Alasan Kenapa Aku Suka Korea

Kenapa aku suka Korea, KPOP dan Kdrama?

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku suka mereka. Kenapa aku suka EXO. Kenapa aku suka nonton drama Korea. Kenapa aku suka KPop.

Setahun yang lalu, aku orangnya itu nggak bisa ngendaliin emosi banget. Kalau kadung kesal dengan abang aku, ujung-ujungnya kami bakalan gulat. Tetapi sudah kurang dari satu tahun ini aku berhasil ngendaliin emosi, walaupun aku masih banyak banget salahnya. Aku masih pemarah, suka egois dan sebagainya. Kalau aku kesal sama kakakku, aku bakal menahannya dan bakal menampungnya sendiri karena aku yakin kekesalan itu bakalan hilang dengan berpikiran dingin.

Aku belajar mengendalikan emosi dari sebagian drama Korea. Aku belajar mengendalikan emosi dari ngefans mereka. Aku belajar mengendalikan emosi karena bersabar saat ngelihat idola yang aku stan dihina oleh anti-fans dan menjalaninya dengan kepala dingin.

Kalau sedang bad mood, kesal, emosi, dan sebagainya, aku langsung enakan setelah menonton drama Korea atau mendengarkan lagu-lagu Kpop yang aku sukai.

Apa keuntungan dari aku suka Korea, Kpop dan Kdrama?

Banyak banget euy. Mendapatkan jaringan dan teman, ga hanya dari Indonesia saja, tapi juga dari penjuru dunia. Sekarang, aku sudah dapat teman-teman  dari New Zealand, India, Singapura, Malaysia, Meksiko, dan masih banyak lagi. Karena aku pernah mencoba untuk membuat olshop beberapa waktu lalu, aku mendapat teman dari sepenjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke //ea dan dapat akun supplier album asli dari Korea.

Dan kosakataku juga semakin bertambah banyak setelah aku tahu mereka. Nyadar nggak sih, kalau aku juga lebih mature di blog belakangan ini? Aku baca post-postku yang lama dan aku meringis sendiri karena itu bikin cringey banget.

Aku juga bisa earning money dari hobiku fangirlingan. Sejauh ini memang masih belum seberapa, tapi selanjutnya aku ingin ikutan lomba-lomba fotografi dan menulis untuk dapetin uang buat ditanam jadi modal yang bakal aku gunakan untuk ngelanjutin proyek online shopku yang sempat macet. Rencananya sih, aku mau nyablon baju. Tapi bukan aku yang nyablon, tapi nanti aku bakal buka PO pemesanan baju sablonan. Kebanyakan penyuka KPop itu suka baju yang ada logo bias mereka. Misalnya logo EXO, etc. Dan itu laku lho. Jangan salah. Penyuka KPop itu lebih banyak dari yang kalian kira. Misalnya, Ahmad Dhani, yang baru-baru ini ngehina Kpop, katanya mereka itu hina dan anak-anaknya nggak pernah dia ajari buat suka Kpop dan diajari untuk suka lagu berkualitas (dangdut berkualitas? Adakah?). Dan aku pernah baca kalau putra sulungnya ada yang suka Girls Generation, jadi Ahmad Dhani nggak ada bukti yha. Dan instagram Ahmad Dhani langsung dipenuhi penyuka KPop yang panas. Di dua post terbarunya beberapa waktu lalu, komennya hampir 15k, boo. Isinya ngebales Ahmad Dhani dan ngespam lagu-lagu Korea di comment section, wkwkwk. Eh, dan likenya cuma 3k.

Hampir semua drama Korea dan film Korea yang aku tonton itu bersubtitle Inggris. Aku hanya mendownload yang berbahasa Indonesia karena malas menjelaskan artinya ke teman-temanku kalau ikut menonton bareng, hehehe. Jadi, dengan begitu aku bisa belajar dua bahasa. Yaitu Inggris dan Korea. Belakangan aku tertarik belajar Hangul karena aku sama sekali buta Hangul dan gak bisa nulis maupun baca Hangul sama sekali.

Kenapa aku suka nonton mereka, dan kenapa gak film Indo/Western aja? Gak nonton film Indo, gak cinta tanah air ya.

Ups, aku nonton film tanah air kok. Tapi yang berkualitas, kayak film yang dibuat sama Raditya Dika. Tapi kalau sinetron, aku angkat tangan. Mau aku jelasin satu-satu perbedaan kualitas sinetron sama drakor? Oke.

Pertama.

Sinetron: Orang, nyetir mobil, nabrak pohon, bagian depan mobilnya rusak pelan dan keluar asapnya. Orangnya gak luka apa-apa tapi tetap masuk rumah sakit, diopname, dan diperban kepalanya. Biar greget gitu.

