Review Buku: Totto Chan

#1Day1Post #Day10

Hola!

Hari ini aku akan me review sebuah buku ber hardcover pink yang berjudul Totto Chan; Gadis Cilik di Jendela. Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah mendengar buku ini saking bestsellernya. Buku ini menceritakan tentang kisah nyata penulisnya, Tetsuko Kuroyanagi, aka Totto Chan, di sewaktu beliau kecil.

,-Totto Chan adalah gadis cilik yang hiperaktif dan rada sedikit nakal pada sewaktu ia kecil. Dia juga kritis dan selalu punya banyak tanya. Namun, sifat-sifatnya itu seringkali merugikan dirinya sendiri. Dia dikeluarkan dari sekolah-sekolah karena dia sering ‘membuat gaduh’ di sana.

Contohnya, Totto Chan suka berdiri di depan jendela kelasnya, untuk memanggil pemusik jalanan yang ada disana.

Dia suka sering bikin kacau kelas dan sekolah –walaupun sebenarnya tanpa sadar karena dia melakukan itu karena kemauan hatinya sendiri.

Setelah dikeluarkan dari sekolah terakhirnya, mamanya membawanya ke sebuah sekolah bernama Tomoe Gakuen. Tomoe Gakuen adalah sebuah sekolah dasar yang bisa dibilang bebas dan lebih banyak mainnya daripada belajarnya wk.

Awalnya Totto Chan dibawa untuk melihat-lihat sekolah itu, dan ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sekolah tsb melihat ruang-ruang kelas di sekolah itu berupa gerbong kereta yang sudah tak terpakai lagi dan kepala sekolahnya yang enak diajak ngomong. Bayangkan, saat pertama kali mereka berbicara bareng, kepala sekolahnya mendengarkan celotehan Totto Chan selama satu jam penuh sampai gadis cilik itu kehabisan apa yang ingin diomongkan.

Dan sejak itu Totto Chan langsung menyukai kepala sekolah barunya.

Istirahat makan siang di Tomoe Gakuen unik. Mereka harus makan sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan, selain itu disana juga disediakan bila salah satu murid tidak membawa sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan.

Totto Chan mempunyai banyak teman dan pengalaman baru dari Tomoe Gakuen. Dan teman-temannya juga beragam, dari anak yang nakal, baik hati, dan anak yang cacat seperti Yasuaki-chan yang terkena polio sejak ia kecil.

Dan menyedihkannya, Yasuaki-chan di pertengahan buku meninggal dunia karena penyakitnya.

Tomoe Gakuen benar-benar sekolah yang unik.

Selain ruang-ruang kelasnya menggunakan gerbong kereta tak terpakai, dan anak-anaknya berenang tanpa memakai baju sama sekali (mungkin ini salah satu yang ga patut dicontoh ya wkwk, tapi maksud kepala sekolah membiasakan berenang tanpa memakai baju sama sekali itu untuk menyamakan semua murid, agar anak-anak yang cacat seperti Yasuaki-chan dapat merasa nyaman dan sama. Selain itu, ada Hari Olahraga, dan pelajarannya pun juga unik. Kepala sekolah dan guru-guru membebaskan anak-anak untuk memilih mata pelajaran yang mereka mau pelajari, bahkan mata pelajaran bermain pun juga dibolehkan wkwk.

Selain kejadian Yasuaki-chan meninggal, ada satu kejadian lagi. Anjing kesayangan Totto Chan, Rocky, hilang, dan sampai sekarang Rocky ngga pernah ditemukan lagi.

Walau endingnya berakhir lumayan sedih, yaitu Tomoe Gakuen terpaksa ditutup karena perang, dan semua muridnya mengungsi, tapi buku ini bagus dan recommended sangat. Setelah perang kemudian Tomoe Gakuen dilahirkan kembali, dan alumni siswanya juga masih reuni.

Dan kata Bu Tetsuko, aka Totto Chan ver dewasa, saat ia kembali ke tempat Tomoe Gakuen dulu berdiri, sudah dibangun sebuah tempat parkir disana. Sedih yekan melihat sekolah kesayangan kalian telah hilang diganti bangunan baru :’)

Sekian, segitu dulu ya review buat hari ini. Sekali-kali hehe bikin review yang pendek.

20150106130932.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s