5 hari

Lima hari belakangan ini, rumah menjadi dua kali lebih sepi dari biasanya; bikos kakakku sedang ada dalam backpacker trip bersama enam anak cowok homeskul lainnya ke Banyuwangi. Iri sebetulnya ngelihat foto-foto dia sedang ngedaki gunung bareng temen-temennya, bakar ikan, mancing [walau gadapet sama sekali] dan sebagainya.

Apalagi bagian naik gunungnya, pengen bangeeeet.

Kalo yang kemaren di Ngantang cuma naik bukit doang, dan itupun ga sampai puncak. Dan mas Azmi ini ngedakinya sampai puncak, dan kelihatan seru banget dari atas situ dari foto yang dikirimkan sama Pak Slamet, suaminya Bu Vita yang mendampingi mereka selama lima harian di Banyuwangi itu.

Yang kulakukan selama kakakku pergi ada di post kemarin, dan to be honest ada enak nggaknya dalam kepergian kakakku ini.

Enaknya adalah wifinya didominasi olehku, biasanya wifinya banyak ‘kesedot’ sama komputer mas Azmi, dan sekarang aku bisa menggunakan wifinya dengan sepuasnya. Gabegitu sepuasnya sih, soalnya walaupun kakakku pergi, aku juga banyak perginya dan main laptop kebanyakan malam.

Gaenaknya, pekerjaan rumah yang biasanya aku dan kakakku kerjakan kini hanya aku sendiri yang mengerjakan. Seperti mengurus baju, aku terpaksa melakukannya semua. Walau terkadang abi menggantikan posisi mas Azmi, banyak juga yang aku lakukan.

Kemarin, saat hari Selasa dan merupakan hari nogadgetday, aku mengisi waktuku dengan mempelajari isi buku pelajaran [yang hanya tahan kurang dari setengah jam kemudian aku menyerah:’–)))], aku ikut membuat molen bersama abi dan adikku.

Itu pertama kali aku ikut mereka membuat molen, walaupun selama ini keluarga kami sudah menyuplai molen buatan sendiri [yang dibuat oleh abi dan adikku mostly] untuk cemilan keluarga dan juga cemilan tukang yang bekerja membangun di tanah belakang.

Dan jangan salah sangka, molennya enak banget loh. Malah aku berpikir-pikir abi bisa saja membuat toko molen atau molen stan khusus untuk menjual molen wkwk.

Pertama kali ikut membuat molen, aku langsung ketagihan.

Adonan yang pertama abi buat, digiling menggunakan penggiling pasta kemudian dipotong, digiling lagi dan dibalutkan ke pisang yang sebelumnya sudah dipotong-potong dan dibekukan dalam lemari es.

Agar tidak lengket, diberi beberapa taburan terigu. Kemudian digoreng.

Molen ini bisa habis dalam sehari kalau ada yang mau menggorengkan hehehe.

Pankapan aku akan memposting resep molen ini, stay tuned aja ya♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s