Detik-Detik Kebahagiaan

Sungguh, tak bisa kutuangkan segala perasaanku tentang betapa bahagianya aku lolos KPCI (Konferensi Penulis Cilik Indonesia) untuk ketiga kalinya kini. Walau terdapat sedikit rasa sedih karena seorang sahabatku sesama Homeschooling dan sesama anak Malang tidak lolos, aku berharap dia bisa lolos tahun depan.

Awalnya aku merasa pesimis. Melihat status-status teman-temanku di Facebook, mereka menyatakan kalau mereka sudah ditelepon oleh panitia KPCI. Aku menangis cantik membacanya, dengan isak-isakan gaul yang tidak bisa kau sebut cengeng. Yah, aku mengaku saja deh, saat itu aku sudah sedih banget dan yakin sekali kalau aku memang tidak lolos KPCI.

Hari itu, sehabis shalat Magrib berjamaah dengan umi.

Aku menumpahkan segala kerisauanku tentang status-status teman-temanku yang terdengar bahagiaa sekali karena telah ditelepon oleh pihak KPCI. Umi menghiburku, yang baru kusadari setelah beberapa saat kemudian kalau terdapat udang di balik batu.

Abi dan kakakku yang baru pulang dari masjid tampak tersenyum-senyum sendiri. Aku agak terkejut melihat wajah mereka yang ‘berbeda’. Dengan otak detektipku aku segera mengira kalau mungkin aku pasti lolos KPCI dan abi, umi, serta Mas Azmi bersekongkol menyembunyikan fakta itu dariku.

“Umiii, gimana ini! Aku nggak lolos KPCII!” gerutuku dengan kesal, berguling-guling di lantai.

Umi pergi sesaat, lalu kembali sambil membawa sesuatu di balik mukena putihnya. Rupanya, itu handphone umi. Aku ditunjukkannya layar handphone itu. Oh, ternyata WhatsApp abi. Tapi… Tunggu! Lihatlah, tampak sebuah gambar disana. Gambar pengumuman KPCI 2015, Lomba Cerpen Kategori Penulis. Aku terkaget-kaget, rupanya benar sangkaanku, kalau abi, umi, dan Mas Azmi telah bersekongkol untuk membuat surprise bagiku.

Dengan cepat air mataku mengering. Aku memerhatikan namaku yang tertera di antara puluhan anak yang lolos. Kebanyakan anak di Lomba Cerpen Kategori Penulis merupakan teman Facebook-ku. Seperti Princeyla Aughea, teman sekamarku saat KPCI 2014, Queen Aura, Fayanna AD, Nadia Shafiana R, teman sebusku saat KPCI 2014, Alifia Ayu Rizki Alya, Najma Auly, dan masih banyak lagi.

“Aku lolos KPCI…,” desisku bahagia. “Makasih, Umi!” kupeluk umi dengan erat.

Dan kupelototi abi yang senyam-senyum sendiri melihatku sebahagiaku itu. “Abi sama Mas Azmi Jahat, telah membuatku nangis-nangis sendiri,” tuduhku.

“Lho, makasih sama abi, abi yang ngirimin foto pengumuman itu ke WhatsApp umi,” sela umi.

Aku tak menggubris, kembali melihat gambar itu lagi.

Untuk ketiga kalinya, aku akan kembali melihat teman-temanku. Untuk ketiga kalinya, aku akan duduk dan berpeluh saat sedang mengarang cerita untuk lomba. Untuk ketiga kalinya, aku akan pergi bertamasya dengan para finalis #KPCI2015!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s