Princess Gold Leaf #5

Alays sudah menceritakan seluruh kisi-kisi ceritanya pada Fani. Fani ternganga setelah mendengar semuanya dari Alays.

“Apa betul?” tanyanya sambil menggigit sepotong gigitan cokelat lagi.

“Yah, betul. Dan kami ingin mengajakmu ke Yogyakarta. Bersamaku, Shasha, dan… Kak Ron dan Fatih,” kata Alays.

Ehm, ehm, perhatian… sebenarnya nama si Alays bukan begitu, itu hanya julukannya, anak si Alay. anaknya memang agak alay! Jadi, di bab ini dan seterusnya, dia kupanggil Eliza, ya. Nama panjangnya, kan, Eliza Rahmatika Aidhin…

“Oh… ya udah. nanti kutelepon mamaku. Kalau boleh, ya ikut. Kalau enggak boleh, ya enggak ikut!” katanya cengengesan.

“Harus boleh! Kau kan sudah kukasih cokelat!” Shasha cemberut.

Fani meleletkan lidah. “Nanti aku ke warnet. Temenin, ya! Eh, ngomong-ngomong, kapan berangkatnya?” tanya Fani agak berbisik.

“Besok!” kata Shasha tegas.

“HAH? Besok udah libur? Wah, ke Ancol aja, ah! Ajak…,” perkataan Fani terhenti dan hatinya menciut begitu Shasha dan Alays menatap tajam ke arahnya. Fatih? Dia sibuk mengobrol dengan Adit. “Iya, iya… aku besok ikut…,”

 

-Bersambung-

2 thoughts on “Princess Gold Leaf #5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s