Pergi Ke Tempat Sablon

Halo, guys! Kemarin aku pergi bareng abi dan kakakku ke tempat teman (uhuk uhuk!) abi yang bisa nyablon. Bukan hanya bisa, tapi sudah profesional, lho! Sudah sejak 1976 -sejak SMA- om yang bernama Om Anjar itu suka menyablon. Dan sampai sekarang sudah sangat profesional karena sudah lama mendalami hobinya itu.

Om Anjar punya studio sablon sendiri, lho! Keren sekali, ada beberapa ruang di dalamnya yang khusus untuk menyablon. Kita mulai dulu, ya, kisahnya!

Sebelum berangkat, aku dan Arunia asyik menonton teve. Kami sedang menonton Sheriff Callie’s Wild West saat itu. Asyik-asyik menonton, abi berkata Om Anjar sudah pulang dari pasar membeli kaus biru polos yang dipesan abi untuk disablon, dan menyuruhku dan Mas Azmi cepat-cepat.

Setelah shalat Dhuhur, kami berangkat. Tetapi Arunia harus dititipkan terlebih dulu di seorang temannya, yaitu Aiman, karena takutnya perjalanan panjang ini akan mengganggunya.

Perjalanan memang jaaaauuuuuh sekali. Abi lupa membawa mantel, namun aku dan kakakku tidak keberatan. Malah senang karena bisa hujan-hujanan. Hanya abi yang keberatan, hehehe…,

Ciiit! Kami sampai di sebuah studio mini dengan spanduk kecil bertuliskan ‘Monkey Studio’. Pintu depan studio itu terbuka lebar. Abi memasukkan motornya ke halaman dan seorang pria berambut sependek abi menyambut kami. Mengajak kami masuk.

Ealaaah! Abi lupa membawa hardisk tempatnya menyimpan file untuk dipasang di baju yang akan disablon. Om Anjar terpaksa membuatkan yang baru yang tidak jauh berbeda, hanya saja gambarnya bukanlah sebuah keluarga, sedang sebuah buku dengan pena yang cantik.

Mau tahu caranya nyablon? Aku lo ingat…

Gambar di CorelDraw itu di-print, lalu digunting tulisannya. Kata Om Anjar, digunting biar enggak menghabiskan minyak…

Om Anjar mengambil sebotol afdruk dan meratakannya ke sebuah alat bernama screen. Permukaannya dikeringkan.

Tulisan yang digunting itu ditempel ke sebuah alat bernama screen dengan sebotol minyak tanah yang disemprot secara teratur ke tulisan-tulisan itu. Dikeringkan menggunakan hair dryer dan kipas angin, kering deh!

Setelah pengeringan menggunakan hair dryer dan kipas angin, dijemur di halaman.

“Kalau terik cuma satu menit, kalau mendung seperti ini bisa sepuluh menit,” kata Om Anjar, “tapi kalau saya kalau sudah enak langsung diambil enggak apa-apa.”

Cara menyablon yang dilakukan Om Anjar berbeda dengan cara menyablon tukang sablon yang lain. Lebih modern dan tidak umum. BEP-nya lebih murah dan bahannya gampang. Afdruk, screen, cat, air, kaporit, dll.

Habis dijemur, Om Anjar memulai penyemprotan. Screen itu dicuci dengan air sabun, lalu bagian tulisannya disemprot air secara hati-hati.

Rata disemprot, lalu dikeringkan lagi menggunakan alat elektronik (tahu kan apa?). Setelah itu pengecatan. Om Anjar mengambil sekaleng cat putih keabu-abuan yang abu-abunya tidak begitu kelihatan, lalu mengecat tulisan yang tertempel di screen itu secara hati-hati. Oya, di bawahnya terdapat selembar baju biru yang dibelinya dari pasar, pesanan abi.

Ajaib! Di baju, bagian dada kanan, sudah tertempel tulisan ”Dimana Saja, Apa Saja, Kapan Saja’ yang dirangkai abi dan didesain Om Anjar. Wiiiw, kayak sulap saja!

Om Anjar sigap menjemur baju-baju itu ke tali jemuran di belakangnya. Mas Azmi mengambil hair dryer, menyalakannya, lalu mengeringkan baju-baju yang sudah ditempel tulisan itu dengannya. “Jangan dekat-dekat hair dryer-nya, nanti bajunya bolong,” kata Om Anjar mengingatkan.

Aku hampir saja berebut hair dryer dengan kakakku itu, lalu abi menyuruh jangan berebutan.

****

Aku bermain ‘anjing-anjingan’ dengan kakakku. Hampir tertangkap, namun seperti dikejar setan ia berlari ke luar, mengambil sandalnya dan berlari ketakutan ke jalanan depan.

Baju kami sudah kering, jadi selesai! Alhamdulillah…

 

 

 

IMG_20150217_135202
digunting dulu

 

IMG_20150217_134351
diolesi afdruk

 

IMG_20150217_135727
dijemur

 

IMG_20150217_140117
semprot air

 

IMG_20150217_141211(1)
narsis oyy :3

 

IMG_20150217_141745
tempel ke baju selepas di cat

 

IMG_20150217_142007
keringkaaan

 

IMG_20150217_141855
salah satu baju yang udah jadi (terbalik)

Bye bye all!

 

 

10 thoughts on “Pergi Ke Tempat Sablon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s