Edutrip ke MalayPura (2/10)

Aku menghilangkan kebosananku di atas pesawat dengan memotret-motret luar jendela. Naik pesawat itu nggak selamanya enak, membosankan banget sebetulnya. Malah aku prefer naik kapal sebetulnya biar seru.

Pasti seru kan bergaya ala Titanic di ujung kapal, merentangkan tangan sambil menghirup udara segar, kkkk.

Di pesawat, aku banyak mengobrol dengan Mbak Aisha. Ternyata Mbak Aisha ini kpopers juga, kkk. Aku tahu setelah melihat wallpaper handphonenya yang menunjukkan gambar Wonwoo svt.

Akhirnya pesawat sampai juga. Kami segera turun dan menaiki subway ke KL Central. Ini pertama kali aku naik subway dan aku terkesan banget. Tempatnya nyaman, dingin dan sepanjang aku berada di Malaysia-Singapura, aku tidak pernah melihat orang lain membiarkan orang tua atau orang cacat tidak dapat tempat duduk.

Itu artinya mereka punya toleransi yang tinggi terhadap orang tua atau orang cacat. Bahkan aku sekali pernah diberikan kursi oleh seorang wanita setelah melihatku keberatan membawa barang-barang, tapi sayangnya tidak aku ambil karena sungkan dan akhirnya diduduki oleh Mbak Ziza. Kkk.

Di KL Central, kami langsung mencari musala karena belum pada shalat. Aku yang tidak shalat ikut masuk dan menunggu di dalam musala sambil main handphone dan mencari wifi (kebiasaan wajib backpacker).

Sehabis yang lain pada shalat, kami mencari makan. Aku dan Mbak Aisha saling bercanda soal bubble tea dan mencari kios yang menjual bubble tea. Aku sudah lama ingin mencoba minuman itu, tapi tidak ada yang menjual bubble tea di sana sepanjang penglihatanku.

Akhirnya kami memutuskan untuk makan di sebuah restoran India. Aku membeli paket spesial nasi goreng kampung dan teh tarik agar dompetku tidak cepat kosong, karena harganya relatif lebih murah. Dan aku memilih paket itu juga karena aku sedari dulu tertarik untuk mencoba teh tarik.

Setelah beberapa saat menunggu, pesananku datang tetapi teh tariknya datang terlebih dulu. Beberapa seruput kucoba dan aku langsung jatuh cinta pada teh tarik. Sumpah, rasanya enak banget. Kapan-kapan aku mau cari kios yang jual teh tarik di Malang. Semoga aja rasanya sama enaknya kaya yang original.

Nasi goreng kampungku akhirnya datang. Nasi gorengnya tak biasa, porsinya di Malaysia ini ya, naudzubillah banget. Besar. Dan ada campuran ikan teri di dalamnya, tapi rasanya tetap enak. Aku lumayan menyukainya.

Karena aku pesan paket spesial nasi goreng kampung dan teh tarik, teh tarik yang kupesan tidak ada esnya. Aku dan Mbak Syifa pun mengambil es dari gelas teh tarik Mbak Ziza, tentu saja setelah minta izin kkk. Kami mah ambil enaknya aja dengan sedikit ringgit kk.

Setelah kenyang makan nasi goreng dan teh tarik, kami naik kereta subway lagi.

Oh ya, aku belum menceritakan cara unik membeli tiket naik kereta subway ini.

Tiket yang digunakan bukanlah tiket dari kertas, melainkan semacam token bulat berwarna biru dan ukurannya kira-kira seukuran uang lima ratus rupiah. Ada beberapa mesin touchscreen yang digunakan untuk membeli token itu. Aku berharap suatu saat nanti Indonesia bisa menciptakan subway semacam ini di kota-kotanya. Sumpah, subway-subway disini keren banget.

Dan setelah membeli token, tokennya disimpan, jangan sampai hilang, lalu ditempelkan ke mesin sebelum masuk ke area subway. Nanti setelah naik kereta dan turun di tempat tujuan, token itu harus dimasukkan ke dalam mesin yang tersedia dan tidak bisa dibawa pulang.

Dari stasiun kereta, kami berjalan kaki di bawah gerimis menuju tempat penginapan. Kami mengeluarkan payung dan menggunakan payung selagi berjalan.

Kurang dari setengah jam berjalan kaki, kami sampai di Submarine Guest House. Guest house ini dimiliki oleh orang bule, kata Bu Dewi agar kami bisa improving bahasa Inggrisnya, walau karena sungkan kami jarang sekali ngobrol dengan Max, pemilik guest house ini, kecuali saat hari terakhir di Submarine.

Submarine Guest House adalah tempat yang berukuran kecil tapi nyaman. Max orangnya bersifat ramah dan berwajah ceria, tapi dasar aku gagap kalau ngomong bahasa Inggris ke orang yang baru dikenal.

Lisan bahasa Inggrisku memang buruk tetapi kemampuan tulis dan baca bahasa Inggrisku bagus kok. Aku lebih prefer nonton drama pakai sub Inggris dan baca ff bahasa Inggris dibanding pakai bahasa Indonesia.

Kunci kamar dibagikan. Aku sekamar dengan Mbak Aisha dan kami langsung menyeret barang2 kami ke kamar. Kamarnya sangat bagus, berada di pojok ruangan sehingga ada jendela yang menunjukkan pemandangan bangunan dan langit senja yang indah.

“Tunggu sebentar, nanti aku akan memberikan handuk,” kata Max sambil memberikan dua lembar selimut biru kepadaku.

Ranjangnya ada satu dengan seprai berwarna merah. Kata Mbak Aisha, ia menyukai kompilasi warna antara seprai merah dan selimut biru. Katanya itu cantik. Aku yang menyukai warna merah dan biru mengiyakan, merahnya adalah merah mencolok seperti warna lipstik Marilyn Monroe.

Di samping itu ada meja rias juga. Aku langsung meletakkan beberapa barang kecilku di meja rias dan tas-tasku di sekitar ranjang dan menghempaskan badan ke tempat tidur dengan lega. Jalan kaki selama kurang dari setengah jam, dari stasiun subway sampai Submarine (letaknya ada di dekat Petaling Street), bukan soal yang mudah ya gaes.

Aku langsung mengecash handphoneku yang mulai kehabisan baterai. Di luar negeri, kita tidak bisa menggunakan colokan kaki dua seperti yang biasa ada di Indonesia. Colokan kaki tiga listriknya lebih stabil dibanding colokan kaki dua.

Bu Dewi menyilakan kami semua untuk beristirahat sebelum melanjutkan trip, berbelanja ke Chinatown (Petaling Street). Aku bermain handphone dengan menggunakan wifi yang tersedia dan mengupdate perkembangan terakhirku di Malaysia.

Setelah setengah jam beristirahat, aku mengepak ulang tasku dan membawa tas selempang biru yang akan kubawa saat berjalan-jalan dan berbelanja di Petaling Street dan sekitarnya. Aku harus mengepak ulang agar beban yang kubawa tidak begitu berat.

Sudah ya gais. Lanjut esok hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s