Pengalaman; Serba-Serbi Menstruasi

#1Day1Post#Day17

ps: post ini lebih baik dibaca oleh wanita saja ya, hehe. soalnya kalo cowo mungkin bakalan ngga paham:)

Kemarin Sabtu, aku mengikuti sebuah event gratis yang diadakan untuk wanita dewasa dan juga remaja perempuan, yang diadakan oleh Green Mommy Shop dan dimentori oleh tiga orang wanita hebat bernama Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu.

Ini pertama kalinya aku berada di tempat seperti Green Mommy Shop Toko milik Mami Desi itu adalah sebuah toko yang menjual barang-barang higienis dan seratus persen alami. Dari luar rumah, bau harum sudah tercium dan aku langsung menyukai aromanya yang enak di hidung. Aku melihat sekeliling bagian dalam toko dengan kagum dan mulai menjelajahi setiap ujung toko.

Untuk event kemarin, aku dibawakan handphone untuk mencatat materi yang bakalan disampaikan oleh Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu. Mereka akan membawakan sebuah materi tentang haid atau menstruasi yang patut dipelajari oleh seluruh wanita di dunia.

Walau sebenarnya aku telat datang setengah jam, aku datang pertamakali. Sekitar lima belas menit kemudian satu persatu orang mulai datang, termasuk para mentor, yaitu Mami Desi, Bu Kristin dan Bu Hayu. Setelah para peserta sudah datang, acara pun dimulai dengan pembahasan siklus mens dan pms.

Menurut Bu Kristin dan Bu Hayu, mereka berdua mempunyai siklus mens yang sering pms dan sering kram di tubuh, pusing, sementara Mami Desi mempunyai siklus mens yang tidak pernah pms sama sekali. aku juga begitu, saat semua orang mengeluh sakit perut atau kram saat mereka haid, aku tidak merasakan apa-apa sehingga sama seperti Mami, aku juga berpikir apakah aku normal? Tetapi belakangan aku juga merasakan itu, pusing berat dan sakit perut yang kadang mengganggu kegiatanku sehari-hari.

Setelah membahas soal siklus menstruasi dan pms, kami membahas soal pembalut yang biasa para mentor pakai. Kata Bu Kristin, beliau pada awalnya menggunakan pembalut yang semua orang gunakan, yaitu softex, kemudian berganti menstrual pad, kemudian berganti lagi dengan pembalut kain. Bu Kristin menggunakan pembalut secara teratur dan menggunakan cukup banyak pembalut, pembalut tebal untuk hari-hari pertama dan pembalut tipis untuk hari-hari terakhir. Sementara untuk pembalut night beliau hanya punya 2 untuk dua hari pertama.
Kalau Bu Hayu, sehari-hari beliau juga menggunakan softex seperti orang biasa, tetapi pada awal-awal mendapatkan menstruasi dulu saat umur beliau masih 9 tahun, ibunya sudah menyiapkan berpuluh-puluh lembar kain norex yang seperti kain popok bayi dan gampang dibersihkan, tinggal direndam atau disiram air dan dikucek saja. Dari umur 9 tahun sampai sekarang, Bu Hayu menggunakan kain norex saat beliau mendapatkan menstruasi. Aku kagum karena Bu Hayu sangat telaten dan nyaman menggunakan kain norex yang berbentuk seperti popok bayi tersebut, sementara aku masih bolak-balik ganti dari pembalut biasa dan pembalut sekali pakai. Bu Hayu juga kadang menggunakan menstrual pad, tetapi katanya ia tidak nyaman menggunakannya dan lebih nyaman memakai kain norex.
Sementara kalau Mami Desi, beliau juga dulu menggunakan softex untuk pembalut, karena softex satu-satunya pembalut sekali pakai yang jarang membuatnya iritasi, berbeda dengan charm yang kadang membuatnya luka dan iritasi pada bagian kulit yang terkena pembalut. Kata Bu Desi, pembalut di luar negeri teratur, ada yang murni katun, sementara kain pembalut di Indonesia masih campuran antara katun dan sintetis polyester. Dan Bu Desi juga menggunakan pembalut kain biasa yang juga kupakai, dan dari acara ini aku tahu cara membersihkan yang benar wkwk. Caranya adalah mencucinya langsung sehabis menggunakan, mengolesinya dengan sabun sedikit saja dan merendamnya semalaman. Dan dijemur jangan dibawah sinar matahari agar lainnya tidak menjadi keras. Jadi merasa bersalah karena selama ini perlakuanku ke pembalut sehari-hari nggak kea gitu.
Kami juga membahas soal pembalut herbal dan essentials oil peppermint dan mentol yang sehat dan tidak berpengaruh pada vagina jika dioleskan pada pembalut.
Selain itu kami juga membahas soal tampon. Masih belum begitu tahu soal apakah tampon baik digunakan, tetapi tampon ini harganya mahal dan kata teman-teman Mami di luar negeri, sehabis 3-4 tahun harus diganti karena mereka merasa sudah tidak begitu nyaman dipakai. Mami Desi bilang ia belum berani meneliti lebih jauh, soalnya membayangkan bagaimana cara memakai tampon saja sudah ilfeel. Menurutku juga begitu saat pertamakali membaca soal tampon di salah satu buku berbagai perihal soal wanita yang kupunya.

Lalu kami membahas soal sejarah pembalut di seluruh dunia.

Contohnya, dahulu kala saat di China, para wanita disana menggunakan kantong kain yang diisi pasir lalu mereka pakai. Untuk menggantinya, mereka mencopot kantong kain tersebut, membuang pasirnya, mencuci kantong koin dan mengulangnya dari awal lagi. Lalu ada juga menurut sejarah Islam yang dianjurkan Nabi Muhammad, yaitu memakai kain ditumpuk kemudian dipakai atau menampung haidnya di sebuah wadah sampai keluar semua.

Selain itu kami juga membahas soal bahan yang digunakan oleh pembalut. Sebenarnya bahan pembalut sekali pakai itu tidak murni kain saja, tapi juga bercampur plastik. Jadi tidak akan bisa terurai, melainkan akan menyebar menjadi benang-benang yang tidak bisa terurai. Dan itulah mengapa aku jadi rada ilfeel dan rada mikir-mikir lagi kalau mau pakai pembalut sekali pakai. Bakalan lebih nyaman dan ramah lingkungan menggunakan pembalut kain biasa, yekan.

Intinya, aku mendapatkan banyak pelajaran dari event untuk wanita yang kemarin diadakan. Bahasa yang digunakan oleh para mentor enak didengar dan dipahami dan membuatku jadi mengerti banyak, salah satunya aku jadi mengerti cara membersihkan pembalut yang benar dan kalau tak hanya aku di dunia ini yang ‘gak normal’ dan menstruasi tanpa mengalami siklus menstruasi yang dialami sebagian besar wanita, yaitu perubahan pada tubuh dan sering sakit perut.

Sudah ye. Bubay. Lanjut ntar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s