Kisah Sedih

Pagi itu aku terbangun. Jam empat pagi hari. Tak ada orang di dalam rumahku, kecuali aku dan adikku Arun. Mengira semua sedang ke masjid dan lupa membangunkan aku, aku pun kembali ke dalam mimpi. Tak tahunya, ada kisah sedih menghampiri.

Umi bercerita saat jam setengah tujuh itu (ceritanya panjang), dan aku benar-benar merasa hatiku tersayat dan teriris mendengarnya. Kemarin aku melukai hati kakakku dengan sebuah belati kata, dan aku bahkan tidak bisa minta maaf kepadanya.

Ini cerita lengkap dari abiku (agak kuedit)… silakan membaca (abiku nulisnya di tablet).

 

Tadi malam mas azmi muntah-muntah. Wajahnya lesu, pandangannya kuyu. Abi mencoba pijit refleksi bagian kakinya. Alhamdulillah, kata mas azmi agak lumayan. Cuman 5 menit berikutnya mas azmi muntah muntah lagi. Akhirnya abi umi putuskan untuk membawa ke rumah sakit umm. Waktu itu pukul 12.30 malam. Malam begitu larut dan dingin. Abi di depan, mas di tengah dan umi di belakang. Pakai sepeda motor baru. Abi agak khawatir juga, soalnya banyak media massa yang memberitakan bahaya perampokan malam hari. Tapi demi kesembuhan mas, abi dan umi tetep berangkat. Sampai di rumah sakit sekitar 15 menit kemudian. Habis itu langsung menuju instalasi gawat darurat (igd). Layanan igd memang layanan 24 jam non stop yang disediakan rumah sakit buat siapa saja yang mengalami musibah secara mendadak. Waktu itu bersamaan datangnya mas azmi ada dua orang pasien yang juga masuk bersamaan. Pasiennya semua perempuan, yang satu mau melahirkan yang satunya lagi kayaknya sakit juga, cuman masih belum jelas sakit apa. Mas azmi sempet muntah muntah lagi. Terus sama dokter di bantu perawat dipasang infus di lengan mas azmi. Soalnya kata dokter biar cairan tubuh yang ada di mas azmi tidak habis gara gara keluar lewat muntah dan diare. Infus itu kata dokter sejenis cairan yang berisi sodium chloride, sodium lactate dsb yang berguna sebagai pengganti cairan yang dikeluarkan tubuh untuk membantu proses metabolisme tubuh. Kata dokter juga dikasih suntikan anti mual, biar mas azmi ndak muntah muntah lagi. Alhamdulillah…setelah itu mas azmi ndak muntah lagi. Cuman mas azmi harus menginap di rumah sakit umm malam itu juga…tidurnya terlihat lelap sekali, dan wajahnya sdh ndak pucat lagi. Menjelang shubuh abi dan umi harus segera pulang ke rumah soalnya khawatir kalau mbak dan adek bangun. Terus mencari abi dan umi. Alhamdulillah tidurnya mbak dan adek lelap banget. Jadi ndak sampai bangun malam. habis itu abi berangkat ke rumah sakit lagi, sampai di rumah sakit abi sholat shubuh dulu. Baru ke kamar mas azmi. Sempet juga abi khawatir kalau mas azmi bangun terus nyari abi dan umi. Alhamdulillah mas azmi tidur lelap. Abi begitu capai, malam itu abi hanya tidur 1 jam…jadi waktu abi sampai di kamar mas azmi. Langsung abi manfaatkan utk tidur lagi… lumayan.. bisa nambah tidur 1 jam. Hingga tak sadar jam di smartphone abi sdh menunjukkan angka 7. Dan sayup sayup mas azmi manggil abi. Ternyata mas sdh bangun, kata mas, abi tidurnya ndengkur. Abi senyum saja.. hehehe.. memang sdh biasa ndengkur. Waktu itu pkl 7.30, mas azmi minta makan. Abi bingung juga, soalnya abi ndak bawa makanan. Terus abi nelpon umi. Kata umi mestinya makanan sdh datang..yah mungkin harus bersabar mas ya mas azmi.. sayang sekali ya rumah sakit sebesar dan semegah umm ini utk hal persiapan makan pagi agak terlambat. Sungguh sangat disayangkan..padahal mas azmi terbiasa makan sebelum pukul 7.30 pagi lho. Yah ndak tahulah, mungkin pihak rumah sakit umm masih repot kali ya. akhirnya yang di tunggu mas azmi datang. Sepiring bubur sumsum plus gula jawa cair, sop, dan sayur tahu. Mas azmi gak suka bubur sumsum, jadi bubur sumsunya cuman dimakan sedikit. Yang dihabiskan sop dan sayur tahunya. Oh iya..sebelum makanan datang, perawat datang bawa alat pengukur suhu panas tubuh..apa itu termometer kali ya namanya. Dan mengukur suhu tubuh mas azmi sambil menanyakan kondisi mas. Umi datang pukul 8.00 sambil bawa nasi goreng buat abi plus kopi… ehmmm.. ternyata umi tidak lupa kesukaan abi. Habis itu sebelum umi pulang bu dokter datang bersama seorang perawat laki-laki. Bu dokter segera memeriksa kondisi tubuh mas azmi. Terus kata dokter mas azmi kena penyakit typhus…penyakit ini memang menyerang bagian pencernaan mas azmi. ooohh gitu ya.. pantas mas azmi muntah. Katanya biang keladi penyakit ini adalah bakteri salmonella… biasanya penyakit ini menular lewat makanan yang tidak bersih. Makanya kata bu dokter.kita harus hati2 kalau mau makan di luar rumah. Katanya banyak makanan di luar rumah yang tidak sehat… mas azmi terlihat sedih ketika bu dokter minta mas azmi harus menginap paling tidak 3 hari di rumah sakit.. soalnya biar tuntas. Dan bang salmonella harus dibersihkan dulu dari tubuh mas. Kalau bang salmonella tetep ada.. ya ndak sembuh sembuh. itu aja ya mbak… nanti dilanjut lagi

 

Begitulah. Aku sebenarnya sediiih sekali karena Mas Azmi harus nginap di sana dan sekarang hari-hariku membosankan. Nggak ada Mas Azmi yang suka bercanda. Adikku berkali-kali menangis (satu kali karena kepingin pinjam tablet abi yang ditinggal di sana, hehe).

Dan dari situlah aku juga tahu perjuangan abi dan umi di tengah malam, sampai esoknya abi dan umi tampak sangat lelah karena hanya mendapat waktu tidur sedikit. You’re amazing mom and dad… I ❤ YOU!

 

 

I’M SORRY MY BROTHER…

4 thoughts on “Kisah Sedih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s