HSBackpacker Goes in Malang!

Sejak awal kami memang berencana pulang dari Kampung Komunitas bersama Ulan. Ulan sebenarnya sih tidak ikut Kamtasia (singkatan dari Kampung Komunitas), dia datang di hari terakhir hanya untuk ikut ke Malang saja. Aku godain dianya, dia kaya pendatang gelap ke Kamtasia gara-gara terlambat daftar.

Kami naik bus ke Malang selama hampir 15 jam perjalanan. Dari terminal langsung ke rumah.

Hari itu tidak ada jadwal. Aku memilih untuk beristirahat saja karena sudah terlalu capek mengikuti Kamtasia. Ulan mencuci baju dan aku bermain laptop.

Besoknya, kami pergi ke Museum Angkut. Aku dan Ulan sama-sama sudah pernah pergi ke tempat wisata ini. Tahun lalu kalau tidak salah aku pergi bersama Om Dayat yang berasal dari Surabaya. Kami berangkat jam 11:30, dan begitu sampai langsung mengantri tiket. Sambil mengantri, aku menyiapkan kameraku, memasang lensa dan sebagainya.

Setelah membeli tiket, kami memutuskan untuk shalat Dzuhur terlebih dahulu di mushala yang terdapat diluar area Museum Angkut sebelum masuk dan menikmati banyak situs legendaries.

Di Museum Angkut, kami berfoto sepuas kami. Kalau bersama keluarga masing-masing, biasanya berfoto dengan gaya trendy itu bikin gengsi. Jadi mumpung sedang bepergian sendiri, kami puaskanlah berfoto gaya bebas di berbagai situs seperti Hollywood Boulevard, Hulk, Istana Buckingham, Liberty, Piramida, mumi Mesir, dan sebagainya. Tidak lupa juga berfoto dengan poster bergambar empat cogan legendaris, The Beatles sang raja rock.

Selesai di Museum Angkut, kami berjalan menyusuri trotoar mencari angkot jurusan Landungsari atau taksi Citra. Selama 1 jam kami berjalan mencari angkot sampai kaki pegal. Tahu begini, seharusnya aku pakai kemol aja, bukan sepatu biar jalannya nyaman walau kaya nenek-nenek.

Akhirnya kami dapat angkot juga. Aku tidur dan gara-gara itu kami hampir kebablasan saat melewati masjid Unmuh. Umi soalnya meminta kami turun disana aja agar abi jemputnya mudah. Apalagi kami juga belum shalat Ashar.

Waktu malamnya, kami menonton Youtube dan tertawa terbahak-bahak melihat Tommy Limmm bertingkah seperti bocah di video Tim2one collab bareng SkinnyIndonesian24, juga sewaktu Chandra Liow masih aja nggak tahu blocking. Gara-gara itu, paginya kami batuk parah dan dikira abi dan umiku penyebabnya adalah karena belum makan malam.

Kamisnya, kami pergi ke Jatim Park 1.

Kami berangkat jam 09:30. Setelah membeli tiket, kami mulai berjalan melihat-lihat isinya. Ada museum sejarah, seperti sejarah Pos Indonesia, Bank Indonesia, sejarah Indonesia zaman dahulu, rumah sains dan pengetahuan. Setelah itu, kami keluar dari gedung dan berpapasan dengan dunia wahana yang diimpikan para remaja.

Kami pertama kali mencoba Columbus, sebuah kapal bajak laut yang berayun-ayun kencang ke depan dan belakang. Aku dan Ulan sama-sama menikmati saat kapal itu berayun ke belakang, namun tersiksa saat kapalnya berayun ke depan.

Kedua, Spinning Coaster. Karena pengunjungnya sepi, kami naik hanya berdua walau kursinya ada empat. Oleh petugasnya kami disuruh duduk pisah, depan belakang agar seimbang. Spinning Coaster bentuknya zigzag dan berjalan sangat cepat. Sikuku sakit karena terus terbanting ke kiri. Namun aku mengkhawatirkan Ulan yang saat itu membawa kameraku (ngkhawatirin Ulan atau kamera, ya? Wkwkwk)

Lalu ada Dragon Coaster.

