Anak Homeschooling

Kurang dari dua minggu, aku mendapat dua orang teman baru. Dan tak hanya dari dalam negeri, salah satunya adalah foreigner alias orang asing.

Pertama, Kak Lyn. Aku pertama kali kenal dengannya adalah disaat aku mengikuti sebuah line proyeksi dan masuk ke sebuah grup Line berisi kurang lebih 350 orang. Disana, aku bertanya random tentang biaya tiket subway di Singapura. Dan Kak Lyn menjelaskan kepadaku kalau disana kita harus menggunakan kartu, bukan tiket (iya aku tau kalau aku memang super kudet).

Kemudian Kak Lyn mengajakku voice call, soalnya grup lagi sepi, ga ada yang lagi on dang a bisa diajak ngobrol. Awalnya aku nolak, karena lagi ga pake handphone (aku lagi pake Line di laptop waktu itu) tetapi kata kak Lyn aku bisa pake earphone.

Aku mengiyakan dan segera mengenakan headphone setelah itu kami saling mengobrol melalui voice call Line selama kurang lebih 45 menit. Untung seisi keluargaku sudah pada tidur, kecuali kakakku yang lagi asyik main game di komputernya.

Banyak sekali yang kami berdua obrolkan, seperti tentang Singapura, keseharian masing-masing, olshop, dan banyak hal-hal random. Dari itu aku tahu kalau Kak Lyn tinggal tak jauh dari tempatku tinggal, yaitu di Surabaya. Kak Lyn umurnya 15 tahun dan dia bersekolah di SMA Petra 1 Surabaya sebagai anak kelas 1 SMA.

Kami berhenti mengobrol saat sudah jam Sembilan, waktuku berhenti dari bermain laptop dan harus segera tidur.

Itulah Kak Lyn.

Kedua, ada Renee (aku lupa Reene atau Renee, jadi kutulis Renee aja soalnya lagi males buka DM).

Dia berasal dari Singapura, namun menetap di New Zealand. Aku pertama kali mengenalnya saat dia tak sengaja melihat bio igku yang betuliskan Homeschool Madchen (Homeschooling Girl), kemudian dia mengirimiku direct message Instagram. Dia bertanya apakah aku homeschooling. Saat aku menjawab ya, dia langsung menjawab kalau dia sangat senang bertemu dengan sesama anak homeschooling sepertinya (sama halnya denganku).

Umurnya tak jauh dari Kak Lyn, namun aku tak memanggilnya kak karena jelas tak ada kosakata ‘mbak’ atau ‘kak’ dalam Bahasa Inggris.

Saat aku bercerita aku bakalan ke Singapura 2 minggu lagi, dia berkata dia menyesal karena tak bisa bertemu denganku karena dia tinggal di New Zealand. Aku langsung berpikiran untuk menabung agar bisa ke NZ setahun atau dua tahun lagi dan meet up dengan Renee😂

Dari percakapan singkat kami, aku langsung tahu kalau Renee sudah menekuni homeschooling seumur hidupnya, yang artinya dia belum pernah merasakan sekolah formal yang bikin capek dan banyak peernya itu.

Renee punya 2 orang kakak cowok, sesuatu yang sudah kuimpikan sejak dulu yaitu punya kakak cowok lebih dari satu xD

Rasanya enak jadi anak homeschooling. Bisa berkawan dengan banyak orang dari  beragam tempat dan beragam kepribadian. Aku dan Kak Lyn itu sama-sama kpopers, kami beda fandom tapi akur kok :p kalau Renee itu aeris juga kaya aku. Akun ignya bukan akun ig pribadi melainkan akun fanpage.

Jadi gitu deh. Makasih buat orang yang mau ngeluangkan waktu lima menit buat baca segala celotehku ini.

2 thoughts on “Anak Homeschooling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s