Drakor: Kayak asli boo. Aku nonton drakor Strong Woman Do Bong Soon, gila keren banget dramanya. Drama romance comedy, bikin baperan sama ngakak. Lukanya kaya asli dan ada bagian penjahatnya itu giginya hampir copot semua gegara Do Bong Soon. Dan itu kelihatan asli banget! Aku ngelihat behind the scene-nya Do Bong Soon bawa benda-benda yang berat, ternyata pakai alat buat bantu ngangkatnya. Pokoknya top banget dah drama ini. Luar biasa.

Kedua.

Aktor/aktrisnya.

Kemampuan acting harus dihitung, boo. Yang aku suka dari Korea ini, pemerannya talented semua. Mereka benar-benar bisa acting karena sudah di-trainee dan diuji agar menjadi actor dan aktris yang bagus. Kalau Indonesia, sebagian actor/aktris diciptakan dari visual dan kepopulerannya. Misal, ada selebgram yang tiba-tiba jadi hitz, ditawarin jadi pemain film, terus mau, dan ya udah deh. Dia main film.

Korea nggak gitu. Bukan aku mau ngebela atau apa, tapi ini memang true. Gak hanya idol Korea yang di-trainee, tapi actor/aktris juga di-trainee bertahun-tahun. Mereka memang kebanyakan juga memilih dari visual, tetapi ada banyak juga kok pemeran utama yang visualnya juga nggak banget. Tapi aktingnya top markotop.

Ketiga.

Temanya.

Indonesia: cowok-cowok SMP-SMA naik motor gede sama mobil sedan, ceritanya tentang balap moge, si cewek yang gak direstui sama nyokap pacarnya. Gitu aja terus sampai orang nggak baca buku Harry Potter lagi.

Korea: ceritanya tentang dokter, koki, anak sekolahan, vampir, cheerleader sekolah, pengacara, penyanyi, gembel, band, guru, berlatar belakang sejarah/Joseon dan sebagainya, bahkan ada alien juga. Beragam. Komplit. Apa sih yang nggak ada? Bahkan gembel juga ada. Mata-mata juga ada. Atlet juga ada.

Keempat.

Jumlah episodenya.

Yawla, aku heran banget kenapa kok sinetron Indonesia punya jumlah episode ribuan, bahkan puluhan ribu bisa nyampe katanya. Yang Tukang Bubur Naik Haji itu lho. Dan sinetron India yang terkenal itu (aku lupa namanya) katanya dia udah nyampe episode ratusan ribu yha di Indonesia? Kalau gitu mah bosenin dan nggak seru.

Kalau Korea, kebanyakan drakor berjumlah 12-16 episode. Ada jenis drakor yang episodenya banyak, tapi kebanyakan kurang dari 100 episode. Jelas nggak kuat kalau episodenya lebih dari itu karena aktingnya harus benar-benar bagus juga dan lebih banyak take daripada sinetron Indonesia dan India.

Kelima.

Channel-nya.

Indonesia belakangan channel-nya berisi tayangan nggak bermutu kaya sinetron dan berita membahas masalah gossip. Aku senang Korea karena channel-nya beragam. Ada Big3: KBS, MBC dan SBS. Dan ada underrated channel yang bahkan lebih aku sukai dari Big3: JTBC, Tvn, dan masih banyak lagi.

Keenam.

Acara tevenya.

Kayak Pesbukers, Hom Pim Pah (betul gak sih?) gitu lho. Tapi menurutku mereka membosankan banget. Aku seneng acara teve Korea karena mereka beragam. Running Man sudah ribuan episode tapi mereka gak hilang akal bakal ngelakuin apa di episode berikutnya. Ada yang ngambil kunci mobil yang benar dari dalam akuarium penuh belut hidup, menembak kaleng dari dalam mobil yang disemproti air setiap lima detik dengan pistol air, menjalankan misi…

Dan Weekly Idol, acara teve setiap bulan kalau nggak salah yang memboyong idol-idol Korea untuk menjadi guestnya. Ini juga seru banget, nggak membosankan dan bikin ngakak.

Masih banyak lagi alasan kenapa drakor itu jauuuh lebih bagus dari sinetron Indonesia. Bahkan drakor hantunya juga ngeri gais. Nightmare Teacher, drakor horror yang pertama kali aku tonton. Isinya nggak hanya tentang hantu, tapi juga tentang pelajaran. Aku bakal membeberkannya sehabis ini.

 

 

Yang bisa diambil dari drakor;

Banyak pelajaran di dalam drakor dan filkor yang aku tonton.

Miracles in Cell no. 7.

Ceritanya tentang seorang duda beranak satu yang saling menyayangi satu sama lain yang ditangkap oleh polisi, dia dituduh membunuh seorang anak yang sialnya anak perempuan dari salah satu orang besar di kepolisian. Dia dikurung di penjara yang bengis dengan sipir penjara yang galak, tapi berhasil menjalin persahabatan dengan orang-orang yang dikiranya jahat ternyata berhati baik.

Dan anak perempuan duda tersebut, yang tidak punya orang lain yang bisa dipegang selain ayahnya, diam-diam menelusup ke dalam penjara dengan bersembunyi di kotak kardus dan dibawa masuk ke penjara dengan bantuan teman-teman satu penjara ayahnya yang baik hati.

