalan menyebarkan identitas Alessandra yang sebenarnya, tetapi Alessandra memohon dengan sangat dan akhirnya terpaksa menyuap Bene dengan hartanya satu-satunya yang diberikan ayahnya sebelum ia berangkat ke biara, sepotong besar emas murni dengan lukisan wajah ibu kandungnya yang sudah meninggal di permukaan emas tersebut.

Kalau identitas sebenarnya Alessandra tersebar, bisa menjadi hal yang fatal karena zaman itu dokter berkelamin perempuan dan sejenisnya dianggap sebagai penyihir dan hukumannya dibakar hidup-hidup, atau lebih sederhana lagi diasingkan seperti nasib seorang dokter wanita di Paris yang dituduh penyihir dan dihukum diasingkan dan banyak diperbincangkan.

Suatu waktu Alessandra dan Otto mengobrol berdua dan disitu Alessandra tahu kalau Otto juga dijodohkan oleh orangtuanya, dan mengejutkannya, Otto berkata kalau dia tidak pernah bertemu dengan wanita yang mereka dijodohkan dan tidak tahu bagaimana rupa sifatnya.

Disaat itu juga, identitas asli Alessandra di depan Otto terungkap secara tidak sengaja melalui sebuah kecelakaan. Alessandra mengira Otto akan membencinya, tetapi ternyata Otto sama sekali tidak membencinya dan malah mengungkapkan apa yang selama ini ia pendam. Apalagi, ternyata lelaki kaya yang disebut ayah Alessandra akan dijodohkan pada dirinya ternyata adalah Otto sendiri!

Tak menunggu lama, Alessandra dan Otto pun menikah diam-diam. Mereka menyewa sebuah kamar yang jauh dari universitas untuk mereka berdua tinggal selama beberapa saat.

Ayah Alessandra, suatu hari pergi berkunjung ke universitas untuk mencari Signore Agenio, calon menantunya untuk membincangkan pernikahannya dengan putrinya yang ia kira sedang berada di biara dan menetap saat itu.

Ia menemukan Signore Agenio alias Otto sedang berduaan dengan seorang pria lain di sebuah warung, dan hampir saja ia mengamuk dan memenggal Otto saat itu juga dengan tangannya sendiri kalau Alessandra tidak membuka penyamarannya dan meminta maaf setulus hatinya pada ayahnya karena telah menipunya selama ini; dan dia juga telah menemukan belahan jiwanya secara tak sengaja dan kalau mereka telah berikrar untuk bersama.

Walau begitu, sebuah pesta pernikahan tetap dibuat untuk mereka berdua.

Alessandra dan Otto tetap bersama sebagai pasangan suami istri yang mempelajari kedokteran. Sesekali untuk keperluan penyamaran belajar di universitas Alessandra tetap merubah dirinya menjadi Sandro.

Makin bertahap, Alessandra mulai membedah anatomi bagian dalam babi hutan dan kemudian mencoba untuk membedah mayat manusia. Dari itu

Review Buku: Cookie

#1Day1Post #Day19

Judul: Cookie

Penulis: Jacqueline Wilson

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hai!

Sekarang aku hendak mereview sebuah buku berjudul Cookie, yang ditulis oleh seorang wanita hebat bernama Jacqueline Wilson. Mengapa aku menyebut beliau seorang wanita hebat? Itu karena buku-buku fiksi yang ditulisnya selalu bagus dan rada menyentuh hati dalam versi yang berbeda dari buku fiksi lain.

Jadi ceritanya adalah tentang seorang gadis berumur sekitar sembilan tahun bernama Beauty Cookson. Dia adalah gadis yang berasal dari keluarga kaya –sangat kaya. Dadnya adalah seorang pengusaha rumah bernama Happy Homes yang sukses dan memiliki banyak uang. Namun Beauty tidak sebahagia itu menjadi putri seorang yang kaya.

Beauty berwajah biasa saja dan bertubuh gemuk. Dia juga pemalu. Karena itu anak-anak di sekolahnya menjulukinya Ugly, si jelek. Beauty tidak pernah punya sahabat bahkan teman dekat yang sering diajak dan mengajaknya mengobrol, dia orang yang introvert alias tertutup. Dia menyukai Rhona, satu-satunya anak di kelasnya yang baik kepadanya, tetapi sayangnya Rhona merupakan sahabat dekat Skye, salah satu anak yang membenci dan sering mengejek Beauty bersama dua rekannya, Emily dan Arabella.

