Review Buku: Heidi

#1Day1Post #Day3

Halo!

Malam ini aku hendak mereview sebuah buku karya Johanna Spyri, yang berjudul Heidi. Buku ini adalah favoritku sejak beberapa tahun yang lalu, sampai-sampai aku merindukan buku ini saat bukunya dipinjam oleh salah seorang teman umi selama beberapa bulan.

Heidi bercerita tentang seorang anak berumur kurang lebih delapan tahun, dan dia berambut pirang keriting. Dia adalah anak yatim piatu dan hanya tinggal bersama bibinya. Suatu hari, bibinya hendak pergi bekerja di tempat yang jauh dan dia tidak bisa membawa Heidi.

Oleh bibinya, Heidi dititipkan (atau istilahnya dipaksa dititipkan) pada seorang paman Heidi, Paman Alm, yang terkenal di gunung Alm karena sifat dingin dan kegalakannya yang membuat kebanyakan orang desa takut kepadanya.

Heidi adalah anak yang supel dan selalu ceria. Dengan mudah dia bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya di puncak gunung Alm bersama pamannya yang galak, bersama Peter, seorang gembala, dan keluarga Peter, ibunya dan neneknya yang buta dan hanya bisa berbaring atau duduk sambil merajut di pojok ruangan.

Setelah nyaman tinggal di Gunung Alm bersama paman, Peter, dan kambing-kambing kesayangannya, mendadak bibi Dete, bibi Heidi, menjemputnya secara paksa untuk dijadikan teman bermain seorang anak temannya di Frankfurt, Clara, anak perempuan sakit-sakitan dari sebuah keluarga kaya.

Di Frankfurt, keluarga Clara menyambut dan memperlakukan Heidi dengan sangat baik, dengan kasur dan bantal-bantal yang tidak bisa ditemukan di Gunung Alm, dan makanan-makanan yang lezat.

Tetapi, Heidi tidak bahagia.

Dia merindukan suasana pegunungan yang sejuk dengan pepohonan, bukan perkotaan yang penuh bangunan dan kendaraan lalu lalang. Dia merindukan paman Alm, nenek, Peter, ibu Peter, dan kambing-kambing kesayangannya di Alm.

Dia beberapa kali mencoba untuk pulang, semacam kabur gitu. Tapi dia selalu ketahuan dan ‘diseret’ pulang.

Saking rindunya dia dengan pegunungan Alm, dia sampai membuat ricuh rumah di Frankfurt karena kemunculan hantu di rumah setiap malam, yang ternyata adalah Heidi yang mengigau, bangun setiap malam dan keluar rumah mencari daerah pegunungan yang dirindukannya.

Karena itu, akhirnya papa Clara memulangkan Heidi, walaupun Clara sebenarnya sudah sreg dan tidak ingin Heidi pulang. Tetapi dia berjanji akan pergi ke Pegunungan Alm suatu hari nanti.

Bukan Clara duluan yang pergi menjenguk Pegunungan Alm sebenarnya, tetapi Dokter, teman baik Heidi di Frankfurt sekaligus teman baik keluarga Clara. Tetapi beberapa minggu kemudian Clara datang dan menginap di rumah mungil Heidi dan Paman Alm selama beberapa minggu.

Dan disana, Clara mendadak sembuh berkat penyembuhan plus dari Paman Alm dan cuaca pegunungan yang menyejukkan. Dia lumpuh kaki, dan selalu kemana-mana menggunakan kursi roda. Nah, di Gunung Alm, kursi rodanya rusak karena suatu kejadian, dan dia mencoba berjalan dengan dibantu Paman Alm serta Heidi.

Dan menakjubkannya, dia akhirnya bisa berjalan. Bahkan Oma, nenek Clara, dan papa Clara, sampai terkejut melihat kesembuhan Clara dan perubahannya yang lumayan besar. Katanya, semenjak dia menginap disana, Clara jadi semakin gemuk dan sehat wk.

Endingnya…

Yagitu deh wkwk. Intinya semua bahagia -eak.

Sekian segitu aja ya dari aku, besok lanjut review buku lain okd. Bubay!

heidi

Pic cr to the owner.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s