Review Buku: Pollyanna

#1Day1Post #Day9

 

Nah! Mala mini aku akan bakal ngereview sebuah buku favoritku –perasaan dari kemaren aku ngomong buku favoritku mulu ya? Ah biarinlah. Intinya, buku yang bakalan aku review ini berjudul Pollyanna, yang ditulis oleh Eleanor H. Porter. Novel ini adalah salah satu novel anak paling populer sepanjang masa, loh. Dan aku juga ga heran karena isinya juga bagus banget.

Jadi ceritanya, ada seorang anak yatim piatu bernama Pollyanna yang setelah ditinggal ayahnya meninggal, dia ditempatkan di rumah seorang bibinya, kakak almarhumah ibunya, yang bernama Bibi Polly.

Pollyanna ini orangnya selalu berpikiran positif, dan ceria. Dia mempunyai sebuah permainan yang didapatkannya dari almarhum ayahnya, yaitu permainan sukacita. Cara bermainnya adalah dengan menganggap positif semua hal yang telah kau lakukan, termasuk hal-hal yang sebenarnya negatif.

Nah, Bibi Polly ini rada judes gitu orangnya, dan dingin. Ia adalah orang kaya yang dihormati dan disegani di daerahnya, dan ia tentu tidak gampang beradaptasi dengan keponakannya yang sifatnya berbeda jauh dengan dirinya sendiri.

Pollyanna orangnya baik hati dan malah kelewatan baiknya. Dia selalu tersenyum dan menyapa setiap orang yang ditemuinya. Dia juga suka merawat hewan-hewan yang dia temui di jalan dan dibawanya pulang sampai Bibi Polly gregetan dengan tingkah lakunya yang kelewat polos dan baik hati.

Sampai-sampai, ada suatu kejadian yang bikin Bibi Polly sudah naik darah dan tidak tahan lagi untuk mengungkapkan perasaan sebenarnya pada Pollyanna, yaitu waktu Pollyanna membawa seorang anak jalanan bernama James Bean untuk diadopsi oleh Bibi Polly, karena kata Pollyanna pada James waktu mereka bertemu, bibi Polly-nya adalah orang yang baik dan pasti mau menerima James di rumah mereka.

Tetapi nyatanya, Bibi Polly malah marah dan menghina James Bean pengemis sehingga anak lelaki itu pergi dengan sakit hati, karena nyatanya dia bukan pengemis dan bersedia bekerja, tak sekedar numpang tinggal gratis saja.

Pollyanna sudah berusaha membantu mencarikan tempat tinggal untuk James, dengan pergi ke sebuah organisasi bernama Ladies Aid untuk mencari orang yang mau mengadopsi James Bean, tetapi ternyata Ladies Aid yang ada di daerah Bibi Polly lebih berfokus untuk memberikan sumbangan untuk anak-anak India.

Saking ramahnya, hampir setiap orang di kota Pollyanna kenal dan mengenalnya. Dan Pollyanna mengenal seseorang bernama Mr. Pendleton, orang kaya yang terkenal dingin dan pelit di kota mereka. Pollyanna selalu menyapanya setiap mereka bertemu, walau Mr. Pendleton kebanyakan hanya membuang muka dan tidak membalas sapaannya.

Sampai suatu waktu, Pollyanna menemukan Mr. Pendleton sedang terkapar dengan kaki patah tulang di hutan. Dia membantu Mr. Pendleton meneleponkan dokter, Dr. Chilton, dan merawat Mr. Pendleton sedikit selagi menunggu Dr. Chilton datang membawa bantuan.

Sejak saat itu, Pollyanna dan Mr. Pendleton dekat, apalagi sejak Pollyanna berkata kalau dia adalah keponakan Ms. Polly Herrington dan tinggal di rumahnya. Mendengar itu, Mr. Pendleton tampak kaget dan tidak begitu dingin lagi pada Pollyanna.

Awal-awal, Pollyanna dan Nancy, asisten rumah tangga di rumah Bibi Polly, mengira kalau Mr. Pendleton adalah masa lalu Bibi Polly. Yap, Bibi Polly dulu mempunyai seorang kekasih yang kemudian mereka bertengkar dan saling menjauh dengan sendirinya. Tetapi ternyata bukan, dan kekasihnya itu adalah seseorang yang tak pernah Pollyanna duga wk.

Oh ya, ada suatu kejadian nih. Pollyanna ketabrak mobil dan dokter menganalisis kalau dia gabakal bisa berjalan lagi selamanya. Nah, kan tadi seisi kota udah kenal Pollyanna yekan dari keramahan dan permainan yang tadi aku bilang, permainan sukacita. Yap, Pollyanna mengenalkan tentang permainan itu kepada semua orang yang ditemuinya.

Semua yang merasa kenal dengan Pollyanna, menjenguk ke rumah Bibi Polly dan menitip pesan agar Pollyanna bahagia kembali, sampai-sampai Bibi Polly heran, darimana dah Pollyanna punya teman dan kenalan sebanyak itu.

Tetapi, dari sakitnya Pollyanna, Bibi Polly bisa kembali dengan kekasih masa lalunya dan bahkan menikah di samping ranjang sakit Pollyanna. Tak hanya itu, Pollyanna juga dapat kesempatan untuk bisa sembuh, dan totalnya bisa kalian baca sendiri di bukunya wgwg. Gaenak kalo dispoilerin semua.

Yodah iya. Bye.

1112733.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s