Praktek Sketch

Halo, gus! Hehehe… enggak deng, maksudnya guys. Tadi aku les menggambar lagi sama Bu Dini. Tadi aku praktek menggambar skets. Sulit amat, loh, padahal amat nggak sulit-sulit amat 😛

Sebenarnya sih, aku les menggambar sama Bu Dini seharusnya setiap hari Senin. Tapi karena kemarin Bu Dini nggak bisa, ya udah deh, sekarang aja.

Aku lagi sediiiih banget, soalnya besok Minggu pentas nari. Loh, kenapa sedih? Soalnya, sebenarnya umi abi sudah ngerencanain pergi ke Magelang waktu hari Sabtu. Pulangnya Senin atau Minggu. Kan, Sabtu-Minggu tanggal merah.

Aku sudah kepengen ketemu sama sepupu-sepupuku, tapi kayaknya nggak mungkin undur diri dari pentas nari itu. Lagian, aku juga sudah rekaman buat drama. Nggak mungkin ada anak yang nggantiin aku. Susah kalau harus direkam lagi, bukan? Lagipula, siapa yang akan menggantikan aku? Butuh waktu lama mencarinya -_-

Eh, koq malah curhat, sih? Langsung aja ya, ke praktek skets-nya!

Jam tujuh lewat seperempat aku dan abi berangkat. Harusnya sih, berangkat jam enam, tapi gara-gara aku agak malas-malasan ya… telat satu jam seperempat deh! Hehehe…,

Bu Dini ngajar di kampusnya jam sembilan, jadi aku cuma punya waktu sebentar buat les. Lah, sampainya jam delapan kurang! Dan pulangnya jam sembilan kurang seperempat. Hm, berarti cuma 1 jam, dong, aku lesnya?

Bu Dini mengajarkan kepadaku cara menarik garis (membuat garis lurus/menarik garis lurus). Mungkin menurut kalian gampang cara bikinnya, tapi garis yang kubuat selalu miring/mencang-mencong atau melengkung. Huh! Bu Dini aja bilang beliau menghabiskan satu semester di kuliahnya (Jurusan Arsitektur) hanya buat belajar menarik garis. Aku? Seumur hidup kali ya… hehehe…,

Kata Bu Dini, kalau menggambar itu cuma pakai pergelangan tangan saja, siku enggak boleh bergerak. Nanti jadinya miring atau melengkung. Sebelum dikasih tahu Bu Dini, aku menggerakkan sikuku, jadinya sketsaku jelek, hehehe…

Ternyata, cara memegang pensil itu ada caranya, lho! Tapi susah menjelaskannya, jadi kalau mau tahu ke Malang aja… 😛

Cara membuat gradasi, kotak, dan garis-garis juga diajarkan. Yang paling susah menurutku kotak dan garis-garis. Gradasi lumayan, sih, walau berkali-kali salah. Hehehe…,

Sudah membuat satu bola gradasi yang lumayan bagus, namun sayangnya ‘hitam-hitam’ yang di sebelah kiri terlalu panjang (pasti kalian nggak tahu maksudnya ya -~-)

Ini beberapa photoshoot hasil karya aku dan hasil contoh Bu Dini. Yang bagus-bagus punyanya Bu Dini yah… hehehe.

 

IMG_20150310_152145
Bu Dini yang bikin kotaknya, hehehe :-}

 

IMG_20150310_152204
kotak-kotak bikinanku…. super nggak rapi!

 

IMG_20150310_152331
bola-bola cokelat… enggak-enggak. kiri atas kayaknya punya Bu Dini ^^

 

Eh tadi aku bikin pisang goreng… ini salah satu photoshoot-nya. Aneh ya bentuknya? Tapi pisang goreng memang begitu koq… yang penting rasanya XD enak lo… mau nggak?

 

IMG_20150310_153205
Siap masuk ke mulut… nyemnyem…

 

 

 

Mau tau cara bikin pisang goreng? Sangat gampang. Campurkan 3 sendok makan tepung terigu dengan sesendok makan/setengah sendok makan tepung beras dengan air mentah, lalu aduk. Airnya jangan kebanyakan, secukupnya saja agar adonannya kental. Jangan sampai cair, kalau cair nanti pisangnya tak bisa renyah.

Setelah adonannya selesai, aduk. Lalu masukkan potongan-potongan pisang ke dalamnya. Panaskan minyak dalam wajan dan masukkan pisang-pisang yang dilumuri adonan ke dalamnya. Aku penggila pisang goreng, sekali makan bisa ngabisin sepuluh sampai lima belas… hehehe.

Udahan ya, mau browsing dulu. Sekalian nyari ide buat nulis cerita lagi… xoxo!

One thought on “Praktek Sketch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s