Review Buku: Dunsa

#1Day1Post #Day25

Judul Buku: Dunsa

Penulis: Vinca Callista

Penerbit: Penerbit Atria

Dunsa adalah judul buku yang akan kureview pada pagi ini. Ditulis oleh Vinca Callista dan diterbitkan oleh Penerbit Atria, buku ini menjadi salah satu buku favorit yang pernah kubaca dan dari Penerbit Atria. Ceritanya adalah tentang seorang gadis yang tinggal bersama bibinya di sebuah rumah yang terpencil jauh dari permukiman. Seumur hidupnya dia tidak pernah bertemu dengan orang lain, manusia lain, selain bibinya sendiri.

Kegiatan yang dilakukannya setiap hari adalah belajar, melakukan pekerjaan rumah, mempelajari beladiri dengan bibinya –Bibi Bruzila, atau membaca buku; satu-satunya hal yang dapat membuatnya mengerti dan mengetahui soal perihal dunia luar sana.

Tetapi, saat ulang tahunnya yang ketujuh belas, ada seseorang berkunjung ke rumahnya. Bukan manusia biasa, melainkan manusia yang disebut Zauberei. Zauberei mengatakan kalau Merphilia adalah si Gadis Prajurit dalam buku Ramalan; dan ia ditugasi untuk membunuh seorang penguasa kegelapan bernama Ratu Veruna yang sejatinya merupakan ibu kandungnya sendiri.

Ratu Veruna adalah seorang penguasa kegelapan yang sangat jahat dan sudah sejak lama mengancam ketenteraman Empat Negeri Besar Prutopian.

Merphilia diundang untuk menghadiri suatu acara mempersiapkan diri menyerang Ratu Veruna di Kerajaan Naraniscala. Dari itu juga ia tahu kalau ibunya pernah menjalin suatu hubungan dengan raja Naraniscala; yang sekarang sudah meninggal karena dibunuh oleh Veruna sendiri.

Merphilia memang tidak pernah merasakan kasih sayang ibunya dan tidak pernah mengingat bagaimana perlakuan ibunya kepadanya karena dia tumbuh besar tanpa asuhan ibunya.

Dan di Naraniscala, mendadak Merphilia jatuh hati dengan seorang pangeran bernama Pangeran Ardelazam, lelaki yang paling tampan di Naraniscala yang sepertinya juga memiliki perasaan yang sama dengan Merphilia.

Bersama para tentara Naraniscala dan Pangeran Ardelazam yang juga ikut dalam peperangan itu, Merphilia ikut serta dalam perang yang dibuat untuk menyerang Ratu Veruna. Walaupun itu rada susah karena walaupun Merphilia tidak pernah ingat bagaimana perlakuan dan kasih sayang Veruna kepadanya, Veruna tetap ibu kandungnya sendiri walau ayahnya tidak jelas.

Menjalani sebuah petualangan, pengkhianatan, cinta segitiga, Merphilia terancam mati oleh tangan ibunya sendiri.

13119680.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s