Review Pendek Tentang Frozen

#1Day1Post #Day31

Halo!

Sore ini aku akan menulis sebuah review yang teramat sangat pendek tentang film Frozen. Karena aku habis menerjemahkan sebuah artikel berbahasa Inggris yang teramat sangat panjang, aku harus sedikit mengistirahatkan jemariku yang kalau bisa berteriak mungkin bakalan berteriak sangat keras kalau mereka telah capek dibuat mengetik seharian.

Skip nie.

Film Frozen adalah sebuah film yang dibuat oleh Disney dan meledak diwaktu rilisannya, sehingga tokoh utamanya, yakni Elsa dan Anna, tidak diikutsertakan dalam jajaran princess Disney yang lain, karena mereka mempunyai ‘tingkat’ kepopuleran tersendiri yang mungkin melebihi kepopuleran seluruh princess Disney yang lain.

Frozen bercerita tentang seorang kakak beradik di sebuah kerajaan.

Namanya Elsa dan Anna, dan mereka saling menyayangi satu sama lain.

Elsa adalah seorang kakak sulung yang mempunyai sebuah kekuatan es. Dia dapat menciptakan es dan salju dari tangannya sendiri. Dan dia sering menggunakan kekuatannya itu untuk bermain es dan salju dalam istana dengan Anna.

Sampai suatu hari, terjadi suatu kecelakaan. Tembakan es Elsa tak sengaja mengenai jantung dada Anna, dan dia langsung pingsan seketika. Orangtua mereka yang cemas membawa Anna ke sekumpulan troll yang katanya dapat menyembuhkan penyakit semacam itu.

Anna dapat sembuh, tetapi mereka harus menghapuskan seluruh kenangan Anna tentang kekuatan es itu, termasuk kenangan bahagianya tentang kesehariannya bermain bersama kakaknya tersayang.

Sejak saat itu Elsa menjadi tertutup. Dia mengunci dirinya dalam kamar untuk mencegah kekuatannya kembali ‘khilaf’ dan tak pernah menemui Anna lagi.

Orangtua mereka kemudian meninggal dalam sebuah kecelakaan kapal.

Saat umur Elsa sudah beranjak dewasa, Elsa dinobatkan menjadi ratu Arendelle –nama kerajaan mereka.

Istana yang awalnya berdebu dan kosong, tidak pernah dibuka untuk umum sejak kejadian kecelakaan es dulu, dibuka kembali selama sehari penuh untuk pesta penobatan Elsa.

Sayangnya, saat malam tiba, Elsa dan Anna bertengkar. Emosi Elsa naik dan dia tak sengaja menggunakan kekuatannya di depan umum. Arendelle geger mengetahui kekuatan ratu mereka yang disembunyikan itu dan Elsa segera kabur; sementara rakyat menuduhnya monster.

Anna yang merasa bersalah karena telah membuat kakaknya emosi menyusul sendirian jejak kakaknya yang kabur ke gunung es. Sementara itu, Arendelle telah diliputi kedinginan yang teramat sangat pekat; padahal saat itu adalah musim panas. Kata orang-orang, itu kutukan dari ‘monster’ Elsa, ratu Arendelle yang baru dinobatkan hari itu sendiri.

Anna bertemu dengan Kristoff dan Sven, rusa jantannya yang ramah, dan mereka berdua mau ikut menemani Anna ke Gunung Utara untuk mencari Elsa setelah Anna membelikan mereka peralatan besi baru dan wortel untuk mereka.

Di tengah perjalanan, mereka juga bertemu dengan Olaf, yang merupakan boneka salju Elsa dan Anna, yang ternyata secara tidak sengaja telah dihidupkan oleh Elsa dan jadi bisa ngomong. Waktu mereka bertemu dengan Olaf, boneka salju imut itu belum mempunyai hidung, dan Anna dengan geli memasangkan hidung dari salah satu wortel di karung Kristoff untuk dirinya.

Olaf ini imut bangeeet. Dia adalah seorang boneka salju polos yang sangat mengidam-idamkan musim panas. Padahal; tau sendiri kan apa yang akan terjadi buat boneka salju yang ‘berjemur’ di musim panas.

