Review Buku: Cookie

#1Day1Post #Day19

Judul: Cookie

Penulis: Jacqueline Wilson

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hai!

Sekarang aku hendak mereview sebuah buku berjudul Cookie, yang ditulis oleh seorang wanita hebat bernama Jacqueline Wilson. Mengapa aku menyebut beliau seorang wanita hebat? Itu karena buku-buku fiksi yang ditulisnya selalu bagus dan rada menyentuh hati dalam versi yang berbeda dari buku fiksi lain.

Jadi ceritanya adalah tentang seorang gadis berumur sekitar sembilan tahun bernama Beauty Cookson. Dia adalah gadis yang berasal dari keluarga kaya –sangat kaya. Dadnya adalah seorang pengusaha rumah bernama Happy Homes yang sukses dan memiliki banyak uang. Namun Beauty tidak sebahagia itu menjadi putri seorang yang kaya.

Beauty berwajah biasa saja dan bertubuh gemuk. Dia juga pemalu. Karena itu anak-anak di sekolahnya menjulukinya Ugly, si jelek. Beauty tidak pernah punya sahabat bahkan teman dekat yang sering diajak dan mengajaknya mengobrol, dia orang yang introvert alias tertutup. Dia menyukai Rhona, satu-satunya anak di kelasnya yang baik kepadanya, tetapi sayangnya Rhona merupakan sahabat dekat Skye, salah satu anak yang membenci dan sering mengejek Beauty bersama dua rekannya, Emily dan Arabella.

Selain berwajah biasa, bertubuh gemuk dan pemalu, Beauty sangat kekanakan. Dia suka menonton acara bernama Rabbit Hutch, sebuah acara teve yang ditokoh utamai oleh seorang cowok bernama Sam dan kelincinya, Lily. Acara teve itu ditujukan pada anak berumur lima tahun, tetapi entah kenapa Beauty suka menontonnya setiap hari.

Ayah Beauty bukan orang yang sangat baik. Beauty seringkali takut pada ayahnya. Ayahnya seorang yang sebenarnya baik, pekerja keras, dan menyayangi Beauty dan ibunya, namun suasana hati Dad gampang berubah. Hal sepele bisa memicu amarahnya.

Namun ibu Beauty, Mum, yang selalu menyayangi Beauty dan menghiburnya sepenuh hati, selalu berusaha menyenangkannya walau ayah mereka sering menggertak Beauty dan melarangnya berbuat ini itu.

Bahkan mereka berdua punya hobi baru, yakni membuat cookie. Walaupun Dad seringkali meremehkan mereka hasilnya yang sering gosong, mereka tetap lanjut membuat cookie dan tidak patah semangat.

Dari Rabbit Hutch, Beauty jadi ingin punya kelinci seperti Sam dan Lily. Dia meminta kelinci untuk hadiah ulang tahun kepada Dad, namun Dad langsung mengamuk dan menggertaknya karena berani meminta hewan peliharaan seperti kelinci pada dirinya.

Suatu hari, Dad membuatkan sebuah pesta ulang tahun yang teramat besar buat Beauty. Bukan sekedar pesta ulang tahun kecil-kecilan yang diadakan di rumah dengan kue tar dan lilin, melainkan pesta ulang tahun yang sebenarnya ditujukan untuk dewasa, dengan menggunakan profiterole sebagai kue tarnya dan menyewakan limusin panjang untuk membawa anak-anak sekelas menuju teater yang tiketnya susah sekali didapat.

Tak hanya itu, Dad membeli tiket-tiket di kursi bagian depan membuat seisi kelas kagum dan mulai mendekati Beauty. Beauty tersenyum dan membalas pendekatan mereka dengan sabar, tetapi dalam hati sebenarnya dia membenci mereka. Kecuali Rhona, yang selama ini selalu baik dan ramah kepadanya.

Saat ulang tahun, Rhona ternyata memberi Beauty seekor kelinci yang sangat imut dan dinamainya Birthday. Kelinci ini sempat membuat Dad marah, tetapi dia membolehkan meletakkan kelinci itu di luar. Namun keesokan harinya, kelincinya mati karena dimakan oleh musang. Dad yang membiarkan kelinci itu kabur sehingga dimakan.

Tak tahan lagi, Beauty dan mamanya memilih untuk pergi. Mereka berpamitan secara baik-baik, dan kata Mum, mereka lebih baik tinggal di kandang babi daripada di rumah mereka yang mewah dan memiliki banyak kamar mewah dan kamar mandi suite. Bahkan Beauty mempunyai kamar mandi en suite sendiri, yang membuat sebagian besar temannya iri dan kagum kepadanya.

Mereka mulai melakukan perjalanan. Pada awalnya mereka pergi dan menginap sebentar di rumah mantan istri Dad yang lama, Bibi Avril. Setelah menginap sebentar di rumah Bibi Avril, Mum dan Beauty pergi ke sebuah tempat di dekat pantai bernama Rabbit Cove, yang mengingatkan Beauty kepada Rabbit Hutch dengan Sam dan Lilynya.

Mereka berkenalan dengan seorang pria bernama Mike yang senang melukis dan ternyata memiliki sebuah penginapan dan menyilakan Mum dan Beauty menginap di rumahnya. Untuk membayar hutang budi, Mum membantu memasak di sana bagi mereka semua termasuk para tamu yang juga menginap di rumah Mike.

Pindah rumah dan sekolah membuat Beauty harus dicarikan sekolah baru. Dan dia mulai bersekolah beberapa minggu kemudian, ditemani oleh beberapa anak tetangga yang dimintai tolong menemaninya pertama kali kesekolah.

Beauty memiliki kehidupan baru di tempat tinggal barunya. Tidak ada anak yang memanggilnya Ugly. Pada awalnya mereka memanggilnya si Anak Baru, dan tak lama kemudian mereka mulai memanggilnya si Anak Cookie karena kebiasaan Beauty membawa cookie buatannya dan ibunya dan memberikannya kepada yang merasa tersingkirkan dan kesepian. Dan saat ada penggalangan dana untuk anak-anak di Afrika, Beauty menjual cookie-cookienya dan menyumbangkan hasilnya untuk penggalangan dana tersebut.

Dari situ, Beauty dan mamanya mulai menjual cookie-cookie secara individu. Mereka menggunakan kantong yang digambari kepala kelinci sebagai logo penjualan mereka oleh Beauty sendiri. Cookie mereka mulai terkenal dan banyak pemilik penginapan sebelah yang turut memesan pada Beauty dan mamanya secara rutin. Bahkan ada hotel yang juga memesan rutin kepada toko cookie kecil-kecilan mereka.

Sampai mendadak terdapat telepon dari Watchbox, acara anak-anak yang terkenal di teve, termasuk channel tempat acara favorit Beauty ditayangkan, yaitu Rabbit Hutch. Watchbox ingin agar Beauty tampil di acara mereka sebagai koki cilik yang menjual cookie-cookie berlogo kelinci yang mulai terkenal ke berbagai penjuru.

Awalnya Beauty menolak, tapi setelah dibujuk oleh Mum dan Mike, dia akhirnya setuju.

Pada awalnya dia gugup untuk tampil di teve bersama anak-anak berbakat lainnya yang membuat dirinya menjadi merasa terkucilkan saking berbakatnya mereka. Tetapi, ujung-ujungnya dia berhasil melalui setiap cobaan dan endingnya, beruntungnya dia bertemu dengan Sam dan Lily. Secara ril, secara nyata.

Lengkapnya?

Baca sendiri hwhw.

127451-ml-252493

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s