Selain berwajah biasa, bertubuh gemuk dan pemalu, Beauty sangat kekanakan. Dia suka menonton acara bernama Rabbit Hutch, sebuah acara teve yang ditokoh utamai oleh seorang cowok bernama Sam dan kelincinya, Lily. Acara teve itu ditujukan pada anak berumur lima tahun, tetapi entah kenapa Beauty suka menontonnya setiap hari.

Ayah Beauty bukan orang yang sangat baik. Beauty seringkali takut pada ayahnya. Ayahnya seorang yang sebenarnya baik, pekerja keras, dan menyayangi Beauty dan ibunya, namun suasana hati Dad gampang berubah. Hal sepele bisa memicu amarahnya.

Namun ibu Beauty, Mum, yang selalu menyayangi Beauty dan menghiburnya sepenuh hati, selalu berusaha menyenangkannya walau ayah mereka sering menggertak Beauty dan melarangnya berbuat ini itu.

Bahkan mereka berdua punya hobi baru, yakni membuat cookie. Walaupun Dad seringkali meremehkan mereka hasilnya yang sering gosong, mereka tetap lanjut membuat cookie dan tidak patah semangat.

Dari Rabbit Hutch, Beauty jadi ingin punya kelinci seperti Sam dan Lily. Dia meminta kelinci untuk hadiah ulang tahun kepada Dad, namun Dad langsung mengamuk dan menggertaknya karena berani meminta hewan peliharaan seperti kelinci pada dirinya.

Suatu hari, Dad membuatkan sebuah pesta ulang tahun yang teramat besar buat Beauty. Bukan sekedar pesta ulang tahun kecil-kecilan yang diadakan di rumah dengan kue tar dan lilin, melainkan pesta ulang tahun yang sebenarnya ditujukan untuk dewasa, dengan menggunakan profiterole sebagai kue tarnya dan menyewakan limusin panjang untuk membawa anak-anak sekelas menuju teater yang tiketnya susah sekali didapat.

Tak hanya itu, Dad membeli tiket-tiket di kursi bagian depan membuat seisi kelas kagum dan mulai mendekati Beauty. Beauty tersenyum dan membalas pendekatan mereka dengan sabar, tetapi dalam hati sebenarnya dia membenci mereka. Kecuali Rhona, yang selama ini selalu baik dan ramah kepadanya.

Saat ulang tahun, Rhona ternyata memberi Beauty seekor kelinci yang sangat imut dan dinamainya Birthday. Kelinci ini sempat membuat Dad marah, tetapi dia membolehkan meletakkan kelinci itu di luar. Namun keesokan harinya, kelincinya mati karena dimakan oleh musang. Dad yang membiarkan kelinci itu kabur sehingga dimakan.

Tak tahan lagi, Beauty dan mamanya memilih untuk pergi. Mereka berpamitan secara baik-baik, dan kata Mum, mereka lebih baik tinggal di kandang babi daripada di rumah mereka yang mewah dan memiliki banyak kamar mewah dan kamar mandi suite. Bahkan Beauty mempunyai kamar mandi en suite sendiri, yang membuat sebagian besar temannya iri dan kagum kepadanya.

Mereka mulai melakukan perjalanan. Pada awalnya mereka pergi dan menginap sebentar di rumah mantan istri Dad yang lama, Bibi Avril. Setelah menginap sebentar di rumah Bibi Avril, Mum dan Beauty pergi ke sebuah tempat di dekat pantai bernama Rabbit Cove, yang mengingatkan Beauty kepada Rabbit Hutch dengan Sam dan Lilynya.

Mereka berkenalan dengan seorang pria bernama Mike yang senang melukis dan ternyata memiliki sebuah penginapan dan menyilakan Mum dan Beauty menginap di rumahnya. Untuk membayar hutang budi, Mum membantu memasak di sana bagi mereka semua termasuk para tamu yang juga menginap di rumah Mike.

Pindah rumah dan sekolah membuat Beauty harus dicarikan sekolah baru. Dan dia mulai bersekolah beberapa minggu kemudian, ditemani oleh beberapa anak tetangga yang dimintai tolong menemaninya pertama kali kesekolah.

