Buck’s Way

Buck si bebek adalah seekor perenang yang cepat. Namun cara berenangnya sangat tidak disukai oleh bebek-bebek yang lain di kolam. Mereka telah mengajarinya sebisa mungkin. Namun, cara berenang Buck tetap seperti itu. Dia bermimpi menjadi seekor bebek yang cara berenangnya sama dengan bebek-bebek yang lain.

Buck bangun di esok paginya. Dia turun ke jalanan yang melalui selokan, menuju kolam di lembah. “Hari ini aku akan belajar berenang seperti bebek-bebek yang lain,” katanya.

Dia melompat ke dalam air, lalu mengguncangkan bulu ekornya. “Kepala naik ke atas! Leher naik!” teriaknya. “Aku bisa melakukannya! Aku dapat bertahan!”

Namun kepala dan lehernya gagal melakukannya. Paruhnya melesat begitu cepat, antara sebuah pembalap yang ngebut seperti kapal laut (surfboard). Buck akhirnya dapat berdiri. Tiba-tiba, dia menyadari bebek-bebek yang lain sedang melihatnya. Oh, tidak! pikirnya. Mereka datang!

Bebek-bebek itu mendatanginya, sambil tertawa-tawa. “Kau takkan pernah berenang seperti kami, Buck. Kau seperti alligator (buaya)! Sampai jumpa!” kata Quack, pemimpin mereka. Dan yang lain menyahut, “Sementara itu, crocodile (buaya)!”

Buck pergi ke daratan di tepi kolam, lalu menurunkan badannya di lumpur. Suara-suara menggoda itu menggema di kepalanya. Tak lama setelah itu, dia tertidur nyenyak.

Buck terbangun dan melihat seekor bebek berdiri tak jauh dari tempatnya. “Aku pelatih dari All Duck Swim Team,” kata bebek itu. “Kau perenang yang cepat!”

“Tapi aku perenang yang buruk, seperti alligator!” keluh Buck.

“Tapi kau perenang yang cantik,” kata pelatih itu. “Maukah kau memasuki All Duck Swim Team?” tanyanya.

 

Buck akhirnya masuk tim All Duck Swim Team. Dia menang di setiap kejuaraan balap di setiap musim. Dia menjadi terkenal karena perbedaan berenangnya dengan bebek-bebek yang lain.

Di akhir perlombaan musim itu, anggota tim mendatanangani tanda tangan fansnya. Quack mencengkeram kertas bertuliskan tanda tangan Buck di sayapnya. “Aku ingin belajar berenang sepertimu, Buck,” katanya.

“Aku akan senang mengajarimu!” jawab Buck.

 

Disadur dari Ebook yang berjudul asli Bucks Way.

Penulis: Evan Allen.

Penerbit: Pearson Scott Foresman, New York.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s