Idul Adha

#1Day1Post #Day30

Halo!

Sore ini sebelum aku off aku akan menceritakan sekilas tentang perjalananku kemarin sewaktu Idul Adha. Jadi, aku dan keluargaku bersilaturahmi ke rumah simbah di Magelang, Secang, untuk menunaikan Idul Adha disana. Sebenernya aku nggak mau, tapi sesekali yah mengunjungi rumah nenek sendiri. Apalagi, simbah Khadijah adalah satu-satunya nenek kandungku yang tersisa. Nenek kandungku dari pihak abi sudah meninggal lama.

Kami berangkat naik mobil pada jam tiga hari Kamis kemarin, membawa oleh-oleh jeruk yang lumayan banyak. Apalagi jeruk peras ada sekarung. Kata umi jeruk perasnya nanti diperas pakai alat yang ada disana lalu diminum wkwk.

Perjalanan ke Magelang memakan waktu sekitar 11 jam.

Sampai disana tengah malam dan aku langsung rebah di tempat tidur sampai pagi tiba.

Oya, ke Magelangnya, aku membawa laptop. Untuk menuliskan proyek-proyek menerjemahkan bahasa Inggrisku dari Bu Lely yang belakangan aku fokus kerjakan setiap hari. Pekerjaan menerjemahkan artikel berbahasa Inggris itu sudah kuanggap pekerjaan sampingan, dan aku akhirnya bawa laptop buat mengerjakannya –sekaligus buat buka Line wkwk.

Selain main laptop, aku juga membantu menyapu dan beres-beres rumah, dan belakangan sebelum pulang ke Malang, aku membantu mencuci piring.

Nah.

Di Magelang sewaktu shalat Idul Adha, aku tidak ikutan shalat dengan yang lain dan duduk menjagakan Aqila, adik sepupuku dari Bulik Muji dan Pak An. Namun aku tidak tahu cara menggendong bayi dan menjaganya dengan baik dan benar karena tidak pernah menjaga bayi selama bertahun-tahun. Terakhir kali aku bisa ngayong bayi adalah sewaktu adikku masih kecil. Dan akhirnya Aqila nangis, aku nggak tahu cara meredakan nangisnya. Untung seorang teman yang juga sedang mens dan juga membawa bayinya ke lapangan tempat shalat mengambil alih Aqila dariku dan membawanya ke seorang ibu di bagian belakang lapangan untuk ditenangkan.

Menakjubkannya, saat dimomong mereka, Aqila berhenti nangis.

Aku cuma bisa nangis dalam hati wkwk. Salahku apa qil.

Sisanya; aku makan dan tidur. Sudah.

Saat pulang, kami berangkat sekitar jam tujuh malam dan berhenti di sebuah restoran di Kandangan untuk minum-minum dan istirahat pada tengah malam, mungkin sekitar jam dua pagi.

Tepat subuh sampai rumah dan aku langsung membereskan rumah yang kotor sehabis ditinggal beberapa hari, termasuk menyapu dan mengepelnya.

Sudah. Itu aja. ‘pai jumpa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s