Beauty memiliki kehidupan baru di tempat tinggal barunya. Tidak ada anak yang memanggilnya Ugly. Pada awalnya mereka memanggilnya si Anak Baru, dan tak lama kemudian mereka mulai memanggilnya si Anak Cookie karena kebiasaan Beauty membawa cookie buatannya dan ibunya dan memberikannya kepada yang merasa tersingkirkan dan kesepian. Dan saat ada penggalangan dana untuk anak-anak di Afrika, Beauty menjual cookie-cookienya dan menyumbangkan hasilnya untuk penggalangan dana tersebut.

Dari situ, Beauty dan mamanya mulai menjual cookie-cookie secara individu. Mereka menggunakan kantong yang digambari kepala kelinci sebagai logo penjualan mereka oleh Beauty sendiri. Cookie mereka mulai terkenal dan banyak pemilik penginapan sebelah yang turut memesan pada Beauty dan mamanya secara rutin. Bahkan ada hotel yang juga memesan rutin kepada toko cookie kecil-kecilan mereka.

Sampai mendadak terdapat telepon dari Watchbox, acara anak-anak yang terkenal di teve, termasuk channel tempat acara favorit Beauty ditayangkan, yaitu Rabbit Hutch. Watchbox ingin agar Beauty tampil di acara mereka sebagai koki cilik yang menjual cookie-cookie berlogo kelinci yang mulai terkenal ke berbagai penjuru.

Awalnya Beauty menolak, tapi setelah dibujuk oleh Mum dan Mike, dia akhirnya setuju.

Pada awalnya dia gugup untuk tampil di teve bersama anak-anak berbakat lainnya yang membuat dirinya menjadi merasa terkucilkan saking berbakatnya mereka. Tetapi, ujung-ujungnya dia berhasil melalui setiap cobaan dan endingnya, beruntungnya dia bertemu dengan Sam dan Lily. Secara ril, secara nyata.

Lengkapnya?

Baca sendiri hwhw.

127451-ml-252493

Review Buku: Aliens On Vacation

#1Day1Post #Day18

Sekarang aku akan mereview sebuah buku berjudul Aliens on Vacation yang ditulis oleh Clete Barrett Smith dan lagi-lagi diterbitkan oleh Penerbit Atria. Memang, sebagian buku novel yang aku punyai diterbitkan oleh penerbit tersebut, dan aku menyukainya karena bahasanya yang enak dipahami dan asik.

Jadi ceritanya adalah terdapat seorang anak lelaki bernama Scrub yang berlibur ke rumah neneknya, dan merasa kalau liburan musim panasnya ini adalah liburan yang terburuk setelah melihat kediaman neneknya yang berupa penginapan bertema Star Wars. Masa iye penginapan nuansa kea Star Wars gitu.

Dan dia makin terkejut dan menyesal lagi setelah mendapati bahwa turis-turis aneh yang menginap di rumah neneknya adalah alien. Dan mereka mulai bertingkah laku aneh di kota sehingga sherif di kota tersebut, Sherif Tate, jadi curiga. Soalnya mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan oleh manusia, dan kalian bisa membayangkan kan bentuk alien seperti apa. Jelas manusia biasa bakal curiga dan waspada.

Namun, lama-lama Scrub mulai menyukai liburan dan pekerjaannya membantu neneknya mengurus penginapan. Prasangka buruknya terhadap alien-alien yang menginap di penginapan neneknya pun tak terbukti. Dia dan neneknya malah terancam harus menutup Penginapan Intergalaksi, nama penginapan tersebut, dan terusir dari Forest Grove.

Padahal Scrub baru saja mengenal dengan Amy, anak perempuan yang menyukai segala hal tentang alien dan juga mengetahui rahasia Scrub dan neneknya. Dan mengejutkannya, Amy ini adalah putri dari Sheriff Tate, sherif yang mati-matian berusaha mengusir Scrub dan neneknya dari Forest Grove karena menganggap mereka berbahaya.

Masalahnya, para alien tidak bisa diajak bekerjasama dan selalu melakukan tindakan yang salah. Akhirnya Scrub, neneknya, dan juga Amy bekerja keras agar bisa menyelamatkan penginapan neneknya dan juga para alien yang tinggal menginap disana.

Sisanya? Baca sendiri ya. Sori pendek soalnya bikinnya ngebut. Anggap aja ini sebagai resensi bonus wkwk /harhar

AliensOnVacation.jpg

Pengalaman; Serba-Serbi Menstruasi

#1Day1Post#Day17

ps: post ini lebih baik dibaca oleh wanita saja ya, hehe. soalnya kalo cowo mungkin bakalan ngga paham:)

Kemarin Sabtu, aku mengikuti sebuah event gratis yang diadakan untuk wanita dewasa dan juga remaja perempuan, yang diadakan oleh Green Mommy Shop dan dimentori oleh tiga orang wanita hebat bernama Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu.