Pertemuan dan perjalanan mereka selanjutnya itu mengharukan banget. Aku sampai nangis nontonnya. Tapi ujung-ujungnya ayahnya harus meninggal karena dihukum mati. Dan kasus itu baru dibuka dan diketahui kesalahpahamannya berpuluh tahun kemudian setelah anak perempuannya tumbuh besar dan menjadi seorang pengacara yang bisa menyelamatkan orang-orang seperti ayahnya.

My Annoying Hyung

Aku nggak nyangka, dari awal aku ingin nonton ini karena ada Kyungsoo-nya, ternyata film ini bakal jadi salah satu filkor favoritku. Angst ending lagi absolutely.

Go Do Young, atlet judo yang di satu pertandingan kena hantam dan menjadi buta karena salah saraf. Dia berubah menjadi tertutup dan hidup sendirian di rumahnya dengan keadaan buta dan tanpa keluarga karena orangtuanya meninggal.

Tetapi tiba-tiba muncul kakak tirinya yang sudah lama minggat dan baru-baru ini dikeluarkan dari penjara karena dia bilang ingin menjaga adiknya yang buta. Padahal kakaknya itu bikin kesel banget, dia mau nguras isi rekening Go Do Young tanpa sepengetahuan dia. Tapi lama-lama kakaknya luluh dengan sikap Go Do Young dan mereka jadi balik punya hubungan yang harmonis.

Go Do Young, karena keterbatasannya itu, nggak mau balik jadi atlet lagi. Bersama pelatihnya, kakaknya mencoba membujuknya untuk menjadi atlet judo kembali. Dan suatu ketika Go Do Young balik menjadi atlet, tetapi kakaknya diam-diam divonis terkena sebuah penyakit yang nggak bisa disembuhkan.

Kalau mau tahu selanjutnya tonton aja yah, tapi pokoknya kakaknya bakal meninggal di akhir. Angst. Nyebelin, aku kan suka happy ending /plak.

Train to Busan.

Salah satu film terhitz 2k16. Film bertema zombie, keluarga dan kasih sayang, serta kepercayaan. Kalian bisa nonton aja sendiri dengan download di salah satu situs download drakor di internet. Aku capek menjelaskan satu persatu film disini, tapi aku katakana kepadamu. Train to Busan itu thriller, tapi mengharukan. Perjuangan Gong Yoo dan putrinya mendapatkan kereta terakhir ke Busan tanpa terkena virus zombie yang melanda Korsel itu keras dan bikin melted banget.

 

 

Sekarang ke KPop. Aku bakal cerita tentang KPop ‚Äďdi part kedua ya, hehehe.

Btw, update Edutrip ke MalayPuranya jangan sekarang, ya. Aku sekarang juga lagi fokus ke Ujian Nasional yang bakal dilangsungkan sebulan lagi. Aku janji, aku bakal menyelesaikan serial edutrip ini, kok. Nggak kayak KPCI yang menggantung belum aku selesaiin dari dulu. Dan sekarang kalau mau aku selesaiin lagi juga males. Udah lupa. Selanjutnya kalian bayangin aja dah, ok.

Gnight, guys. Salam. Sawadheekap. Buat yang bakal UN juga Mei nanti, hwaiting ya. Kita berjuang bersama-sama :’)

PS: kalau masuk universitas luar negeri ga pake ijazah, jelas aku gabakal ikutan UN. Fix yha. Aku ini type orang yang paling benci kaya begituan. Orang belajar kaya robot, yang dipelajari itu-itu doang dan di masa depan juga jadi pengangguran, pelajaran yang dipelajarinya selama 17 tahun ga kepake dan jadi pengangguran gegara dia nggak pernah diajari untuk hidup mandiri sejak dini.

Kebanyakan¬†fangirl¬†Korea belajar untuk mandiri dan belajar untuk nggak minta uang ke orangtua. Mereka buat olshop, berjualan dan malah dapat keuntungan positif dari hobinya menyukai Korea. Mereka berjualan dengan memanfaatkan jaringan persahabatan KPop yang terjalin diantara mereka sepertiku.¬†So, don’t judge by its cover. Bisa jadi penyuka Korea yang kalian¬†judge¬†itu lebih baik dari kalian. ūüôā

 

 

 

 

 

 

One thought on “Alasan Kenapa Aku Suka Korea

  1. Farah Sajidah says:

    iya mbak, bener banget. Sinetron indo n serial India itu beda jauh sama drama korea atau film hollywood. Kualitasnya beda jauh. Milih aktor n aktris aja gak bener, asalkan ganteng cantikss, okelah jadi aktor n aktris. Padahal aktingnya jelek bangeet! sama juga kaya acara 2 game2 an ga bener kaya di ANTV. Atau acara ngelawak yg sebenernya gaariiing banget. Tapi tetep aja ditayangin di TV. Bingung dah ama film film di TV indonesia ini. Jarang ada yg bermutu, jadi males mo nonton.. ūüė¶

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s