Banyak Pengalaman di Hari Libur

Halo guys! Hari Kamis kemarin, saat liburan, aku pergi ke Surabaya. Tepatnya saat jam setengah lima, sesudah shalat Subuh. Kami meminjam mobil UMM. Aku sangat senang ke Surabaya, walau sedih juga karena hari libur ini tidak bisa kugunakan untuk main bareng teman-temanku.

Pakdeku sudah sembuh dari diabetes, jadi aku dan keluargaku menjenguknya. Budeku mempunyai sebuah toko, dan sayangnya, hari itu aku nggak bisa ikutan jual-jualan karena mungkin hari itu bude sedang libur atau tutup. Wong namanya juga HR Imlek… mungkin aja kalau bude nutup toko. Padahal, aku senang banget ‘magang’ di tokonya. Hehehe…,

Sepulangnya dari Surabaya (jam setengah empat-an), kami mampir sebentar ke pujasera dekat Indomaret-Alfamart. Aku memesan ayam kampung goreng, Arun memesan itu juga, umi kalau enggak salah memesan mi pangsit, abi memesan lele goreng dan tahu penyet, kakakku memesan mi goreng.

Dari pujasera itu, umi menyarankan agar kami pergi ke Bu Farida, salah seorang temannya. Suaminya merupakan seorang programmer dan kakakku rencananya akan dikursuskan bersama suami Bu Farida itu.

Sudah malam, namun Bu Farida mengizinkan umi untuk bertamu di rumah beliau malam itu. Saat sampai, aku senang juga, karena Bu Farida punya dua rak buku besar. Aku melonjak, dan suami Bu Farida berkata,

“Sana ambil, nggak papa.”

Dan aku langsung menyerbu buku-buku itu. Mengambil buku Franklin (Beruang Menginap di Rumah Franklin, kalau nggak salah judulnya begitu), lalu menyerahkannya pada adikku yang memang sangat menyenangi Franklin. Di rumahku ada satu, judulnya Franklin Sakit kalau nggak salah.

Aku mengambil buku KKPK Tragedi Behel, lalu mulai asyik membaca. Baru membaca sebentar, umi berkata, “Mbak, itu ada buku Harry Potter,” katanya.

“Mana? Mana?” tanyaku gembira, memang aku sudah lama nyari-nyari buku HP itu. Umi bilang, kalau aku bisa nerbitin buku, umi akan membelikan satu set buku Harry Potter. Aku nggak peduli, sudah kuno atau baru cetak, kan sama-sama Harry Potter, hehehe…

Karena rak buku tempat buku Harry Potter diletakkan cukup tinggi, Bu Farida mengambilkannya. “Sebenarnya ada satu set, tapi nomor 1, 2, dan 3-nya hilang, nanti saya carikan.”

Aku meminta yang nomor 4. Saat duduk, kubolak-balik buku itu, berpikir filmnya pasti lebih bagus dari bukunya, namun umi berkata lain. Akhirnya aku mau juga membaca buku tebal itu. Baru membaca sedikit, aku langsung larut dalam cerita… whuuwww…

Beberapa kali kakakku berteriak dari mobil, ayo pulang. soalnya dia sudah kecapekan dan kelihatannya agak sakit dan kelelahan. Beberapa kali juga abi menyahut iya sebentar, namun setelah teriakan terakhir, kami pamit. Aku dipinjami buku HP yang tebal itu oleh Bu Farida… yaayy!

Saat membaca, aku jadi kesal sama Keluarga Dursley yang semena-mena sama Harry. Tapi juga geli, saat membaca lidahnya Dudley memanjang gara-gara Permen-Lidah Liar milik Fred, kakaknya Ron. Hahaha!

Sebenarnya hari ini aku  ada les menggambar bersama Bu Dini, temannya umi. Dan kakakku les programmer dengan suami Bu Farida. Rumahnya berdekatan, jadi gampang saja buat abi mengantarkan kami.

Namun, abi merasa nggreges dan kakakku sejak kemarin mengeluh pusing, batuk dan tubuhnya panas. Sampai hari ini. Jadilah, umi membatalkan les kami. Aku sih nggak sakit, namun karena aku juga mau meminjam buku HP yang ke-5, dan tanpa kakakku yang pergi ke Bu Farida, rasanya segan. Akhirnya jadwal kami semua dibatalkan lewat WA* oleh umi.

Sudah, segitu saja, ya. Sampai jumpa! 🙂 😀 😛

 

 

*Whats App

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s