Ini pertama kalinya aku berada di tempat seperti Green Mommy Shop Toko milik Mami Desi itu adalah sebuah toko yang menjual barang-barang higienis dan seratus persen alami. Dari luar rumah, bau harum sudah tercium dan aku langsung menyukai aromanya yang enak di hidung. Aku melihat sekeliling bagian dalam toko dengan kagum dan mulai menjelajahi setiap ujung toko.

Untuk event kemarin, aku dibawakan handphone untuk mencatat materi yang bakalan disampaikan oleh Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu. Mereka akan membawakan sebuah materi tentang haid atau menstruasi yang patut dipelajari oleh seluruh wanita di dunia.

Walau sebenarnya aku telat datang setengah jam, aku datang pertamakali. Sekitar lima belas menit kemudian satu persatu orang mulai datang, termasuk para mentor, yaitu Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu. Setelah para peserta sudah datang, acara pun dimulai dengan pembahasan siklus mens dan pms.

Menurut Bu Kristin dan Bu Hayu, mereka berdua mempunyai siklus mens yang sering pms dan sering kram di tubuh, pusing, sementara Mami Desi mempunyai siklus mens yang tidak pernah pms sama sekali. aku juga begitu, saat semua orang mengeluh sakit perut atau kram saat mereka haid, aku tidak merasakan apa-apa sehingga sama seperti Mami, aku juga berpikir apakah aku normal? Tetapi belakangan aku juga merasakan itu, pusing berat dan sakit perut yang kadang mengganggu kegiatanku sehari-hari.

Setelah membahas soal siklus menstruasi dan pms, kami membahas soal pembalut yang biasa para mentor pakai. Kata Bu Kristin, beliau pada awalnya menggunakan pembalut yang semua orang gunakan, yaitu softex, kemudian berganti menstrual pad, kemudian berganti lagi dengan pembalut kain. Bu Kristin menggunakan pembalut secara teratur dan menggunakan cukup banyak pembalut, pembalut tebal untuk hari-hari pertama dan pembalut tipis untuk hari-hari terakhir. Sementara untuk pembalut night beliau hanya punya 2 untuk dua hari pertama.
Kalau Bu Hayu, sehari-hari beliau juga menggunakan softex seperti orang biasa, tetapi pada awal-awal mendapatkan menstruasi dulu saat umur beliau masih 9 tahun, ibunya sudah menyiapkan berpuluh-puluh lembar kain norex yang seperti kain popok bayi dan gampang dibersihkan, tinggal direndam atau disiram air dan dikucek saja. Dari umur 9 tahun sampai sekarang, Bu Hayu menggunakan kain norex saat beliau mendapatkan menstruasi. Aku kagum karena Bu Hayu sangat telaten dan nyaman menggunakan kain norex yang berbentuk seperti popok bayi tersebut, sementara aku masih bolak-balik ganti dari pembalut biasa dan pembalut sekali pakai. Bu Hayu juga kadang menggunakan menstrual pad, tetapi katanya ia tidak nyaman menggunakannya dan lebih nyaman memakai kain norex.
Sementara kalau Mami Desi, beliau juga dulu menggunakan softex untuk pembalut, karena softex satu-satunya pembalut sekali pakai yang jarang membuatnya iritasi, berbeda dengan charm yang kadang membuatnya luka dan iritasi pada bagian kulit yang terkena pembalut. Kata Bu Desi, pembalut di luar negeri teratur, ada yang murni katun, sementara kain pembalut di Indonesia masih campuran antara katun dan sintetis polyester. Dan Bu Desi juga menggunakan pembalut kain biasa yang juga kupakai, dan dari acara ini aku tahu cara membersihkan yang benar wkwk. Caranya adalah mencucinya langsung sehabis menggunakan, mengolesinya dengan sabun sedikit saja dan merendamnya semalaman. Dan dijemur jangan dibawah sinar matahari agar lainnya tidak menjadi keras. Jadi merasa bersalah karena selama ini perlakuanku ke pembalut sehari-hari nggak kea gitu.
Kami juga membahas soal pembalut herbal dan essentials oil peppermint dan mentol yang sehat dan tidak berpengaruh pada vagina jika dioleskan pada pembalut.
Selain itu kami juga membahas soal tampon. Masih belum begitu tahu soal apakah tampon baik digunakan, tetapi tampon ini harganya mahal dan kata teman-teman Mami di luar negeri, sehabis 3-4 tahun harus diganti karena mereka merasa sudah tidak begitu nyaman dipakai. Mami Desi bilang ia belum berani meneliti lebih jauh, soalnya membayangkan bagaimana cara memakai tampon saja sudah ilfeel. Menurutku juga begitu saat pertamakali membaca soal tampon di salah satu buku berbagai perihal soal wanita yang kupunya.

