Tips & Poin Penting Dalam Menulis

Last Saturday, aku mengikuti sebuah pelatihan menulis yang dinarasumberkan oleh seorang profesor yang juga seorang penulis bernama Profesor Imam, seorang mantan rektor sebuah universitas besar di Malang yang aku lupa namanya. Dan juga ada Pimpinan Redaksi Jawa Pos, Pak Abdul. 

Pelatihan menulis memang tersebut dibuat dan disponsori oleh Jawa Pos. 

Selama pelatihannya, aku mencatat hampir semua poin penting tentang tips-tips menulis yang diutarakan oleh Prof. Imam dan Pak Abdul di laptop yang kubawa, dan postingan ini kubuat berisi poin-poin penting tentang kepenulisan yang mungkin akan berguna bagi sebagian dari kalian.  Aku nggak mencatat detail dari kepengikutan aku dalam hari Sabtu itu, mungkin suatu waktu nanti aku bakal menceritakannya. Hehe.

                                                          —————— 

Pertama, menulis harus dipaksakan dan dibiasakan. dan bagian yang menarik diletakkan dibagian awal untuk menjadi sebuah ‘clickbait’ menarik yang membuat orang tertarik untuk membacanya. Idenya tidak perlu dibuat dari awal, tetapi harus sudah terorganisir dari awal dan tidak boleh berpikir apapun tentang cerita tersebut sehabis menulisnya, biarkan menulisnya sambil lalu dan jangan dihapus atau diedit. 

Dicoba untuk membiasakan menulis dua artikel per minggu selama 40 hari, lalu 40 hari kemudian 3 artikel, 40 hari kemudian 4 artikel. Dan begitu seterusnya. 

Dibiasakan setiap pagi sehabis Subuh untuk mengambil komputer dan menulis.  

Ditulis secara alami, jangan dihambat oleh pikiran yang merasa tulisannya tidak terlalu bagus. Tidak ada tulisan yang tidak bagus, semua dinilai oleh orang lain, bukan oleh diri kita sendiri. Kita harus selalu berpikir untuk percaya tulisan kita bagus. 

Bagaimana cara menyampaikan pesan tanpa dikenakan sanksi, dan membuat sebuah hikmah. Hikmah adalah suatu hal diatas ilmiah. Yang kedua tazkiah, bagaimana hari ini bersih. Hati yang bersih tentu ada di tubuh yang bersih. Paling atas adalah hikmah, yang berarti bijak.  

Terkadang dengan ilmiah bisa mengambil resiko, sedangkan dengan hikmah tidak ada. 

Dahulu ada seorang raja, yang kaya dan sangat masyhur. Posisinya seperti presiden. Sayangnya raja tersebut bermata satu. Karena dulu belum ada foto, mereka mencari sebuah pelukis. Segera dilaksanakan dan dibuat sebuah gambar lukisan presiden. Kemudian raja tersebut marah, karena matanya di gambar tersebut hanya satu, padahal itu faktanya. Akhirnya pelukis tersebut dihukum. Pelukis pertama ini melukis secara objektif. 

Pelukis kedua diundang, dan ia kini menggambar wajah raja secara subjektif. Sekarang dia menggambar raja dengan bermata dua, walaupun itu bukan kenyataannya. Dia juga dihukum, karena raja mengira dia berani meledeknya dengan melukis hal seperti itu. Pelukis kedua inipun juga dihukum mati. 

Pelukis ketiga memutar kepala, mencoba berpikir cerdas. Sebelum dia melukis, dia berbasa-basi dan bertanya tentang keseharian sang raja, dan dari itu dia mengetahui kalau raja setiap minggu pergi berburu. Dia pergi ke pasar dan membeli senapan tipe baru yang paling mahal, kemudian menyerahkannya pada raja untuk mencobanya. Disaat mencoba senapan tersebut itulah pelukis ketiga melukis raja.  

Jika menggunakan senapan, kita hanya memerlukan satu mata. Sehingga pelukis ketiga dapat melukis raja tanpa mengubah apapun dari tubuhnya. 

Tips lain, jangan menggunakan kata ‘terlalu banyak’ tentang dalam mempelajari sesuatu. 

Misalnya, lulusan pertanian, tapi tidak bisa bertani. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang bertani, bukan belajar cara bertani. Lulusan peternakan, tapi tidak bisa beternak. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang peternakan, bukan belajar cara beternak. Lulusan agama, tapi tidak bisa menjadi seorang agamawan yang baik. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang agama, bukan belajar cara menjadi seorang agamawan yang baik. Seharusnya sewaktu kuliah dapat dibagi porsi agar nantinya tidak sia-sia porsi yang telah dipelajari dalam pembelajaran kuliah tersebut. 