Setelah itu, aku memaksa Ulan untuk ikut aku naik Superman Coaster yang luar biasa ekstrim. Ulan yang ngeri nggak mau ikut dan akhirnya aku seperti orang jomblo naik sendirian. Setelah itu kami ke rumah hantu. Jujur, kami nggak teriak sama sekali di dalam. Dan itupula karena kami berdua sama-sama sangat takut untuk berteriak. Mana ada lagu Lingsir Wengi yang menyertai saat kami hendak mencapai exit.

Gara-gara rumah hantu itu, Ulan nggak mau lagi masuk ke rumah hantu Halloween dan setelah kami melewati rumah kaca dia memilih untuk balik. Aku yang sebenarnya gengsi dengan penjaga rumah Halloween di depan ngikut aja.

Setelah itu, kami menaiki Star Chase. Ini seru banget, dan yang ikut banyak. Kami berteriak-teriak sampai puas saat Star Chase itu memutar-mutar kami ke depan dan ke belakang.

Di Jatim Park ini, kami makan dua macam es krim yang total berjumlah 35.000 rupiah kalau tidak salah. Namun es krim yang terakhir, Rainbow Ice Cream, yang kami makan sebelum pulang, saking kenyangnya jadi tidak habis dan kami sama-sama membuang es krim itu walau sebenarnya mubazir.

Pulangnya?

Jalan lagi. Jauh banget, jaraknya dari Jatim Park 1 sampai gerbang di dekat Jatim Park 2. Dari sana naik angkot jurusan Landungsari, aku tidur (lagi), terus turun di masjid AR Fachrudin seperti hari sebelumnya.

Hari Jumatnya, kami melakukan kunjungan ke toko mie serdadu yang juga dilengkapi dengan toko buku sekaligus perpustakaan. Setelah itu kami pergi ke pabrik mie untuk melihat cara pembuatan mienya. Kami melakukan studytour ini bersama Bu Dina dan Bu Dini beserta anak-anak beliau, yakni Aisy, Anas, Azka, dan si kembar Keni dan Adit.

Mie Serdadu ini milik Pak Dodik dan Bu Arvita. Umi biasanya langganan mie disini. Mienya mie sehat dan macam-macam warnanya. Merah, hijau, oranye, hitam dan pelangi. Warnanya bukan dari pewarna biasa, warnanya berasal dari sawi, wortel, merang dan sebagainya.

Sabtu paginya kami pergi ke Kampung Jodipan atau Kampung Warna-Warni yang belakangan ini tenar sebagai tempat wisata. Rencana awal pewarnaan kampung yang awalnya kumuh ini digagas oleh enam mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Sabtu sore, kami pergi ke rumah Bu Sari untuk mengikuti sebuah acara Homeschooling. Disana saking capeknya aku tertidur saat sedang menonton Zootopia bersama anak-anak lain, dan bahkan saat aku masuk ke dalam mobil aku tidak ingat. Saat tidur, mendadak aku bangun dan mendapati hidungku mengeluarkan darah. Biasanya aku memang mimisan kalau kecapekan, jadi aku biarkan saja.

Sampai di Surabaya, aku langsung tidur. Pagi-pagi buta dibangunkan karena kami hendak mengantar Ulan ke bandara.

Di bandara, setelah mengantar Ulan sampai ke gerbang batas pengantar, kami shalat Subuh dan sambil menunggu pesawat Ulan boarding, aku dan abi menyempatkan diri menonton sepak bola  Brazil vs Jerman di Olimpiade Rio yang ditayangkan di teve bandara.

Done! Selesai sudah backpacker kami selama kurang lebih seminggu di Malang. Sampai ketemu lagi, Lan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s