Review Buku: Where the Mountain Meets the Moon

#1Day1Post #Day7

PS: Ba adalah ayah, Ma adalah ibu.

Untuk jatah review hari Senin ini, aku akan mereview salah satu buku favoritku yang berjudul Where the Mountain Meets the Moon, yang ditulis oleh Grace Lin. Buku ini diterbitkan oleh salah satu penerbit favoritku juga, yaitu Penerbit Atria.

Buku ini bercerita tentang sebuah desa yang miskin dan tampilannya sesuram para penghuninya. Salah satu penghuninya adalah keluarga beranggota tiga orang, yang terdiri dari Ma, Ba, dan anak mereka yang bernama Minli. Sama seperti keluarga lain di desa itu, mereka miskin, dan hasil panenan mereka hanya cukup untuk persediaan makan sendiri, dan kekayaan mereka hanya dua keeping uang tembaga di dalam mangkuk kelinci putih kecil milik Minli, yang sudah dipunyai gadis tersebut sejak dia bayi.

Namun, Minli adalah gadis yang untungnya tidak sesuram penghuni desa lainnya, karena dia setiap hari diberi ‘suapan’ dongeng dan cerita-cerita dari Banya, walaupun Manya sendiri tidak menyukai Banya menceritakan dongeng-dongeng tersebut pada Minli, karena menurutnya itu membuat Minli jadi sering berkhayal tentang apa yang tidak nyata.

Sampai suatu hari, Minli menggunakan dua keping koin tembaga, satu-satunya kekayaan milik keluarganya, untuk membeli seekor ikan emas yang katanya membawa keberuntungan oleh penjual ikan emas tersebut.

Ba menceritakan sebuah dongeng kalau ada legenda tentang seorang kakek di tempat gunung berjumpa rembulan, yang bisa mengabulkan keinginan setiap orang. Dan cerita itu disetujui oleh ikan tersebut, yang entah mengapa bisa ‘berbicara’, dan dia membantu menunjukkan cara agar Minli bisa sampai di tempat gunung berjumpa rembulan tersebut.

Minli diam-diam kabur dari rumah saat Ba dan Ma sedang bekerja di sawah untuk menemui kakek tersebut dan mengharapkan keberuntungan bagi mereka dan desa mereka.

Berbekal sekendi kecil nasi, mangkuk putih bergambar kelinci kecil miliknya, dan buntalan selimut berisi perbekalannya, Minli pergi mencari Kakek Rembulan untuk merubah peruntungan mereka di Kitab Peruntungan yang dimiliki oleh kakek tersebut.

Di tengah jalan, dia menyelamatkan seekor naga besar yang tidak bisa terbang, yang kemudian menemaninya mencari Kakek Rembulan.

Perjalanan mereka cukup panjang, dari awalnya berusaha kabur dari sekumpulan monyet yang mencoba mencuri perbekalan mereka, bertemu seorang raja yang menyamar menjadi seorang pengemis di sebuah kerajaan yang membantu mereka mendapatkan sebuah benang merah yang dicari Minli untuk menemukan Kakek Rembulan,

Setelah perjuangan yang cukup keras, Minli bertemu dengan dua orang anak kembar bernama Afu dan Dafu secara tak sengaja saat mereka sedang menjebak seekor harimau hijau raksasa yang mericuhi kehidupan tenang keluarga besar mereka.

Keluarga besar Afu dan Dafu tahu cara pergi ke tempat tersebut. Mereka menjamu dan mengobati Minli dan Naga yang sempat terluka karena terkena racun harimau hijau tadi, kemudian mengantar mereka sampai jembatan panjang tempat pemberangkatan menuju tempat yang dicari-cari Minli selama ini: tempat gunung berjumpa dengan rembulan.

Tetapi, hanya satu orang yang bisa pergi kesana. Minli awalnya ingin pergi bersama Naga, karena Naga ingin agar dia bisa terbang, tetapi kemudian dia terpaksa pergi sendirian.

Disana, dia diselimuti oleh pikiran yang kalut. Haruskah dia meminta peruntungan untuk kampungnya, atau meminta agar Naga bisa terbang?

Akhirnya  permintaan yang ia berikan adalah untuk membuat Naga bisa terbang.

Dan itu permintaan yang tidak perlu disesali, karena ternyata, saat Minli kembali dengan menaiki Naga yang kini bisa terbang tersebut ke kampung, Naga bertemu dengan seekor naga lain, kemudian mendadak kampung menjadi subur dan menghijau. Ternyata, Naga adalah salah satu bagian gunung di kampung tersebut yang hilang, dan begitu dia kembali dan bertemu dengan keluarga lamanya, kampung tersebut seakan lahir kembali.

Konyol yakan. Konyol.

Aku lagi sedang agak sedih, jadi review belakangan mungkin rada konyol dan ngga nyambung. Tapi bodo amat lah, yang penting aku sudah berusaha sebisaku. Dan ini jadinya.

Besok aku akan mengupload review berikutnya pada malam hari, oke. Bye.

611StlT-2lL._SY346_.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s