Liburan ke SFF

Helo, guys! Malam minggu lalu aku pergi ke SFF. Untuk orang yang tinggal di kota Malang, mungkin tahu ya. SFF itu singkatan dari Sengkaling Food Festival. Malam minggu lalu, Sengkaling resmi dibuka. Memang sudah dibuka dari dulu, sih, tapi baru kali ini peresmiannya. Kan, sekarang Sengkaling punyanya UMM!

Umi salah satu undangannya. Kata umi, yang mau ikut harus tidur siang dulu. Ya sudahlah, aku main-mainan sebentar bareng Arun di tempat tidur, baru jam dua kurang seperempat menit aku tertidur. Soalnya, setiap Sabtu sore aku ada ngaji di Rumah Tahfidz.

Awalnya sih aku enggak mau ikut. Tapi karena kata umi ujung-ujungnya ditraktir maem, ya mau enggak mau ikut aja. Mumpung perut lagi keroncongan… hehehe…

Sehabis Maghrib, kami berangkat. Karena acara peresmiannya belum mulai, kami memutuskan untuk makan dulu. Kakakku memesan steak, adikku memesan ayam goreng, abi dan umi memesan wedang ronde. Waktu kucicipi, aduh! Rasanya bikin tenggorokanku… kram!

Aku? Memesan steak, sih… Itupun setelah nyicip punyanya Mas Azmi. Sayangnya, steak milikku kurang saus, dan sausnya pun kurang mantap seperti milik kakakku. Huaaa, padahal steak milik Mas Azmi wuueenaaak!

Minumannya, kami membeli jus melon. O ya, cara membeli di SFF ini berbeda. Kami membeli kartu seperti kartu ATM, lalu kartunya nanti digesekkan ke sebuah alat. Uang di dalamnya akan hilang sebanyak harga makanan yang kita beli.

Adikku natepin terus kuda-kudaan yang kayak di pasar malam itu lho. Muter-muter… dan berkali-kali di minta ke aku, ‘Bak’ Bak aku mau naik itu… begitu katanya. Yaa, masih kecil, jadi aku keseringan dipanggil ‘Bak’ sama adik aku. Walau sering juga aku marah karenanya, hehehe…

Pernah juga aku disuruh adikku mandi. Gini bilangnya, “Bak… mandi!”. Eeee, dipanggil begitu apa enggak marah? Tapi sebenarnya dia hanya nyuruh aku mandi. Bau keringat… 😛

Di SFF, setelah makan-makan, rencananya sih mau pulang. Tapi karena adikku ngeyel mau ketemu umi yang berada di kawasan ‘khusus’ (abi sih cuman malu masuk tempat acaranya… hehe ^^) ‘dosen’ dan WNU (Warga Negara Unmuh), aku akhirnya bilang ke abi,

“Bi, Abi, itu Arun cuman kepengen naik kuda-kudaan aja,” kataku. Abi tertawa, lalu menyuruhku bertanya pada mas mas penjaga kuda-kudaan itu, bayarnya pakai uang tunai atau kartu.

Ealah, ternyata pakai kartu! Abi menyodorkan uang lima puluh ribu kepadaku dan kartunya, menyuruhku mengisi kartu itu sepuluh ribu. Pas untuk naik kuda-kudaan. Hohoi, of course not me! Maksudnya bukan aku yang naik kuda-kudaan itu, 😮

Kata mbak mbak pengisi kartu, kalau beli tiketnya langsung juga gpp. Ya udah, aku beli tiket naik kuda-kudaannya, lalu mengembalikan kembaliannya pada abi. Arun sudah girang kepengen naik, hahaha…,

Awalnya sih aku yang mau megangin Arun biar enggak jatuh, tapi terus aku malu, jadi abi nawarin, terus kakakku bilang dia aja yang megangin Arun. Putaran entah keberapa dia langsung bilang mau turun, pusing katanya. Dan waktu aku hendak naik menggantikan dirinya, abi menarikku. Putaran kuda-kudaan itu lumayan cepat, walau tidak secepat topan dan pasti lebih cepat dari odong-odong… Hihihi…,

Sudah, begitu aja ya girls and boys. Btw, adikku foto-foto sama ‘hantu’ Mickey Mouse dan macan, loh! Mengerikan, ada Masha juga. ‘Hantu’ itu isinya orang, tapi karena ‘hantu’nya guede, aku sama kakakku jadi takut. Menyeramkan!!!

 

NB: posting hari ini kepanjangan enggak?

6 thoughts on “Liburan ke SFF

  1. Mbaa zahra pinter banget nulisnya. Bi a runtuutt gitu an serasa tante ada di peristiwa itu deh hehe.. salam kenal mbak zahra. Tante ini dulu mahasiswanya umi. Salam buat umi ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s