Super Perfect Day!

Semerbak wanginya kue kuker yang sedang kupanggang sampai melayang ke kamar umiku. Aku benar-benar bahagia, Kawan, kueku telah berhasil dengan sempurna.

Eh, balik dulu ke tempat nonkue dulu ya. Tadi siang, aku ‘kuliah’ di coursera.org. Aku mengambil jurusan Nutrition and Children Food, kalau tidak salah. Pembimbingnya aku lupa namanya, namun universitas yang membinanya adalah Universitas Stanford. Kemarin, sih, sebenarnya aku kuliah juga di sana, namun lupa mencantumkannya di posting-ku.

Kalau tadi sore, keringatku merembes. Aku dan Tazkia bermain sepeda bareng. Dia menggunakan sepeda pink-nya yang besar, sedang aku memakai sepeda hitam putih kakakku yang kemarin dibawa abi pulang dari tempat pemakaman… eh servis.

Tapi, di dekat gapura, kami bertemu dengan Mbak Amel dan Mbak Kiki… dan mereka ikut main sepeda. Mbak Kiki memboncengku dan Mbak Amel membonceng Tazkia. Maklumlah, kami berdua yang masih SD ini tak mungkin bisa membonceng mereka yang sudah SMP itu…,

Sehabis main sepeda, aku dan Tazkia pulang. Menonton teve sekilas, lalu shalat Maghrib. Sebelumnya, umi baru pulang dari kampus UMM 2, dijemput abi. Memang, di Malang ada tiga buah kampus Unmuh: UMM 1, UMM 2, UMM 3. Umi hanya kadang-kadang saja mengajar di UMM 2, setiap hari seringnya mengajar di UMM 3. Kata umi, umi hanya bisa mengajar di UMM 1 kalau sudah dapat gelar doctor. Wiiiw!

Setelah shalat Maghrib di masjid, aku dan Tazkia mulai memasak kue. Kue yang kemarin kubincangkan dengan kalian… ingat
nggak? Kalau nggak ingat, telusuri lagi daftar isi blog ini, kalian bisa memesan cheesecake atau stir-fry. Hei, memang blogku ini tempat memesan makanan?

Kue ini bernama Kue Kering Teflon. Aku dapat resepnya dari Bu Halima di salah satu grup WA umi. Aku sangat beruntung, karena kue kering Teflon jarang ditemukan di Google. Bila ditemukan, mungkin rasanya tidak seenak kue dari resep Bu Halima yang pintar masak kue dan sering membagikan resep ke grup WA yang dianggotai umi itu. Yang mengisi grup itu hanyalah ‘warga’ homeschooling yang tinggal di Malang. Kadang-kadang, mereka mengadakan pertemuan.

Duh, bau kuenya sampai sini. Hidungku sudah sesak terisi aroma kue yang sangat wangi itu. Jujur saja, aku benar-benar puas dengan kue buatanku dan Tazkia ini.

Aku dan Tazkia berbagi tugas. Karena umi ingin tahu kecap, aku juga membuat tahu kecap. Gampang, kok, bikinnya. Tinggal potong-potong tahu secukupnya, lalu menggorengnya sampai kuning dan menggembung. Pastikan tidak ada putih-putihnya lagi yaaa. Lalu, sambil menunggu matang, irislah 2 butir bawang merah dan bawang putih. Eiiits, jangan lupa tomat, ya, satu butir, diiris-iris tipis. Lalu, masukkan tahu yang sudah digoreng itu ke dalam mangkuk dan sertai dengannya irisan tomat dan bawang.

Aku membantu Tazkia menimbang bahan-bahannya. Lalu, dia menguleninya sampai berwarna coklat. Aku masih kewalahan menggoreng tahu, mengiris bawang, tomat, mencari kecap, dan sebagainya untuk membuat tahu kecap. Jadi, tak begitu konsentrasi dengan Tazkia yang masih asyik dengan pekerjaan bagiannya.

Setelah itu, saat akan dipanggang, tiba-tiba terdengar suara klakson motor yang berbunyi beberapa kali di depan rumah. Aku mengeluh kesal.

“Yah, waktu mau dipanggang langsung dijemput,” keluhku kesal.

“Ya udah, aku udah dijemput. Daah, Azzah!” pamit Tazkia. Aku melihat keluar. Tampak Bu Ira, tetanggaku yang merupakan teman dekat Bu Dian, umi Tazkia, sedang menaiki motor dengan Aiman yang memakai topi di depannya.

