Review Buku: Sabine

#1Day1Post #Day5

Sekarang, untuk bagian hari ini, aku akan mereview salah satu buku favoritku yang berjudul Sabine, yang ditulis oleh Tim Kennemore. Buku ini buku fiksi yang agak konyol, tetapi walau begitu, aku tetap menyukainya karena ceritanya asik dan nggak membosankan.

Jadi, ceritanya adalah ada seorang anak remaja bernama Josh, yang sering menjadi bulan-bulanan teman-teman cowoknya di sekolah, dan dia hanya dekat dengan beberapa anak perempuan sementara sahabatnya sendiri sudah pindah sekolah ke Italia beberapa waktu yang lalu.

Kehidupannya berubah saat dia menemukan sebuah telur berwarna biru dengan bercak ungu di atas sebuah alas mouse yang diberikan salah seorang teman perempuannya, dan kemudian telur itu menetas menjadi seekor hewan, yang ternyata merupakan seekor bayi naga walau awalnya dia mengira hewan tersebut adalah seekor kadal.

Naga itu diberi nama Sabine, dan ternyata Sabine berasal dari sebuah website yang diberitahu oleh teman perempuannya merupakan sebuah website tempat melahirkan banyak ekor naga, dan didalamnya terdapat toko-toko yang menjual peralatan makan dan bermain untuk naga-naga yang tidak ada di dunia nyata.

Awalnya, dia tidak tahu kalau makanan untuk Sabine hanya dijual di website tersebut, dan dia mencoba memberi makan Sabine dengan berbagai cara. Dengan bubur, telur orak-arik, dan susu cokelat, dan semua berakhir tak memuaskan.

Sebelumnya, tak hanya kehidupan Josh di sekolah saja yang mengesalkan, tetapi juga di rumah. Josh mempunyai sebuah adik yang lahir prematur, yakni Luke, dan sepanjang hari apa yang dilakukan Luke hanya menangis keras dan membuat ibunya frustasi dan putus asa karena tidak tahu apa yang salah dengan Luke.

Luke; hanya bisa tenang jika dibawa keluar dari rumah, atau ke kebun. Dan jika dia berada di rumah, dia akan menangis keras.

Josh selalu menyembunyikan keberadaan Sabine dari keluarganya, bahkan dia merelakan Sabine untuk tinggal di rumah Barbie milik adiknya, Molly, agar keberadaan Sabine tidak diketahui oleh kedua orang tuanya. Tetapi pada suatu ketika, ayahnya masuk tepat saat Josh dan Molly sedang bermain dengan Sabine, namun ayahnya tidak berkomentar sama sekali tentang Sabine yang ada di pundak Josh.

Sejak itu, Josh tahu kalau Sabine tidak bisa dilihat oleh orang dewasa.

Puncaknya, Josh membawa Sabine ke sekolah di dalam tasnya setelah memberi Sabine obat tidur yang dibelinya dari toko di websitenya tersebut agar tidak rewel sewaktu di sekolah dan ketahuan oleh orang lain.

Ada dua orang yang selalu menjadikan Josh bulan-bulanan mereka di sekolah, namanya Shane dan Dylan Brasher. Mereka saat sedang mengganggu Josh dan William, teman baru Josh di sekolah, mereka membuka tas ransel milik Josh dan Sabine langsung menguarkan api yang membakar wajah dan rambut mereka.

Kepala sekolah mengecek tas ransel milik Josh setelah mendapat pengakuan (aka isakan) dari mereka kalau wajah mereka dibakar oleh naga yang berada di dalam tas ransel Josh, tetapi naga yang dimaksud tidak bisa ditemukan olehnya dalam tas ransel tersebut.

Ingat bukan? Kalau Sabine tidak bisa dilihat oleh orang dewasa.

Dan akhirnya Shanelah yang disalahkan karena di dalam ranselnya ditemukan sebuah korek api dan rokok, dan kemudian mereka berdua dikeluarkan dari sekolah. Itu hal yang sangat baik karena hampir semua sisw itu membenci mereka dan kelakuan mereka yang buruk.

Seperti biasa, aku akan menceritakan endingnya.

Endingnya adalah, Sabine tidak bakalan bisa bersama mereka selamanya, melainkan akan dititipi pada seorang teman sesama pengguna website tersebut, karena Josh baru menemukan, kalau ternyata Luke selama ini ribut dan tidak mau berhenti menangis karena sebenarnya hatinya yang polos bisa merasakan kehadiran Sabine, dan dia takut dengan Sabine sehingga dia terus menangis tiada henti.

Begitu Sabine pergi, apakah mereka berhenti memelihara ‘naga’ dan semacamnya? Mungkin Josh iya, karena dia pergi berlibur cukup lama di rumah sahabatnya yang tinggal di Italia, tetapi Molly, yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan Sabine dan semacamnya, ‘melahirkan’ banyak hewan dari website tersebut dan memelihara mereka di gudang tak jauh dari rumah mereka agar tak mengganggu adiknya yang masih bayi.

The end! Besok aku akan membuat review lain, jadi stay tuned!

 

51D91FXSNSL.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s