A ‘Chev’

Halo everybody! Kemarin aku bikin martabak sama terang bulan (lightmoon), lho… Wuuueeennaaak! Tapi sayangnya, adonan terang bulannya kebanyakan (resepnya memang untuk porsi banyak), jadi enggak abis. Aku bikin kan malam, tapi umi dan aku keburu ngantuk sehingga kami pun meninggalkan adonan itu di wadah dengan resiko berubah rasa menjadi kecut.

Ndak papa deh, yang penting bisa bobo sebentar! Hehehe… Lagian martabaknya juga enak, lebih renyah dan lezat daripada yang dibeli di toko… ๐Ÿ™‚

Sorry guys, aku baru nge-post-in hari ini. Soalnya kemarin sibuk banget nyampurin bahan-bahan ini dan bahan-bahan itu buat bikin martabak dan terang bulan yang kadang disebut martabak manis.

Ini foto bahan-bahannya (belum ditimbang/diukur):

IMG_20150315_193021
Ada air 600 ml, margarin, fermipan 1/2 sdm, tepung terigu 125 gr, keju buat isi, susu kental manis buat isi, dua butir telur ayam kampung, garam, dan gula. Ini atas ide kakakku yang lama nggak merasakan martabak goreng dan martabak manis… ><

Terus, aku mencampurkan tepung dengan gula. Tidak asal-asalan, ya, tentu saja pakai timbangan ><

IMG_20150315_194224
Timbang tepungnya…
IMG_20150315_194156
Sepasang sahabat: Tepung terigu dan Gula ๐Ÿ˜‰
IMG_20150315_194244
Mencairkan margarin menggunakan teflon ^^
IMG_20150315_194313
Pink Princess rupanya yang sibuk mencairkan margarin ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜ฎ
IMG_20150315_194837
Kocok telurnya dan tuang ๐Ÿ˜
IMG_20150315_200250
MIXER!

Aku nggak pakai kerudung, makanya nggak ikutan difoto. Fotografernya Abi, pakai tablet-nya.

Ini hasil jadi kue lightmoon yang baru difoto saat dingin keesokan harinya:

IMG_20150316_071644
Udah berantakan -_- tapi sebelumnya selezat lasagna (nggak pernah nyoba kok :P)
IMG_20150316_071623
Ini cukup rapi ~ala kritikus makanan

Oya, kalian mau tau cara bikin kulit martabak? Gampang. Campurkan sebutir telur, sesendok tepung sagu, sesendok tepung beras dan air mentah secukupnya. Jangan kental. Sampai cair, tapi airnya jangan kebanyakan. Setelah itu aduk agar buntelan tepungnya berubah larut di air.

Lalu goreng di teflon. Minyaknya harus sangat sedikit, nempel di permukaannya doang. Jangan sampai ada cairan minyaknya (kalian pasti nggak ngerti maksudku ;().

Udahan ya, aku mau selfie sebentar, lalu nutup laptop. Nggak, nggak, I dont like selfie… kecuali lagi mood. Hehehe…

Yuk tidur! Mumpung PR-ku mau selesai. PR apaan? Itu, PR dari Bu Dini, teman umi yang penulis sekaligus guru gambarku. Aku baru nyelesaiin malam ini. Lumayan cepat, ya? Hehehe… padahal itu tugas Selasa lalu. ๐Ÿ˜›

Hoaaahmm… babai. Insya Allah besok Geng Empat Bersaudara kutulis lagi. Hari ini belum mood. Besok aku juga harus berangkat jam enam kerumah Bu Dini, jadi aku mau bobo dulu. Babaaaaiiiiii!

NB: Yaah, tugas membuat puisiku untuk dipentaskan di acara Karangploso belum jadi. Gepepelah, besok aja ~suka menunda-nunda ๐Ÿ˜›

NB2: Rencananya aku mau bikin pizza mini. Menerima usulan Kak Aisyah, nggak usah dioven, digoreng di teflon dah jadi. ๐Ÿ˜› Thx bingitz Kak Ais! :*

6 thoughts on “A ‘Chev’

  1. Bagi dong zahraaaaaa :3 oh iya, teflon-nya kasih minyak dikit ya, kalo ada minyak zaitun deh ๐Ÿ™‚
    oh ya, itu cara buat kulit martabak mesir ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s