Saat Postingku Menjadi Gaje

Maaf sekali aku tidak bisa menerbitkan posting di waktu sesuai janjiku. Semalam, lampu mati dan wi-finya tidak menyala sampai pagi. Namun aku mengetik ini di Word terlebih dulu, yaitu saat wi-finya tidak menyala, so kalian bisa menganggap hari saat kalian membaca tulisan ini adalah hari Rabu. Hehee…

Kegiatan yang kulakukan sejak tadi siang adalah membuat komik. Sejak kemarin siang, aku membuat komik yang menceritakan kehidupan seorang anak homeschooler. Tentu saja tokoh utamanya adalah aku dan keluargaku. Namun jangan khawatir, suatu saat pasti akan ada namamu disana, di cerita yang kubuat dalam bentuk komik 😀

Dan jujur, ini pertama kalinya aku berhasil membuat komik dengan gambar yang cukup rapi dan tidak mencong-mencong seperti biasanya. Kekurangannya hanyalah aku memakai kertas folio, dan saat discan, aku terpaksa memotong sebagian jatah kertas agar bisa discan. Scanner yang ada di printer milik abiku, hanya bisa untuk kertas A4 saja, untuk kertas folio dan sebagainya, terpaksa difoto dengan lensa Lenovo sajalah 😀

Sebelumnya aku ingin meminta maaf, karena Adobe PS belum bisa ku-install di laptopku, jadi untuk sekarang komik yang kubuat ini belum ada tulisan dalam balon katanya.

Aku memang memutuskan untuk tidak menulis kata-katanya menggunakan spidol yang kupakai, melainkan dengan mengetiknya saja seusai discan. Kalau ingin jujurnya sih, aku mengaku kalau tulisanku jelek, jadi lebih baik diketik saja 😀

Sebelumnya, aku juga ingin meminta maaf, karena judul yang kubuat dengan bentuk doodle itu terlalu ramai dengan pengunjung, jadi tulisannya nyaris tidak bisa terbaca. Yang bisa membacanya hanyalah orang bermata jeli sahaja.

Nanti tulis saja di comment, judul itu membentuk kata apa, yaa.

Ini contoh komik yang kubuat. Ini baru edisi pertama, dan edisi kedua baru separuh jadi:

My First Comic

***

Selain membicarakan tentang hobiku sebagai komikus cilik yang masih belum sehebat komikus-komikus lainnya seperti kak Romy Hernadi dan istrinya, kak Assyifa S Arum yang bersama-sama menerbitkan buku Muffin Graphics di DAR! Mizan. Gambar mereka sangatlah bagus, dan kak Romy memakai WACOM JB, sebuah alat menggambar untuk professional. Sayangnya budgetku masih belum bisa mencapai harga sebuah WACOM JB saja, yang berharga sekitar Rp. 1.750.000.

Lalu… kalian masih ingat tidak, dengan postingku kemarin? Aku menulis tentang penyakit ketegangan yang tidak pernah ada di dunia, kecuali saat menonton film hantu atau diculik wewe gombel. #eh

Aku mengatakan, kalau aku mengikuti ‘lomba berebut buku’ yang dibuat oleh Layanan HalamanMoeka. Sekarang aku akan menunjukkan daftar buku apa saja yang berhasil aku, kakakku dan umiku dapatkan. Yaitu:

Dua buah buku komik Tintin, yang berjudul Permata Castafiore dan Penculikan Lakmus. Lalu buku yang dipilih adikku, yang berjudul The City of Never. Lalu buku yang kupilih, yakni Kumdong Bobo Puteri Bau Kambing, Penemuan Gelas dan Kaca, Penemuan Televisi serta Double Act. Lalu buku yang aku dan kakakku pilih, yakni Rahasia Vila Kuno yang merupakan salah satu dari seri STOP, lalu buku The Witches yang ditulis oleh Roald Dahl, salah satu dari seri Trio Detektif yang berjudul Misteri Tengkorak Bersuara, dua buah 5 Sekawan yang berjudul Di Pulau Harta dan Karang Setan, lalu buku yang dipilih umiku, berjudul Pertanian Dunia, Kehidupan Prasejarah, kemudian Laut dan Samudra.

Bagaimana? Kepingin tidak?

Semua buku ini kudapatkan dengan susah payah, bergegas memberi comment di berbagai posting Layanan HalamanMoeka saat detik-detik awal jam delapan malam. Sungguh lega rasanya ada banyak buku yang bisa kami selamatkan dari maniak buku lainnya… hehee.

Gaizee, sebelum aku mengakhiri pembicaraanku malam ini, yang baru akan disiarkan besok Kamis, aku ingin memberitahukan kepada kalian beberapa fakta yang sudah beredar di kalangan meme. Kalangan comic maniak (bukan penggila komik, tapi penggila meme dan komedi), pasti tahu sebuah fakta yang kusebutkan di bawah ini.

“Dua buah Milkita sama dengan segelas susu…”

Jika tidak percaya kalau deretan kata di atas ini merupakan komentar yang paling sering disebut di posting FB Raditya Dika dan Meme Comic Indonesia, ketik saja kata-kata itu di kolom pencarian Google, pencet Enter. Akan muncul berbagai pernyataan kalau kata-kataku di atas benar sebagai komentar terfavorit para comic vaganza.

Kalau kalian sudah capai, mengantuk melihat posting tergajeku ini…

 

Sampai jumpa, gaizee!

4 thoughts on “Saat Postingku Menjadi Gaje

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s