Lalu kami membahas soal sejarah pembalut di seluruh dunia.

Contohnya, dahulu kala saat di China, para wanita disana menggunakan kantong kain yang diisi pasir lalu mereka pakai. Untuk menggantinya, mereka mencopot kantong kain tersebut, membuang pasirnya, mencuci kantong koin dan mengulangnya dari awal lagi. Lalu ada juga menurut sejarah Islam yang dianjurkan Nabi Muhammad, yaitu memakai kain ditumpuk kemudian dipakai atau menampung haidnya di sebuah wadah sampai keluar semua.

Selain itu kami juga membahas soal bahan yang digunakan oleh pembalut. Sebenarnya bahan pembalut sekali pakai itu tidak murni kain saja, tapi juga bercampur plastik. Jadi tidak akan bisa terurai, melainkan akan menyebar menjadi benang-benang yang tidak bisa terurai. Dan itulah mengapa aku jadi rada ilfeel dan rada mikir-mikir lagi kalau mau pakai pembalut sekali pakai. Bakalan lebih nyaman dan ramah lingkungan menggunakan pembalut kain biasa, yekan.

Intinya, aku mendapatkan banyak pelajaran dari event untuk wanita yang kemarin diadakan. Bahasa yang digunakan oleh para mentor enak didengar dan dipahami dan membuatku jadi mengerti banyak, salah satunya aku jadi mengerti cara membersihkan pembalut yang benar dan kalau tak hanya aku di dunia ini yang ‘gak normal’ dan menstruasi tanpa mengalami siklus menstruasi yang dialami sebagian besar wanita, yaitu perubahan pada tubuh dan sering sakit perut.

Sudah ye. Bubay. Lanjut ntar.

Review Buku: Tidak Ada yang Tidak Bisa

#1Day1Post #SpecialVersion

#Day15 + #Day16

Hola, gais!

Kemarin aku tidak sempat mereview karena semalam ketiduran. Tetapi aku tidak bikin 2 artikel review hari ini. Sebagai gantinya aku akan mereview sebuah buku biografi yang ditulis oleh Pak Dahlan Iskan tentang seorang yang setelah kubaca buku ini, aku sangat menghargai beliau dan sangat terinspirasi olehnya. Yakni Karmaka Surjaudaja, Chairman salah satu bank swasta terbesar dan bank tertua keempat di Indonesia, yaitu Bank OCBC NISP.

Kenapa aku tidak mereview dua buku saja? Satu, masih ada banyak deadlineku yang belum selesai. Dua, artikel ini bakal dibuat sangat panjang dan kalau digabung sudah bakalan lebih dari dua artikel.

Start!

 

Pak Karmaka ini lahir dengan nama Kwee Tjie Hoei. Pada umur 10 bulan, beliau pergi dari Tiongkok, tempat asalnya, bersama orangtuanya ke Indonesia yang dahulu masih dikuasai oleh Belanda. Di kapal, ia terkena penyakit diare dan penguasa Belanda menahannya dan ibunya di atas kapal, melarangnya memasuki pelabuhan karena tidak ingin wilayah kekuasaannya terkena penyakit seperti yang diderita oleh sang bayi. Tetapi setelah seorang tokoh Hokja yang menjamin kedatangan keluarga Kwee Tjie Kui, ayah Kwee Tjie Hoei dengan menyerahkan uang jaminan kepada penguasa Belanda senilai 500 gulden atau kalau dikonversi dengan nilai mata uang sekarang seharga 4 juta rupiah.

Akhirnya Kwee Tjie Hoei dan ibunya bisa turun dari kapal ke pelabuhan dan berangkat ke Bandung. Di Bandung, ia perlahan-lahan bisa sembuh.

Karmaka sewaktu sekolah dasar tidak langsung bersekolah. Karena kekurangan biaya, dia selama tiga tahun pertama harus belajar sendiri di sekolah diajari oleh ibunya. Setelah ayahnya diberi sebuah hadiah penghargaan berupa rumah berkat prestasi dan pengabdian Kwee Tjie Kui selama itu, Karmaka akhirnya bisa sekolah.

