Belajar Masak

Selamat siang, all! This morning, aku belajar masak bareng umi. Masak sayur pete (kalau enggak salah), sayur tahu (kalau enggak salah), tempe mendoan, dan sayur bening. Sisanya, tahu bakso dibuat umi.

Awalnya, aku dibangunkan oleh umi jam empat pagi. Arun juga dibangunkan, lho! Walau biasanya dia yang paling cepat bangun, hari ini dia bangun agak susah. Harus digendong-gendong, hehehe…,

Setelah itu, aku berwudhu dan menunggu adzan Shubuh berkumandang. Setelah terdengar, aku, umi, Arun dan kakakku pergi ke Masjid An-Namirah, sedang abi pergi ke mushala di Wunutsari.

Setelah shalat, aku mengulang hapalan bersama umi dan Arun. Namun, saat sudah mulai surat yang panjang-panjang, aku tertidur lelap sekitar 10-15 menit.

Umi membangunkanku, lalu aku membantunya memasak sekaligus belajar masak. Sebelum itu, aku minum air jeruk nipis namun sebelumnya aku menumpahkan gelasnya. Maaf ya…

Abi membuatkan lagi, lalu aku meminumnya setengah gelas. Lalu, aku memberikannya pada umi yang sedang sibuk memasak. Umi menyuruhku menaruhnya di meja, lalu menyuruhku mengupas bawang (kalau enggak salah, ya). Tak  apa, hari ini aku sedang mood mengupas bawang.

Setelah itu, aku mengiris beberapa jenis sayuran untuk sayur bening. Aku lupa namanya apa, hehehe…

Lalu, aku menaruhnya ke wadah berisi sayuran lain dan menumpahkan isi wadah itu ke panci berisi air mendidih…

setelah membuat sayur bening (aku lupa, masak sayur bening dulu atau tempe mendoannya), umi memetik beberapa pre dari kebun samping. Memotong bagian yang kering, mencucinya, dan mengirisnya. Tentu sebelum itu sudah mengulek bumbu-bumbu lainnya.

Bumbu-bumbu itu dimasukkan ke wadah, diberi air, dan dimasukkan pula bawang serta tepung terigu ke dalamnya. Kuaduk terus. Umi terus menambahkan tepung. Setelah kalis, umi memotong tempe dan melumurinya dengan adonan mendoan. Setelah itu digoreng, deh!

Setelah masak tempe, aku memutuskan bermain bersama Arun yang asyik mencari bunga di halaman samping. Asyik sekali, lalu kami melihat kucing anggora/Persia yang sedang berdiri di tanah belakang rumah kami.

Aku tahu itu kucing milik siapa. Milik orang yang rumahnya tak jauh dari rumahku. Cantik sekali kucing itu. Berbulu putih tebal, berekor panjang tebal, dan pemalu. Waktu aku masuk ke tanah belakang itu, kucing itu langsung bersembunyi di gedung besar yang ada di sana.

Setelah itu, tebak saja sendiri. Pokoknya, aku masuk rumah dan… lupa.

Pokoknya, beberapa jam setelah itu aku presentasi bersama Arun dan Mas Azmi.

Oke, sekian dari saya, dan, Assalamualaikum!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s