Hari Tanpa Kegiatan

Hello! How are you, guys? I hope you’re all happy… Hmm, lets we think. Apa yang akan kuceritakan hari ini ya? Oh, tentu saja bukan kalau malam ini aku makan sate ayam dan sudah menyelesaikan buku Negeri 5 Menara karya A. Fuadi dalam jangka waktu lima jam. Yah, boleh dibilang tiga setengah jam, ya, soalnya aku baca buku itu sambil nyambi. Hehehe…

Hari ini memang hari tanpa kegiatan. Penuh kebetean dan…

I want to tell you that there is NO adventure today. Yeah. But, four more days again, I will go to —- with my brothers and my dad. Happy? Yeah. Maybe.

Andai saja kuturuti saran Bu Farida meminjam bukunya sekaligus dua agar tak menghilangkan kebosanan di rumah karena meminjam bukunya dan selesai dalam waktu satu-dua hari, pasti sekarang aku tak semenderita ini. Sudah nyaris semua buku di rumah kubaca, kecuali kitab milik umi atau buku-buku yang memang nggak mau kubaca…

Gara-gara hari ini tidak ada petualangan seru yang bisa kuceritakan kepada kalian, aku tidak punya bahan cerita lain kecuali lagi bete karena nggak ada ide buat nulis novel baru. Nulis sedikit, hapus… Nulis lagi, hapus…

Maybe, sometimes my brain its have nice idea and ‘kinclong’ mood, and my blood is fresh for dinner. Eh, no no, for writing I mean… Hey, mungkin kalian bingung, mengapa posting-ku yang kali ini seperempatnya berisi Inggris. Yah, setelah baca Negeri 5 Menara, aku jadi semakin kuat nekadnya untuk belajar Inggris-Arab-Indonesia.

Hari ini, project novelku masih belum jadi. Mood-ku hilang dalam sekejap, padahal mungkin baru kemarin, eh kemarin kemarin kemarinnya lagi aku menyelesaikan sekitar 4 lembar dalam waktu dua tiga jam. –Maybe– rekor baru untuk gw… hehehe.

Eh, kalian tahu nggak mimpiku yang paling dalam selain dapat tiket surga, membahagiakan orangtua, keluarga dan teman, menjadi penghafal Al-Qur’an, jadi koki, dan guru ngaji? Of course, mimpiku adalah berkehidupan seperti Om Fuadi yang sekarang kembali kuidolakan (Setelah sekian lama terlupakan dari sejarah otak kepalaku). Dapat banyak beasiswa, bisa berbahasa Arab dan Inggris. Atau Kak Gayatri, aku juga mengidolakannya karena dia bisa menguasai berbagai bahasa yang –Maybe– bisa kukuasai juga. Asal tekad, dan man jadda wajadda…!

Sekarang mottoku memang mengikuti motto PM di Negeri 5 Menara –true story– karya OM Fuadi. Yup, man jadda wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Wow.

Udahan ya, yang protes silakan protes satu abad lagi, okay? Ingat saja, MAN JADDA WAJADDA!!!!

 

 

 

 

NB: Maaf, penulisnya terlalu kuat dalam bercerita malam ini. Sampai teriak-teriak barang. Kan bukan Tyson atau Ustadz Torik di Negeri 5 Menara? Peace~

2 thoughts on “Hari Tanpa Kegiatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s