Karmaka adalah seorang yang berprestasi, dia hampir selalu juara 2 di segala bidang.

Tetapi sewaktu kelas 5 SD, Jepang menyerah dalam Perang Dunia tahun 1945. Indonesia hendak menyatakan kemerdekaannya, tetapi Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali tidak rela dan kembali menyerang Indonesia. Para pejuang terpaksa melakukan gerilya mengusir Belanda.

Karmaka terkena imbas dari peperangan tersebut.

Belanda membuka sebuah pintu air yang cukup penting di Curug Dago demi membuat sarang gerilyawan di bawahnya menjadi tenggelam. Keluarga Karmaka terkurung di rumahnya selama beberapa hari. Tiada makanan, air, dan tidak bisa menghubungi siapa-siapa sampai ibu Karmaka keluar dari rumah dan berteriak-teriak minta tolong, padahal itu adalah hal yang cukup fatal karena sebagian tentara Jepang yang masih belum menyerah masih berjaga di sekitar rumah mereka.

Untung saja yang meminta tolong adalah ibu Karmaka, karena misalnya saja kalau Pak Kwee Tjie Kui-lah yang keluar, bakal langsung ditembak mati di tempat.

Keluarga Karmaka diizinkan untuk pergi dan mereka terdampar di sebuah restoran Hongkong yang kemudian menolong mereka dan mengizinkan mereka berlindung di restorannya saja.

Suatu waktu Pak Kwee Tjie Kui tidak bisa bekerja karena tulang belakangnya patah.  Menggantikan ayahnya menjadi tulang punggung keluarga, Kwee Tjie Hoei alias Karmaka yang waktu itu baru berumur 15 tahun bekerja di pabrik tempat kerja ayahnya. Pekerjaannya adalah mengontrol masuk keluarnya obat-obatan celup di pabrik tekstil. Namun kemudian pemilik pabrik yang khawatir karena dia masih kecil dan bisa kena penyakit paru-paru dari tempat itu memindahkannya ke bagian administrasi.

Di bagian itu, Karmaka kecil pun tidak bisa tenang. Manajer yang sebal karena dia yang baru masuk langsung diberi pekerjaan istimewa, menempatkannya pada bagian ketik padahal itu adalah pekerjaan yang belum begitu bisa dilakukan oleh beliau.

Manajer memperlakukannya dengan tidak bersahabat dan seringkali mengatainya, dan Karmaka untungnya masih bisa bertahan karena setelah satu tahun ayahnya sembuh dan kembali bisa bekerja di pabrik tekstil tersebut.

Karmaka sebenarnya ingin kuliah di ITB. Tetapi, dia mengalah agar adiknya, yang sama cerdasnya dibanding dirinya malah lebih cerdas dan selalu juara 1 di semua bidang, bisa kuliah di Universitas Indonesia jurusan Kedokteran.

Mencari pekerjaan lain, Karmaka bekerja di banyak tempat, ngalor ngidul. Dari bekerja sebagai guru sekolah di Sekolah Nan Hua dan juga bekerja di pabrik tekstil di bagian yang teramat penting yaitu bagian yang harus memikirkan bagaimana agar pabrik bisa berproduksi seefisien-efisiennya.

Di pabrik tersebut Karmaka menemukan sebuah kecurangan yang dilakukan oleh seorang manajer bagian solar dan sangat kaget menemukan total jumlah kerugian pabrik selama ini yang disebabkan oleh kecurangan tersebut. Dia melaporkan soal itu pada pemilik pabrik, namun imbasnya Karmaka menjadi dibenci oleh pelaku kecurangan karena pemilik pabrik dan pelaku kecurangan tersebut masih punya hubungan kerabat. Beberapa kali Karmaka diteror, tetapi beliau masih bertahan.

Saking kagumnya, pemilik pabrik memberikan penghargaan pada Karmaka sebuah mobil dan sebuah rumah, namun syaratnya dia harus bekerja selama-lamanya di pabrik tersebut dan mau dicarikan seorang jodoh anak familinya. Tetapi Karmaka yang sudah punya pujaan hati lainnya menolak secara halus dan memilih untuk mengikuti tawaran pabrik lain untuk bersekolah di Jepang.

