Tidak ada ide untuk judul posting ini. Karena berbagai pengalaman telah kualami hari ini. Sains, bermain kembali bersama sahabatku setelah sekian lama tidak bisa bermain lagi karena terhalang oleh kesibukan masing-masing di pondok pesantren kami yang berbeda, mengetik naskah KKPK Next-G, dan berpikir-pikir untuk mencoba mengirimkan karyaku ke Gramedia.

Ini hari yang lumayan asyik, tapi juga sedikit sedih dan kesal saat aku tidak bisa melanjutkan ketikan naskah KKPK Next-G-ku. Padahal, sudah kubuat rancangan semua naskahku, dan saat membuatnya, aku benar-benar kehilangan ide atas itu. Aku suka menggambar komik, tapi tidak suka membuat naskah ceritanya. Entah mengapa, ideku benar-benar hilang hari ini.

Jangan ngece, ya, kenapa postinganku hari ini mirip seperti essay. Kata-katanya yang lebih mirip essay daripada postingan biasa… Itu karena aku belakangan ini lebih suka berimajinasi tentang duniawi. Sejak adanya asap Riau yang membuat warga Indonesia tampak sangat marah pada pemerintah, yang menurut mereka kurang bisa berpikir jernih tentang cara membuat Indonesia kedatangan rezeki, yakni hujan deras yang dapat mengusir asap-asap itu.

Membuat hujan buatan?

Tidak bisa. Asap terlalu tebal, maksimal pandangan hanya bisa mencapai 200 m, minimal satu meter. Dan, salah satu yang membuatku sedih, banyak orang dan anak-anak yang terkena kanker paru-paru karena asap yang tebal itu.

Malang pun sudah terkena. Katanya, gunung Semeru pun sudah terbakar di satu titik. Aku sedih mendengarnya, dan juga sedih saat tahu seorang sahabatku, Fathimah, pulaunya terkena semburan asap. Dia tinggal di Sumatra Barat, dan aku takut kalau misalnya dia dan kakaknya, Kak Aisyah, terkena kanker juga seperti mereka yang tempatnya 100% terkena asap tebal.

Aku ingin sekali…

…Musibah ini berhenti…

:”(

4 thoughts on “

  1. Hi, Azzahra. Setelah sekian lama aku menanti tulisan terbarumu di blogmu ini, aku senang sekali mendapati tiga postingan baru. Aku turut senang akan prestasi KPCI-mu. Dan aku baru tahu, kamu baru lulus SD ya? Dan kamu masuk pesantren? Aku hanya menebak πŸ™‚

    1. Hai juga, Kak. Hehe… Makasih sudah menanti-nanti dengan bahagia, ya. Termakasih juga dengan kesenangan Kakak walau aku nggak menang πŸ˜€ πŸ™‚ Eh aku belum lulus, anak HS baru boleh ujian paket umur 13. Aku rencananya tidak masuk pesantren, tetap HS πŸ™‚

      1. Oh, bagus dong. Jadi kamu ujian tahun depan ya? Sama dong, kayak Luqman. Eh, sama kayak aku dong, aku juga masih HS pas SMP dan mungkin pas SMA juga πŸ™‚ πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s