Perpustakaan yang Asyik

Hola, guys! Tadi aku seru banget, loh, main di perpustakaan Unmuh (UMM). Kukira di sana nggak ada buku untuk anak-anaknya, tapi ternyata ada. Aku gembira bukan kepalang, lho, apalagi waktu melihat buku komik Tin Tin dan buku Hantu Penculik serial Noni yang ditulis oleh Bung Smas. Aku penasaran sama buku itu, setelah baca buku Nyanyian Ibu yang mungkin serial Noni yang pertama.

Ada juga beberapa buku princess, buku Twilight (yang ini aku nggak tertarik. Kalau buku Harry Potter sih aku sudah gembira setengah mati), buku Dongeng Shakespeare, dan beberapa buku KKPK. Oh ya, ada juga buku KKPK Hari-Hari di Rainnesthoods karyanya Kak Izzati. Aku memutuskan untuk membacanya akhir-akhir aja, eman, hehehe…

Aku diberi umi uang sebesar lima puluh ribu untuk makan di kantin perpustakaan. Aku menerimanya, menaruh di saku. Oh ya, hari ini aku, umi, abi, dan kakakku ke perpus untuk belajar cara mengelola perpustakaan. Soalnya, petak tanah dibelakang rumahku yang cukup besar akan dibuat abi sebuah perpustakaan mungil. Soalnya, buku-buku kami sudah menumpuk. Raknya nggak cukup, hehehe…

Umi bilang, nanti kalau mau pulang ke kantornya umi yang tidak begitu jauh dari gedung perpustakaan. Aku hanya mengangguk, berpikir-pikir, apa nanti aku mau pulang? Tapi ya mungkin harus, soalnya sore nanti ada les menggambar sama Bu Dini. Pagi tadi nggak bisa, diganti sorenya.

Kalau nggak ada les nanti sore, mungkin sampai malam aku betah di perpus ini, hihihi…,

Aku agak grogi saat umi, abi dan kakakku pergi, soalnya aku satu-satunya bocah cilik di sana. Yang lain mahasiswa dan mahasiswi semua. But

Seorang mahasiswa cowok berjalan mendekat dengan mukanya yang selalu nyengir, lalu mengambil sebuah buku di rak belakangku. “I Love You, Bunda!” gumamnya seraya cekikikan. Mungkin buku yang diambilnya berjudul begitu, ya? Aku mengumpat dalam hati, apa orang ini nggak waras? ~maybe kalian nggak ngerti maksudku ya. Yang nggak ngerti silakan komen

“Tak pinjem dulu ya Dek…,” kata mahasiswa berkulit cokelat legam itu, padahal buku itu sama sekali bukan buku yang dibaca aku. Mungkin orang ini benar-benar sudah gila.

Mahasiswa itu agak cekikikan, lalu kembali ke teman-temannya yang lagi asyik di meja perpus. Huah! Aku mengumpat lagi.

Lupakan. Aku mengambil buku Dongengg Shakespeare, lalu mulai tenggelam dalam kisahnya yang apik dan harmonis itu. Kebanyakan tentang cinta, apalagi Romeo dan Juliet. Kalau nama ini, aku yakin kalian sudah mengenalnya.

Kata orang, Shakespeare itu karyanya bagus-bagus. Makanya aku tertarik. Memang, pilihan katanya sangat tepat dan aku yakin Shakespeare ini penulis terkenal pada masanya.

Eh, koq malah ngomongin Srekpeer, sich? Ngomongin aku aja, Neng.., ๐Ÿ˜›

Posting-ku yang ini koq malah gak nyambung, ya? Nggak apalah. Yang ngerti post ini Insya Allah orang paling cerdas di dunia. Hehehe…

Sudahan, ya, aku belum shalat dan sikat gigi. Adekku udah tidur, tuh. Kakakku masih main game. Abi dan Umi, entahlah sedang ngapain. Soalnya mereka sedang ada di ruang depan, aku di kamar umi. Bay bay! *suara lokomotif menghembuskan ‘napas’-nya pun terdengar. Jess Jesssss!!!

4 thoughts on “Perpustakaan yang Asyik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s