Hari ‘Resensi’

Ittadakimasu!

Eh, nggak ya guys, aku nggak benar-benar mau makan kok. Di Jepang, kalau mau makan kan, sebelumnya berkata begini, ‘Ittadakimasu’! Aku hanya meniru-niru saja dari film Conan dan beberapa buku bernuansa Jepang lainnya yang kubaca.

Hari ini sangat menggembirakan! Aku dipinjami Bu Wiwid, teman umiku yang punya buku sangat banyak, delapan buah buku yang bagus-bagus. Walau satu diantaranya level katanya sangat berat dan belum kupahami, sisanya sangat menarik. Sejak jam setengah sembilan tadi pagi, aku sudah membaca tiga setengah buku. Sekarang, aku masih membaca buku berjudul ‘Momo’.

Aku juga sangat senang, karena dipinjami juga sebuah buku karya Roald Dahl berjudul Matilda. Itu buku yang cukup langka sekarang, dengan cover lama dan kertas-kertas yang sudah mulai menguning karena tuanya. Tapi ini yang kusuka! Aku lebih suka buku dengan kertas kuning dan berbau khas kertas tua daripada buku dengan kertas putih berbau harum.

Selain Momo -Michael Ende- dan Matilda, aku juga dipinjami buku Ways to Live Forever karya Sally Nicholls, Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken karya Jostein Gaarder, Catatan Harian Anne Frank, Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran karya Mark Haddon, Botchan karya Natsume Soseki, dan the last one yang paling tebal dan bahasa katanya paling berat adalah Dan Damai di Bumi! karya Karl May.

Karena buku Momo belum selesai kubaca, aku masih belum mengerti alur ceritanya. Tapi kalau Matilda, itu cerita tentang seorang anak jenius yang tidak disukai kedua orangtuanya dan lebih pintar dari anak manapun yang berumur 5 tahun di dunia ini.

Kalau buku Ways to Live Forever sangat membuatku terharu (namun nggak sampai bikin nangis kayak karyanya Tere Liye), karena buku itu menceritakan kehidupan seorang anak lelaki bernama Sam yang hidup di tengah-tengah kukungan penyakit kanker darah alias leukimia.

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran buku kedua setelah Matilda yang paling kusukai. Itu cerita tentang anak autis yang tidak suka dia dipeluk, disentuh orang lain, pokoknya berbedaaa banget sama orang-orang normal di dunia ini. Namanya Christopher, dia mengidap penyakit autis bernama Sindrom Asperger.

Aku belum baca Botchan, jadi nggak ada sekutip ayat, eh, resensinya dari buku itu di posting-an ini.

Catatan Harian Anne Frank adalah cerita seorang… seorang apa, ya? Aku baru baca sedikit, jadi sorry bin morry, aku nggak bisa nulis resensinya.

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken belum kubaca, sorry!

The last one, Dan Damai di Bumi!, belum kubaca sama sekali dan aku tidak berminat membacanya karena bahasanya yang level orang dewasa. Dibandingkan buku itu, aku lebih mending baca buku-buku umi yang judulnya ‘Amazing Parenting’ atau ‘Oyako no Hanashi’, cerita lucu Bu Aan Wulandari sewaktu tinggal di Jepang. Lucu banget! Aku sampai tergelak-gelak membacanya.

Oke, sudahan ya, anggap aja ini hari resensi buat kita2. Hehehe…

8 thoughts on “Hari ‘Resensi’

  1. Hwaaaaaa, Matilda, dia gak begitu di sukai smaa ortunnya kan? trus kalo gak salah bisa menggerakkan benda dari jauh ya (?) lupa inget, habis cuma di ceritain Ummi 😦
    Kapan ya bisa bacaaaaaa T^T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s