Paranormal Survivor

Tadi siang, aku menonton channel Syfy. Sepertinya sudah ribuan kali aku menontonnya saking gemarnya aku dengan cerita horror macam itu. Walau aku terlambat menyaksikan seluruh videonya, tapi kurasa beberapa penggal lainnya bisa kuselamatkan dengan menulisnya seperti ini, membagi ceritanya pada kalian agar tidak bersedih (T,T).

Serial yang kutonton siang tadi adalah Paranormal Survivor, sebuah tim yang diketuai oleh ayah Aimee. Dan, kali ini, film horor Paranormal Survivor yang kutonton bertemakan tentang seorang bernama Nina Cruz, berputra satu, mengeluhkan, kalau rumahnya yang bernama Cruz Residence ditinggali hantu.

Setelah menanyakan berbagai macam tentang gejala hantu itu pada Nina, ayah Aimee menduga kalau apa yang dilihat Nina disebabkan oleh peperangan di masa lalu. Dia menyuruh Aimee untuk pergi ke seorang sejarawan peperangan yang langsung ditanyai Aimee berbagai pertanyaan.  Aku lupa beberapa detailnya, tapi sejarawan itu kemudian menyusuri peta dan menemukan kalau rumah Nina berada di area yang dulunya tempat para prajurit dirawat dan banyak dimakamkan disana.

Perlahan, ayah Aimee menemukan jejak-jejak kasus yang sedang dilaluinya sekarang. Dimulai dari langkah Aimee  ke sejarawan peperangan tersebut.

Kemudian, dua teman ayah Aimee yang bernama John dan George, yang sedang menyelidiki bagian halaman Cruz Residence, menghubungi ayah Aimee melalui walkie talkie yang selalu dibawa setiap anggota tim Paranormal Survivor untuk saling berhubung satu sama lain.

“Kami menemukan sesuatu di bawah semak,” kata John, yang langsung dihampiri ayah Aimee dan Margareth Cruz, putri Nina.

“Apa yang kalian temukan?” Tanya ayah Aimee. John menyodorkan sesuatu. “Kancing? Menurutku ini takkan banyak berguna. Lalu peluru, dan gesper. Akan kubawanya ke sejarawan saja,” katanya.

Ayah Aimee pergi ke sejarawan yang berbeda dengan sejarawan pertama. Kali ini, sejarawan yang ditemui oleh ayah Aimee bertugas di bagian peralatan dan senjata masa lalu. Sejarawan itu mengatakan seperti ini,

“Ini disebut peluru sakit,” katanya sambil menunjukkan peluru yang memiliki goresan di salah satu sisinya itu. “Dahulu para prajurit disuruh untuk menggigit peluru dengan gigi mereka untuk menahan rasa sakit yang mereka rasakan.”

“Kalau ini adalah lambang, atau logo yang biasa dikenakan para prajurit di bagian dada,” lanjutnya.

Dengan seluruh keterangn itu, ayah Aimee pulang dengan berjuta rasa penasaran.

Di saat malam mereka melanjutkan penyelidikan. Setelah memasang berbagai kamera di ruangan-ruangan untuk merekam bilamana ada hal gaib yang terjadi, John dan George duduk di ruangan bawah tanah dengan meletakkan sebuah alat yang dapat merekam gerakan elektromagnetik disana. Bila alat itu bergerak atau berbunyi, bisa jadi ada hal supernatural disana.

“Ada berapa ruh yang bersama kami disini?”

Hening.

“Apa kau seorang prajurit?”

Tetap hening. Tapi mendadak terdengar suara dentuman, dan John serta George terperanjat. Kemudian terdengar suara dari walkie talkie mereka. Bahkan ayah Aimee dan Margareth yang sedang melakukan penyelidikan di ruang atas juga mendengar suara dentuman itu!

“Kukira kalian yang menyebabkan suara dentuman yang sangat keras itu,” komentar ayah Aimee.

“Tidak, bahkan kami juga mengira kalau kalian yang menyebabkannya. Tapi kurasa suara itu berasal dari sini,” George beranjak dan memeriksa sebuah sudut dinding, namun hanya menemukan sebuah cermin disana. Dia tak menemukan benda yang jatuh, begitupula ayah Aimee dan Margareth yang menduga kemungkinan suara itu berasal dari benda yang jatuh diatas.

Ayah Aimee dan Margareth turun ke ruang bawah tanah menggantikan John dan George. Kali ini ada pula hal supernatural yang terjadi, yaitu saat ayah Aimee merekam sekeliling dengan kamera ultravioletnya, dia melihat pergerakan di dinding berwarna hijau dan kuning. Dengan senter dia menyinari bagian dinding yang terdapat pergerakan tersebut.

“Apa sebelumya ada lubang kecil ini disini?” tanyanya pada Margareth, masih menyinari lubang kecil yang aneh di dinding.

“Tidak ada,” jawab Margareth, sama bingungnya.

“Biasanya ini terjadi karena pergerakan hal gaib. Biasanya mereka merusak pintu atau jendela, dan dalam kasus ini mereka merusak dinding,” kata ayah Aimee.

Akhir-akhirnya, ayah Aimee menceritakannya pada Nina tentang semua yang terjadi disana. Setelah beberapa ‘pergerakan kedamaian’ untuk membuat rumah kembali normal, akhirnya tim Paranormal Survivor pun pulang dengan hati lega. Ayah Aimee menyimpan semua barang bukti gaib yang ditemukannya di museum barang supernatural miliknya.

***

 

Itulah ceritaku! Kali ini aku menceritakannya cukup panjang, bukan? Yah, memang, karena aku juga sedang memiliki mood untuk menulis blog. Begini saja, ya, sehabis ini aku ingin main fesbuk sejenak sebelum bersiap-siap berangkat menuju rumah Ustadzah Laila kemudian pergi ke Islamic Book Fair untuk tampil sebagai salah satu dari santri Tahfidz Qur’an Tematik (TQT) yang dipimpin dan dibina oleh Ustadzah Laila.

Sampai jumpaa~

5 thoughts on “Paranormal Survivor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s