Review Buku: Nyanyian Ibu

Judul: Nyanyian Ibu

Penulis: Bung Smas

Penerbit: Dar! Mizan

 

#1Day1Post #Day23

Halo! Jadi sekarang aku hendak mereview sebuah buku karya seorang penulis legendaries yang telah menulis ratusan buku anak bernama Bung Smas, yang merupakan salah satu dari kumpulan serial Noni; buku itu berjudul Nyanyian Ibu.

Langsung saja;

Ceritanya adalah tentang seorang gadis bernama Noni yang kelakuan dan tampilannya sama sekali tidak seperti anak cewek biasa. Dia lebih suka mengakui dirinya sebagai anak cowok, dan kelakuannya juga mendukung pengakuannya tersebut. Nama aslinya adalah Prita, tapi sejak Mbok Mi, pengasuhnya sejak kecil memanggilnya Noni, orang-orang disekitarnya jadi ikut-ikutan memanggilnya Noni.

Suatu hari, sahabat baiknya, Elisa aka Eli, datang sambil menangis ke rumahnya. Gadis itu kabur dari rumah lagi-lagi karena kakaknya, Mbak Tina, lagi-lagi marah kepadanya. Kali ini karena Eli, yang tidak biasa menggunakan setrika listrik, dipaksanya menyetrika rok biru mudanya yang belum disetrika dan akhirnya rok tersebut gosong. Tentu saja Mbak Tina ngamuk.

Noni mengajak Eli jalan-jalan ke bonbin selagi ia masih menginap di rumah Noni karena takut pada Mbak Tina. Entah mengapa, ada sebuah geng yang terkenal di daerah itu sebagai geng anak nakal yang disebut Gali itu berteriak dan kemudian mengejar mereka. Noni dan Eli berhasil kabur, tetapi kemudian mereka bertemu lagi di sebuah acara di Gedung Olahraga Gelora Pancasila di Simpang Lima. Anak-anak Karangayu yang mengira Noni dan Eli sempat disakiti, memberi anak-anak Gali bogem mentah, yang tentu saja dibalas oleh mereka.

Sebelumnya, Bun, pemimpin anak-anak Gali itu, mengaku pada Noni dan Eli, kalau Eli mirip dengan adiknya yang hilang, dan lagu yang dinyanyikan Noni di acara di GOR, sama dengan lagu yang dinyanyikan ibunya pada dirinya dan adiknya sebelum mereka tidur. Katanya ia telah kehilangan keluarganya dalam sebuah banjir yang teramat dahsyat.

Sejak itu Eli tampak galau dan bersedih hati. Katanya, dia berpikir kalau Bun adalah kakak kandungnya yang selama ini hilang.

Selagi Eli bersedih hati, Noni punya kejadian mengejutkan. Dia menyelamatkan seorang penjahat yang katanya pembunuh buronan bernama Godek yang lewat di depan rumahnya saat dikejar polisi dan anjing pemburu. Godek bersembunyi di gudang rumah Noni dan Noni memberinya makanan untuk bertahan hidup.

Bun terus mengiba pada Noni untuk mempercayainya. Dia menceritakan sebuah cerita tentang masa lalunya yang terdengar seperti cerita Eli, namun cerita yang diceritakan oleh Bun terdengar lebih lengkap.

Suatu hari, Mbak Tina datang ke rumah Noni, menyerang Eli dan menghardiknya sambil berkata kalau Eli adalah anak gelandangan yang mencuri gelang dan kalung emasnya. Padahal, Eli tidak pernah pergi dari rumah Noni dan pulang ke rumah ibunya sejak kejadian rok gosong. Padahal nyatanya yang mengambil kalung dan gelang Mbak Tina adalah Tante Sri, ibunya sendiri. Tante Sri sambil menangis berkata kalau ia melakukan itu untuk menyelamatkan Eli. Eli bukanlah anak kandungnya, dan ada seorang gelandangan yang datang ke rumahnya memaksa menyerahkan Eli kepadanya. Tante Sri tidak mau menyerahkan Eli dan terpaksa menggantinya dengan subang dan kalung Tante Sri, juga dengan kalung dan gelang Mbak Tina setelah gelandangan itu berkata kalau itu semua belum cukup.

Tapi, sehabis kejadian Mbak Tina ricuh di rumah Noni, Eli hilang. Tetapi gilanya, semua orang berkata kalau yang membuat Eli hilang –alias menculik Noni adalah Godek, pembunuh buronan yang sekarang sedang berkeliaran. Noni dikunci di kamarnya agar tidak kemana-mana; dia tahu Godek tidak bersalah karena dia sendiri yang menyembunyikan Godek di gudang rumahnya.

Noni berhasil kabur dari penjagaan ketat di rumahnya demi mencari Eli. Dibantu orang yang mengaku kalau ia adalah teman Godek dengan beberapa bukti yang tidak bisa Noni sanggahi, mereka menyamar dan mencari jejak keberadaan Eli kemana-mana.

Noni pulang, tetapi anehnya dia tidak dikunci di dalam kamar seperti biasa. Malah saat dia melenggang pergi lagi, bapak tidak melarangnya. Noni yang sejatinya merupakan orang yang curigaan langsung curiga dan dia menyadari kalau ada polisi yang mengikuti dirinya. Noni yang cerdik itu langsung kabur dari penglihatan polisi yang memata-matai dirinya dan mencari Eli sendiri.

Dia akhirnya menemukan Eli, setelah bertemu dengan salah seorang teman Bun bernama Marsudi Tato dan mengikutinya sampai anak itu masuk ke dalam sebuah rumah kosong. Noni masuk ke dalam dan menemukan Eli bersama rombongan Gali dan tentu saja abang kandungnya sendiri, Buntoro alias Bun.

Eli sudah ditemukan.

Tante Sri dan suaminya akhirnya memutuskan untuk merawat baik Eli dan abangnya; salah satu alasan karena Eli tidak ingin berjauhan dari abangnya itu. Dan bagaimana dengan Godek?

Dia baik-baik saja, dia sempat memberikan pesan terakhir kepada Noni di akhir cerita.

End!

25526597.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s