Karmaka kemudian menikah dengan pujaan hati sekaligus cinta pertamanya, yaitu Lim Kwei Ing. Lim Kwei Ing adalah wanita berbakti dan mandiri yang berasal dari keluarga sangat kaya, ayahnya yaitu Lim Khe Tjie, merupakan pemilik sebuah bank.

Mendadak Lim Khe Tjie suatu hari memberikan sebuah pekerjaan yang sangat penting kepada Kwee Tjie Hoei alias Karmaka, yaitu menguruskan banknya yang sedang dalam masalah di Indonesia. Yap, Lim Khe Tjie, ayah Lim Kwei Ing dan istrinya sedang berada di Tiongkok. Mereka tidak bisa kembali ke Indonesia karena suatu masalah yang melarang mereka untuk kembali. Padahal, sebenarnya Lim Khe Tjie itu sangat mencintai Indonesia dan ia juga adalah salah satu pejuang kemerdekaan sewaktu merdeka.

Lim Khe Tjie memberitahu Karmaka soal perihal kecurangan yang dilakukan oleh sebagian pimpinan bank miliknya. Dengan melakukan berbagai cara, akhirnya Karmaka dapat mengatasi kecurangan tersebut, menyita saham mereka dan menjebloskan para pimpinan yang nakal ke penjara. Tetapi itu semua masih belum cukup, karena nasabah bank masih belum mempercayai mereka dan masih banyak yang masih menarik dana mereka dari bank. Apalagi, Karmaka yang sejatinya merupakan orang Tionghoa, masih belum resmi menjadi warga negara Indonesia. Sudah bertahun-tahun ia mengurus kenaturalisasinya menjadi WNI dan itu masih belum terselesaikan juga.

Karmaka berhasil menyelesaikan semua masalah yang mengenai NISP, termasuk mengurus pemenang lelang saham 43% Bank NISP. Dia selalu menghubungi mertuanya di Tiongkok soal semua yang terjadi di banknya, ataupun sebaliknya.

Karmaka adalah seorang yang teguh dan kuat. Beliau dua kali dibunuh, bahkan sekali diculik, namun beliau berhasil kabur dan menyelamatkan diri.

Pada September 1965, pemerintah mengadakan tindakan moneter. Uang sejumlah 1.000 rupiah mendadak berubah menjadi 1 rupiah. Para nasabah gempar dan semua mendatangi bank NISP beramai-ramai, bahkan Karmaka sempat kehilangan salah satu giginya terkena bogem seorang nasabah kolonel yang marah karena tabungan masa tuanya yang pada awalnya berjumlah 1 juta mendadak berubah menjadi 1.000 rupiah, melindungi karyawan banknya.

Padahal, itu sebenarnya bukan salah bank, melainkan sudah dari awal putusan pemerintah. Namun tidak ada yang mau tahu dan akhirnya seluruh cabang NISP di Indonesia ditutup, tak ada yang berani buka. 52 cabang NISP lumpuh dan tiga ribu lebih karyawan tidak bisa bekerja. Saking bingung dan kacaunya, Karmaka sampai menjerit-jerit putus asa.

Dari 52 cabang, hanya 2 cabang yang masih bisa buka, yaitu di Bandung dan Jakarta. Tahun-tahun itu ekonomi masih amburadulnya, dan NISP terancam harus menyiapkan modal 6 miliar rupiah sejumlah uang lama. Setengah ngawur Karmaka meminjam 6 miliar secara pribadi pada 7 orang dengan bunga 15% sebulan. Hampir 200% setahun! Dan dia terpaksa harus mem-PHK 3000 karyawannya yang sudah sangat dekat padanya di 50 cabang lain. Namun mereka menolak dan menganggap Karmaka pimpinan yang kejam pada karyawan walaupun NISP sudah menawarkan pesangon 10 kali gaji.

Sampai Karmaka stress dan berteriak sambil sesenggukan ambil saja banknya, rebut manajemennya, tapi bayarlah kewajiban sebesar 6 miliar yang dipinjamnya secara pribadi dari luar bank. Semua karyawan langsung diam dan menghiburnya, bahkan dua orang karyawati terduduk dan merangkul kakinya sambil menangis berkata kalau mereka mencintai NISP dan masih ingin terus menjadi karyawan NISP.