Tazkia memilih pulang dengan sepedanya, karena, masa dia meninggalkan sepedanya di sini? Garasi, kan, juga kepenuhan! Lagipula, mungkin tidak sampai hati dia meninggalkan sepeda pink-nya itu di sini. Yah pastilah dibawa pulang.
Kuenya butuh dipanggang lama, soalnya dengan api kuuuecccciiiil. So, sambil menunggu, aku membawa buku The Great Ghost Rescue karya Eva Ibbotson yang sudah lama tidak kubaca. Dan, sambil menunggu juga, aku memakan buah duku dan jeruk yang dibawa pulang oleh umi sepulang dari kampus…

Setelah mengira-ngira waktu, aku berlari ke dapur. Membuka tutup yang menutupi Teflon, lalu memotong sebagian salah satu kue dengan sendok kayu. mendinginkannya sedikit, lalu membawanya ke ruang depan tempat aku, kakakku, adikku, dan abiku sedang bersantai. Aku mencicipi sedikit, tersenyum sumringah.

“Enak banget! Mau nyoba, Mas?” tawarku pada kakakku yang lagi asyik main game di bawah meja itu. Kakakku mengiyakan, langsung melahap potongan terakhir di tanganku.

“Lho, separuh aja!” aku memandang mulut kakakku yang sedang mengunyah-ngunyah.

Kakakku tak menjawab, abi menegur sedikit karena dia memakan semua kue itu. Lalu, aku memotong lagi dan memberikannya kepada adikku yang sudah kepengen nyoba. Rasanya sedap banget, dicampur rasa chocochip yang superduper lezatos! Rasanya yang sedap membuatku ingin lagi.

Kemudian, aku teringat Tazkia. Dia sudah membantu banyak dalam hal ini, namun pulang sebelum kuenya selesai dipanggang. Aku memutuskan untuk membawa seluruh kue yang sudah jadi ke rumahnya. Masih jam delapan, tak mungkin dia sudah tidur. Lagipula, ada sepeda kakakku menunggu di teras.

Aku menaruh kue-kue itu di kotak, lalu menaruh kotak itu di plastik kecil agar gampang dibawanya dengan sepeda. Setelah mengambil kerudung, aku meluncur ke rumah Tazkia. Dia sempat heran aku datang malam-malam hanya untuk mengantarkan hasil kuenya dan bertanya jahil,

“Bisa nggak pulang sendirian?” godanya. Aku hanya nyengir, tentu saja bisa. Hanya melewati satu belokan yang teman-temanku malas melewatinya. Kenapa? Entahlah. Aku bukan si empunya penglihatan seperti itu.

Mungkin, ini posting-ku yang paling banyak, ya. Yah, aku sedang mood menulis Oh ya, ini resep kue yang sudah kalian tunggu-tunggu dari kemarin. Ini buat pemula dan yang tidak punya oven. Yang pemula dan memiliki oven boleh, kok, mencobanya, tapi ini mungkin tidak dibuat untuk menggunakan oven (kebolak balik ya?).

 

Resep Kuker Teflon ala Bu Halima

Bahan-Bahan:
200 gr tepung cakra kembar/segitiga
1 btr telur
200 gr Blueband/mentega/margarin biasa
1 sendok teh baking soda
3 sdm susu bubuk
Setengah sendok teh garam
100 gr palm sugar atau gula halus
Chocochips secukupnya

Cara Membuat:
Aduk semua bahan jadi satu lalu dipipihkan sesuai selera
Panggang diatas Teflon yang sebelumnya telah dipanaskan dengan api kecil (aku memanaskannya pakai mentega juga)
Sajikan.
*ala Bu Halima Ratu M.*

Naaaa…. Siapa yang tertarik bikin? Rasanya suedap, apalagi kalau kalian ngasih chocochips agak banyak. Rasanya jadi lezat! Eh, sudah ya. Sudah 3 lembar Microsoft Word, nih. Lagipula, jam 9 tinggal kurang dari setengah jam lagi. Kalau bikin kue ini, tulis hasilnya di blog kalian dan kirim urlnya ke aku, ya! Eh, tahu nggak, ini hari apa? Ini hari Super Perfect Day!

3 thoughts on “Super Perfect Day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s