molen

Belakangan, aku makan lebih banyak dari biasa.

Apalagi karena hobi baru abi untuk membuat kue-kue buat kami dan juga untuk sekedar cemilan para pak tukang yang bekerja di belakang rumah.

Dan molen untuk cemilan para pak tukang itu selalu habis, keren. Mungkin mereka juga menyukainya seperti kami menggemari molen tersebut.

Abi belakangan gemar membuat molen, semacam kue pisang, yang hebatnya rasanya enak. Apalagi setelah beberapa kali membuatnya, abi jadi makin lihai membuat molen.

Dan berkat hobi baru itu, alat pembuat pasta kami jadi berguna juga. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak dipakai. Dulu aku pernah menggunakan alat pembuat pasta itu untuk membuat mi, yang hasilnya gagal banget soalnya adonan minya ketebalan. akhirnya mi itu dibuang soalnya rasanya ngga begitu enak dan juga belum begitu matangγ…œγ…œ

Mana juga susah banget kalo bikin mi pakai alat pembuat pasta sekecil itu. Energi untuk mengolahnya harus banyakγ…‹γ…‹

Dan abi juga berkata kalau abi ingin membuat stik keju dengan alat pembuat pasta itu dan sedang mencari resepnya. Mungkin akan dibuat dalam waktu dekat, kalau misalnya rencana itu jadi sih wk.

Dan soal aku makan lebih banyak dari biasa, itu mungkin relatif karena beberapa bulan terakhir nafsu makanku lebih banyak dari dulu-dulu. Setiap hari berasa lapar terus dan kalau di rumah ada jenis makanan apapun, pasti tidak akan bisa bertahan lebih lama dari sehari.

Kemarin sore, abi dan umi membelikan susu KUD dari KUD Batu, karena KUD Dau sudah ditutup entah kenapa. Kata abi, kemungkinan KUD Dau bangkrut. Padahal, aku suka banget susu KUDγ…œγ…œ. Tapi kalau KUD terdekat sudah ngga ada, kesempatan untuk minum susu KUD cuma sesekali. Dan oh, susu KUD itu habis kurang dari sehari. Padahal, ada dua liter. Hebat emang porsi makan keluargaku; dan juga akuγ…‹γ…‹

Setiap kami memasak nasi, yang setiap kali masaknya dengan 4 sampai 5 centong beras, nasi itu bakal habis dalam sehari, bisa kurang bisa lebih. Makanya beras di rumah seperti cepat sekali habis gegara porsi makan kami.

Tapi belakangan aku juga sedang mengurangi porsi makanku. Aku mencoba untuk tidak banyak-banyak makan yang berkarbohidrat, makanan ringan seperti Happy Toss yang semalam dibeli kakakku, dan bakwan yang dibuat umi pagi ini karena bakwan berminyakγ…œγ…œ

…iya, aku sedang diet.

Emang sih aku kelihatan kurus walau nggak sekurus kakakku, tapi belakangan aku curiga dengan berat badanku, yang bisa jadi berada diatas 40 kilogram. Jelaslah, makan sebanyak sekarang, masa berat ngga bakal naik?

Tapi dietku bisa dibilang diet abal-abalan. Kemarin aku khilaf dan tergoda untuk makan rujak yang dibawa pulang umi dari kampus sampai kenyang. Dilanjut makan mangga muda. Astaga. Diet macam apa ini /ditabokγ…œγ…œ

Doain aja dietku bakalan berhasil. Kalau ngga bisa bahaya. Setahun lagi kalau berat badanku diatas 50 kilogram kan bakal berabe. Emang cewek itu repot amat kalau soal berat badan -edisi mengakui:’—-))

ps. aku nulis ini sambil makan beberapa molen buatan abi. enak:’—)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s