Rekreasi di TWS

Halo, all! Kalian pasti bingung dan penasaran apa itu TWS. TWS itu, tepatnya, Taman Wisata Sengkaling. Hari ini lebih seru dari yang kemarin-kemarin, karena kami sempat ke playground, berenang, dan beli es krim goreng yang enak. Hm! Kelezatannya masih terngiang-ngiang di lidahku.

Lumayan pagi, yaitu sekitar jam delapan, kami berangkat ke Sengkaling, bersama abi, kakakku, dan Arunia adikku. Karena ini hari Sabtu -hari libur sekolahnya- Arun ‘terpaksa’ ikut kami. Walau sebenarnya dia menerima ajakan abiku dengan lapang dada -kesenangan-.

Setelah sampai, abi memarkirkan sepeda motor di tempat parkir Sengkaling yang berada di luar area wisata. Setelah menunggu lama, akhirnya abi datang dan menyodorkan tiket kepada penjaga.

“Wooowww.. bagus ya tamannya?” pujiku saat melihat salah satu taman Sengkaling yang kata kakakku baru dibuat itu.

Aku melepas baju. Baju renangku sudah kupakai sejak di rumah, dan ku-double-kan dengan kaus. Arun mencopot bajunya sendiri, lalu kuajak dia senam-senam sedikit. Sehabis itu, aku mengajak Arun bermain di kolam yang dangkal.

“Sana, gantian abi njagain Arun!” kata abi yang baru kembali dari toilet.

“Beneran, nggak apa-apa?” tanyaku. Abi mengangguk, lalu aku bergegas menyusul kakakku berenang. Huuuw! Its so cold! I’m freeze!

Kami berenang selama sekitar satu setengah jam. Jam setengah sepuluh, aku dan Arun yang ganti baju bareng selesai. Kami berjalan bareng ke warung es goreng.

“Kayaknya tutup, deh,” kata abi sambil melayangkan pandangan ke warung es goreng. Tidak ada orang di dalamnya.

Aku tak percaya. Berjalan-berjalan-berjalan… di belakang seorang ibu-ibu berkerudung yang sibuk membawa bawaan. Kulihat warung itu. Iya, tutup. Yaaah, sudah lama sekali kutunggu kesempatan ini, eh kok tutup. Jangan-jangan bukanya cuman hari Minggu, batinku sedih.

Saat kembali, kakakku berseru, “Itu, yang punya udah datang!!” serunya, menertawaiku yang keburu sedih.

Eh… ternyata ibu-ibu berkerudung itulah pemilik warung es goreng itu. Hm! Aku segera berlari ke sana. Aku memesan es cokelat, Arun vanila… dan Mas Azmi…

“Aku campur aja!” katanya.

“Loh, bisa campur? Bu, saya campur juga! 2 campur dan 1 vanila,” kataku pada ibu itu. Ibu itu hanya mengangguk, lalu mengambil segayung es putih yang langsung ‘digoreng’ di sebuah ‘wajan kotak’ yang pokoknya berbeda dengan wajan-wajan goreng lainnya. Ini sepertinya wajan khusus menggoreng es. Puter-puter, ya?

Tak lama kemudian, es kami selesai. Ibu itu menaruh secentong es vanila di sebatang cone, dan kakakku segera berlari menyerahkannya pada Arun yang sedang didongengi abi. Arun tadi maksa ingin bawa bukunya Roald Dahl yang berjudul Buaya Raksasa, dan sekarang abi lagi asyik membacakan buku itu untuknya.

Ibu berkerudung merah segitiga itu mencampur es cokelat dengan es putih, lalu menyerahkannya pada kakakku. Lalu, tentunya padaku. Kujilat es itu. Hem, sedaaap!

Mas Azmi sedang membelikan es krim campur untuk abi.

***

Setelah makan es goreng, aku pergi ke playground dan main ‘puter-puter’ hamster (tahu kan maksudnya?). Eh, kemana yang lain? Aku pindah, dan melihat mereka sedang naik tangga menuju Bom-Bom Car. Harganya mahal, 20.000 rupiah per-4 menit. Tapi abi tetap membelikan dua tiket, satu untukku dan kakakku, satu lagi abi dan Arun. But apa yang terjadi? Arun masuk ke mobil yang kupakai, lalu abi mengizinkan aku bareng Arun, sedang ia dengan Mas Azmi.

Petugas (disini kupanggil om aja ya) mengajariku dan Arun cara memakai sabuk pengaman. Lalu ia memencet sebuah tombol di sebuah kotak di sebuah tiang (aduh roller coaster), lalu Bom-Bom Car kami menyala. Segera kuinjak gas.

IMG_20150221_095620(1)
Naik kuda… Hiieeek!

 

IMG_20150221_095512
Black girl with black horse ๐Ÿ™‚

 

 

IMG-20150221-WA0012
Naik gajah… goyang goyang ๐Ÿ˜›

 

 

IMG_20150221_095701_1
Duduk2 di kepala kuda… XD

 

Sudah, begitu saja ya ‘kisah’-ku… Bye-bye!

 

5 thoughts on “Rekreasi di TWS

    1. hehe… iya. abi lagi ndongengin arun sih…
      penasaran? ke malang dong… hehehe…
      nggak tau. bukan pakai api kayaknya. mungkin pakai es kering.
      kayaknya susu yang ‘digoreng’. lama-lama jadi es krim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s