Detective Faw

Faw menghempaskan badannya di tempat tidur. Dia lelah sekali setelah latihan pramuka untuk berkemah dua hari lagi. Saat lelah seperti ini, biasanya ada es krim di freezer. Namun ternyata, abang es krim yang datang setiap hari Kamis tak datang. Mungkin stok es krimnya habis.. hehe.

Do you want to build a snowman…

Terdengar suara lagu Do You Want To Build A Snowman yang dipopulerkan Kristen Bell itu. Asalnya dari handphone Faw. Dia mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja. Ada telepon. Dari Maya, teman sebangkunya.

“Halo? Assalamualaikum. Hai, May… Ada… ap..”

Hah.. Hah… Hai, waalaikumsalam, Faw.. bantuin aku, dong!” suara Maya terdengar terengah-engah.

“Heee? Emang kenapa? Kok ngos-ngosan begitu?”

Ngerjain PR sekolah, nih, Faw… Bantuin…!!” yaah. Mayaaa.. Ngajak ngerjain PR bareng kok ngos-ngosan kayak dikejar anjing atau babi hutan (Maya paling ngeri sama dua hewan buas ini… ‘buas’?)

“Ya… kurang dari sepuluh menit lagi aku sampai. Bye!” Tit. Faw mematikan handphonenya. Keningnya berkerut. Capek-capek begini disuruh bantu Maya ngerjain PR! Tapi… gapapalah. Kan dapat pahala… *Faw senyum-senyum sendiri.

Brak! Pintu terbuka dengan tiba-tiba. Kak Ira, kaka-nya Faw masuk tanpa izin. Biasaaa, sudah jadi kebiasaan.. 🙂

“Apaan, sih, Kak? Izin dulu kek, ketuk dulu kek, masak langsung ditabrak!” Faw yang sedang menyisir rambutnya meratapi rambutnya yang kusut saat dia nyaris terjengkang karena kaget.

“Hehe… iya iya. Oya, Kakak mau ngajak kamu ke salon, nih. Creambath, tata-tata rambut, beli baju…,”

“Oke. Apa alasan utama Kakak mau mengajak aku? Kalau bukan tentang makanan, aku nggak mau…” Faw meleletkan lidah.

Kakaknya pura-pura kaget. “Loh, masa kamu nggak tahu? Nanti sore, kan, ulang tahunnya temennya kakak… tapi kamu diundang juga. Kan, adiknya itu temennya kamu..,”

Faw membelalakkan mata. Pesta ulang tahun teman Kak Ira! O iya, kakaknya Sofia! Mereka anak pejabat, pasti pestanya besar… dan banyak makanan!

“Dasar gembul,” Kak Ira menjitak kening Faw. Kalau pipi Faw sudah menggembung dan mata Faw terfokus pada satu titik, berarti dia sedang memikirkan makanan. Hihihi…,

“Hehe… Ya iyalah. Ayo, deh, Kak!” Faw mengikuti jalan kakaknya. “O iya! Aku diajak belajar bareng sama Maya! Gimana nih?”

“Telepon aja, bilang nggak bisa..,”

Tapi sebelum Faw menelepon Maya, telepon dari sahabatnya yang tidak terlalu pintar Fisika itu terdengar.

“Halo? Maya?”

“Sori, aku nggak bisa, aku mau ke mal bareng kakak aku. Diundang ke pesta ulang tahunnya kakak Sof…,” tit! teleponnya tiba-tiba mati. pasti pulsa Maya habis, batin Faw. Sahabatnya itu kadang kalau pulsanya tinggal sedikit malas mengisi kembali. Yah, seperti inilah akibatnya.

BERSAMBUNG, EH… SAMPAI JUMPA.

2 thoughts on “Detective Faw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s