Ringkasan Film Maryam Ibunda Isa

Jadi, hari ini aku bakal menceritakan ringkasan yang kubuat sendiri dari film Maryam Ibunda Isa. Film ini, tentu saja menceritakan tentang kehidupan Maryam, dari sebelum beliau lahir sampai beliau melahirkan Isa dan seterusnya.

Awalnya, aku tahu film ini sewaktu nobar bareng di TQTnya Ustadzah Leyla beberapa hari yang lalu. Karena durasinya yang panjang, kami hanya menonton sedikit. Dari total 3,5 jam, kami hanya menonton 45 menit saja.

Dan aku ngerasa masih belum puas karena filmnya bikin penasaran walau kualitasnya nggak begitu bagus, malah sama sekali nggak baguslah kalo dibandingin dengan kualitas film-film yang biasa kutonton. Padahal isi filmnya bagus dan memiliki banyak makna yang bisa dikupas dari film Maryam tersebut.


Ada seorang wanita yang sedang hamil di Yerusalem. Seisi Yerusalem berdebar-debar, menunggu kelahiran bayi wanita tersebut, yang diramalkan oleh Imran, istri wanita bernama Hannah tersebut, bakal menjadi Almasih yang bakalan menjadi penyelamat Israel, sebelum Imran meninggal dunia.

Banyak orang yang berkumpul di sekitar rumah Hanna menunggu kelahiran sang bayi.
Dan kerajaan juga menunggu. Tapi menunggu dengan waswas, karena bila Almasih yang dirumorkan lahir, bisa-bisa kedudukan mereka goyah oleh Almasih tersebut.
Akhirnya yang disebut bakal menjadi Almasih lahir.

Tapi Yerusalem tidak bersorak. Yerusalem tidak senang dengan kelahiran ‘yang disebut bakalan menjadi Almasih yang akan menyelamatkan kaum mereka tersebut’, karena yang lahir perempuan.

Zaman itu, adalah aib bila ada yang hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Yas, anak perempuan dianggap aib pada zaman tsb.
Apalagi jika yang lahir adalah bayi yang ditunggu-tunggu seisi Yerusalem dan ternyata itu tidak memenuhi ekspektasi mereka, yang mereka kira yang lahir adalah bayi lelaki, ternyata yang lahir bayi perempuan.

Zakaria dikabari kalau Hannah sudah melahirkan, dan langsung datang dari tempat pemotongan kayunya menuju rumah Hannah. Tapi sampai disana, suasana tampak mendung. Dan beliau diberitahu kalau Almasih yang lahir… ternyata perempuan.
Sejak itu, Zakaria dan keluarganya tidak dipercaya lagi oleh seisi Yerusalem. Zakaria dianggap nabi palsu dan mereka dikucilkan. Tidak banyak yang masih mempercayai kenabian Zakaria lagi.

Itu sungguh pukulan berat bagi Hannah. Umurnya tidak muda lagi dan dia baru saja melahirkan, kemudian dikucilkan oleh para tetangga.
Dia sekali pergi untuk berbelasungkawa pada seorang tetangganya yang baru ditinggal mati suaminya. Dan dia malah diusir sambil dituduh kalau Hannahlah yang membuat suaminya meninggal dunia.

Waktu berjalan cepat, dan Maryam, putri Hannah, sudah berumur 6 tahun.
Walau masih kecil, Maryam sangat cerdas dan seorang wanita tetangga berkata pada Hannah kalau sejak kelahiran Maryam, kota mereka menjadi semakin berkah. Ternak-ternak lebih gemuk dan banyak menghasilkan susu, tumbuhan semakin subur, masyarakat tenteram. Dan selain itu, Maryam bisa menyembuhkan orang-orang.

Oya, sebelumnya, sebelum Maryam lahir dan Imran masih hidup, Imran pernah bernazar bila anaknya lahir dia akan mengabdikan anaknya tersebut di kuil.
Nazar itu sempat diperdebatkan karena Maryam perempuan, tapi kemudian setelah perdebatan panjang, Maryam akhirnya diputuskan untuk dibuatkan sebuah rumah kecil di kuil dan turut berbaur menjadi pengabdi di kuil.

Dibantu sepupu Maryam yang juga berada di kuil tersebut, Zakaria membangun sebuah rumah dari batang-batang kayu yang dikumpulkannya selama ini.
Akhirnya Maryam diantar Zakaria ke kuil, dan sejak saat itu Maryam tinggal di kuil tsb dan turut mengerjakan tugas-tugas seperti pengabdi kuil yang yang lain.

Suatu hari dia sedang mengawasi sekumpulan lelaki dewasa yang sedang belajar tentang pengurbanan dengan seorang pendeta. Pendeta itu bertanya pada mereka tersebut jenis-jenis kurban.
Tidak ada yang bisa menjawab.
Pendeta itu melihat kehadiran Maryam dan dia langsung menanyakan ulang pertanyaan tadi pada Maryam.

Seketika Maryam langsung menjawab dengan detail dan komplit, sampai semua orang yang ada di sana tercengang. Oleh pendeta itu ditanya, “darimana kau tahu ini semua?”
Maryam menjawab kalau Zakarialah yang mengajarinya.

Memang, di usia yang sangat dini, Maryam memang sudah terhitung sangat cerdas. Dia lebih tau banyak daripada sebagian besar pengabdi lain disana. Dan dia juga rajin. Setiap tugas yang diberikan padanya selalu ia kerjakan dengan lapang dada.
Suatu waktu, Hannah pergi untuk melihat putrinya di kuil. Dia merasa sangat tak enak badan dan ingin melihat keadaan putrinya.

Dia berangkat bersama seorang temannya, dan mereka melihat Maryam ada di dalam gerbang. Mendadak Hannah tidak ingin Maryam tahu dia ada dan Hannah segera bersembunyi di bawah gerbang.
Maryam melihat teman Hannah dan mereka bercengkrama sebentar.

Maryam menanyakan keadaan Hannah dan dia mengutarakan betapa dia merindukan dan mengkhawatirkan keadaan Hannah sekarang. Hannah yang mendengarnya di bawah gerbang mendadak terharu dan terisak-isak sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya. Dia semakin tidak kuat untuk menemui Maryam dan sampai Maryam pergi, Hannah tidak berani muncul untuk melihat anaknya.

(Jujur, di bagian ini aku hampir nangis. Terlalu mengharukan *cry*)

Kemudian Hannah dan temannya pergi. Wajah Hannah sudah seperti orang yang tidak tahu apa-apa lagi, pandangannya kosong dan dia mengucapkan selamat tinggal pada temannya. Dia pergi menjauh dari temannya tersebut dan tiba-tiba dia berhenti, mengucap “Maryam,” dengan pelan sebelum terjatuh di tengah-tengah kerumunan warga yang lalu-lalang di daerah pasar tersebut.

Next ke part 2 yeth. Aku belum nonton full movienya soalnya, aku bakalan nonton semuanya malam ini. Bye~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s