Mereka berjalan lagi dan akhirnya menemukan istana Elsa.

Sayangnya, mereka tak berhasil membujuk Elsa untuk kembali, bahkan Elsa dan Anna sempat bertengkar lagi dan kekuatan es Elsa lagi-lagi mengenai Anna. Anna menjadi beku dan lemas, dan Kristoff yang khawatir membawa Anna menuju troll yang dulu menyembuhkan Anna.

Kata si troll, Anna dapat sembuh total dengan cinta sejati. Tetapi jika cinta sejati itu tidak ditemukan dengan cepat, maka Anna akan meninggal.

Anna langsung teringat Hans, pangeran negeri sebelah yang ditemuinya saat istana dibuka dan mereka langsung bertunangan hari itu juga. Dia mengira Hanslah cinta sejati yang dimaksud dan Kristoff, Sven, serta Olaf sebagai sahabat yang setia mengantarnya ke Arendelle mencari Hans.

Sayangnya, Hans berwatak serigala berbulu domba.

Saat Anna menemuinya di istana, alih-alih membantu menyembuhkan Anna dengan ‘cinta sejatinya’, Hans malah mematikan perapian dan mengunci Anna dalam kamar yang teramat sangat dingin dengan kejam. Mana sewaktu itu, sedang ada badai yang hebat di Arendelle. Lalu Hans keluar dan mengaku pada para petinggi kerajaan kalau Anna telah meninggal di pelukannya dan memintanya untuk menjaga Arendelle menggantikannya dan membunuh Elsa –yang semuanya bullshit belaka.

Hans langsung mencari Elsa –yang pergi ke Arendelle untuk menemui dan menyelamatkan Anna.

Sementara itu Kristoff yang sudah menjauhi Arendelle, merasa ada perasaan buruk tentang Anna dan memilih memacu Sven kembali ke Arendelle. Dan waktu itu, Olaf dengan hati sucinya menyelamatkan Anna yang sudah setengah mati kedinginan dan kesakitan dengan menerobos jendela kamar dan menyalakan perapian –dan dia hampir saja meleleh karena kelakuan nekat yang tampak polos tersebut.

Badai semakin kencang, dan istana mulai dipenuhi menara-menara es beku –katanya si kutukan.

Olaf membantu Anna untuk kabur keluar dari istana mencari Kristoff –yang sekarang dipikir oleh mereka adalah cinta sejati Anna.

Namun sebelum Anna sempat untuk menemui Kristoff yang sudah setengah jalan menemuinya, dia melihat Hans on the way membunuh kakak tersayangnya yang sedang lengah di tengah lapangan es. Saat Hans hendak membunuh Elsa dengan pedangnya, Anna berlari dan menghadang. Tepat saat itu tubuhnya membeku. Pedang yang ditebaskan Hans mengenai tangan beku Anna dan pedang tersebut pecah.

Badai berhenti.

Elsa menoleh dan melihat Anna yang telah membeku di sampingnya, yang telah menyelamatkan dirinya dari kematian. Gadis itu menangis dan memeluk Elsa dengan terisak dan menyesal.

Tak tahunya, ternyata itu adalah ‘cinta sejati’ yang dimaksud.

Mendadak semua membaik.

Anna ‘meleleh’ aka kembali lagi seperti semula; sembuh seperti sediakala. Ia dan Elsa langsung berpelukan.

Elsa kemudian menyelamatkan Arendelle. Dengan kekuatannya, dia merubah seluruh kutukan yang terjadi menjadi musim panas kembali. Arendelle kembali menjadi sebuah kerajaan yang cantik dan harmonis.

Sejak saat itu, Elsa menggunakan kekuatannya sebaik mungkin.

Dan sekarang kerajaan tidak pernah ditutup sama sekali, selalu terbuka untuk masyarakat Arendelle.

Dan setiap hari mereka bermain ski dengan lapangan es yang dibuat oleh Elsa.

Tamat.

Selesai.

Akhirnya.

Padahal aku kira bakal jadi sedikit ternyata lumayan juga, seribu kata wkwk. So, karena udah selesai, ‘pai jumpa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s