Saking stress dan kacaunya, Karmaka akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Ia menulis surat panjang-panjang kemudian meminum sebotol racun yang sudah disiapkannya. Tetapi usaha bunuh dirinya gagal, karena istrinya yang menemukannya pingsan di rumah dan dalam keadaan sekarat segera membawanya ke rumah sakit dan dia pun siuman, dan setelah ditampar oleh dokter yang menegurnya mengapa berbuat begitu, dia memohon agar usaha bunuh dirinya itu dirahasiakan. Karena kalau para nasabah dan karyawan NISP tahu perihal bunuh dirinya, mereka bisa menganggap NISP hancur dan memilih untuk keluar dan menarik dana mereka dari NISP, dan itu bakalan membuat NISP semakin hancur lagi.

Untungnya, Karmaka sudah berhasil mendapatkan izin warga negara Indonesianya dan dia mengganti namanya dari Kwee Tjie Hoei menjadi Karmaka Surjaudaja.

NISP kembali maju. Karmaka mengendarai vespa mencari nasabah baru kemana-mana, dibantu oleh para kelasinya, dan dalam waktu singkat ia berhasil mendapatkan banyak sekali nasabah dan banknya bekerja keras lembur mengatasi para nasabah baru. Setiap hari ada saja kabar bank terkena krismon, namun untungnya Bank NISP terus berkibar dan uang terus mengalir masuk. Belum pernah Karmaka mendapatkan uang sebanyak itu.

Suatu waktu, Bank NISP menjadi partner sebuah bank besar dari Jepang bernama Bank Daiwa, yang awalnya berasal dari pimpinan NISP yang kagum atas kegentleman dan sportif seperti Karmaka dan menawarinya agar ikut melamar, siapa tahu terpilih. Dan Bank NISP, yang sejatinya merupakan bank lokal yang berukuran kecil, mengejutkannya terpilih menjadi partner tunggal Bank Daiwa.

Bank NISP terus tumbuh menjadi bank yang maju.

Tetapi semua kebahagiaan itu kemudian patah karena Karmaka terkena vonis sebuah penyakit yang waktu itu belum ada obatnya dan diramalkan hanya bisa hidup sampai 5 tahun lagi. Tetapi kemudian ternyata dokter salah vonis dan Karmaka masih bisa sembuh dengan transplantasi liver dan ginjal setelah waktu yang cukup lama.

Dan kesembuhan Karmaka mencuat setelah dia mendapati bank NISP masih terus tumbuh dan uang mengalir deras setiap harinya, padahal dia mengira antrean deras nasabah di depan bank NISP adalah nasabah yang hendak menarik uang mereka dari bank, namun ternyata itu sebaliknya! Mereka malah hendak menyetor uang dan rela mengantre berjam-jam saking terpercayanya bank NISP sebagai sebuah bank yang jujur dan konservatif. Dan sewaktu bank-bank yang lain tumbang karena tidak kuat dengan krismon dan ekonomi yang masih hancur dan amburadul dan sewaktu itu memang juga terjadi krisis kepercayaan pada sejumlah bank, Karmaka masih bisa memajukan NISP lebih kuat lagi dengan bantuan para insan karyawannya.

Karmaka adalah contoh seorang pengusaha yang sangat kuat dan patut dicontoh.

Beliau berhasil menumbuhkan sebuah bank kecil menjadi bank swasta salah satu yang terbesar di Indonesia, dan untuk menjadikannya bank itu butuh perjuangan yang teramat keras. Yakni menjadi buruh di pabrik tekstil selama lebih dari 12 tahun, pontang-panting membanting tulang sampai diberi kepercayaan membangun sebuah bank, itupun masih belum selesai. Diteror, percobaan pembunuhan, diculik, percobaan bunuh diri yang gagal, krisis moneter, dan masih banyak lagi.

Dan itu semuanya.

Sebenarnya belum lengkap, masih ada banyaaaak lagi kejadian menarik yang sebenarnya ingin aku masukkan dalam artikel review ini, tetapi tanggung, sudah ending, jadi mending kalian baca aja sendiri bukunya wkwkwk. Seriusan, buku ini menarik banget, dan seperti biasa tulisan Pak Dahlan Iskan selalu mengalir dan enak dibaca, seperti koran yang beliau pimpin, yaitu Jawa Pos. Aku suka jenis artikel yang ditulis oleh Jawa Pos, bahasanya gampang dipahami dan mengalir.

Waw. Sudah halaman keempat. Bentar lagi bakalan genap 2000 kata, tapi aku gamau genapin. Udah tanggung segini aja. Yaudaiya, mau lanjut nulis buat Climate Tracker lagi dulu. Bye!

Tidak_Ada_Yang_Tidak_Bisa_-_Dahlan_Iskan