                                                            —————— 

Cara menyampaikan persoalan politik dan yang banyak resiko, berniat untuk menyenangkan orang tapi malah menjengkelkan orang dan membahayakan diri sendiri adalah dengan cara harus pandai memilih. Pandai memilih topik yang akan kita tulis dan dengan gaya bahasa yang tidak terlalu menyinggung orang yang ingin kita sampaikan persoalan tersebut. 

Cara memilih ide dari sekian banyak ide dan yang terpenting adalah menggunakan kemampuan kita. Jika kita membutuhkan informasi, tinggal mencarinya atau menelepon narasumbernya.   

Jika menulis sebuah tulisan investigasi, buatlah sebuah tulisan yang hidup. Mungkin sebuah artikel investigasi tentang sebuah penjambretan atau penangkapan tersangka, sebenarnya wartawan yang menulisnya tidak melihat langsung kejadiannya. Tetapi hasil artikelnya selalu nyata dan enak dibaca. 

Cara membuat tulisan investigasi tersebut adalah mendapatkan kenyataan dasar dan potongan cerita lainnya dari polisi dan para saksi, lalu menggabungkannya dan mencampurkannya dengan imajinasi dan khayalan penulis dan menambahkannya bunga-bunga kata yang membuat tulisan menjadi menarik. Pembaca menyukai jenis tulisan seperti itu. 

                                                                                                                     —————— 

Satu kalimat tidak boleh lebih dari dua belas kata.  

Ketika menulis dengan campuran kata yang jarang dimengerti oleh orang, harus diberi kata jawaban untuk mempermudah pembaca membacanya. Misalnya menambahkan sebuah kata sunda di dalam cerita, harus disertakan penjelasan kata sunda tersebut. 

Kita harus mengambil sebuah ide yang kita sendiri paham sekali dengan ide tersebut. Misalnya ingin membuat sebuah artikel dengan ide kesehatan, tetapi kita tidak mengerti tentang kesehatan, lebih baik jangan dilakukan. 

Hadir di acara massal, resepsi nikah, kematian, reuni, dan sebagainya. Banyak-banyak tafakur dan membaca. 

Membuat sebuah artikel yang penuh kontroversi, dan berusaha untuk menemukan hal yang kontroversial karena media selalu mencari hal-hal seperti itu. Dan juga bisa mencari ide dari tulisan orang yang orang tidak banyak mengamati tulisan tersebut tapi bisa mengolahnya menjadi sebuah ide yang bagus. Membuat hal yang tidak pernah dibuat orang lain, atau seperti tadi, ide orang lain yang sudah berhasil membuat karya.  

Cari referensi dulu sebelum menulis. Bisa membaca dulu atau pergi kemanapun tempat untuk mendapatkan ide yang bagus. Setiap bertemu apapun selalu ditulis, sehingga menulis artikel bisa menjadi lancer dan mengalir dengan enak. 

Membaca dulu, menulis kemudian. 

  1. Tidak perlu memikirkan teori menulis 
  1. Terus membiasakan menulis catatan harian 
  1. Ketika menulis mengalami kebuntuan di tengah jalan, tinggalkan saja. Jangan dibaca lagi dari awal karena akan mengubah segalanya. 
  1. Jangan dulu memikirkan style tulisan. Tiru saja gaya tulisan penulis yang Anda idolakan. 

Kesulitan penulis menyusun kata dalam kalimat yang bermakna adalah ; 

  1. Minim perbendaharaan kata/diksi 
  1. Kurang lincah memainkan kalimat 
  1. Kehabisan gagasan untuk dikembangkan 

Misal menemukan kata yang berserakan seperti ini: 

Mencerap, menjemput, membumi, refleksi, paradigm, ejawentah, konteks. 

Solusinya adalah mencari frasa penghubung antarkalimat, ketika mengalami kebuntuan struktur Bahasa. 

Agaknya, akan tetapi, akhirnya, akibatnya, artinya, biarpun begitu, di samping itu, jadi, jika demikian, kalau begitu, kalau tidak salah, kemudian, lagipula, pada dasarnya, sebaiknya, sebenarnya, sementara itu, sesungguhnya, untuk itu dll. 

                                                                                                                   —————— 

Tulisan jurnalistik yang disajikan secara subyektif. 

Opini/Artikel 

Definisi: Karya jurnalistik yang sangat subyektif, berisi pendapat atau pandangan setuju, tidak setuju atau netral tentang suatu peristiwa, keadaan ataupun kebijakan. 

Jenis artikel: 

  1. Deskriptis (menjawab apa) 
  1. Eksplanatif (menjawab mengapa) 
  1. Prediktif (menjawab what next) 
  1. Preskriptif (bagaimana seharusnya) 

Tulisan ini kubuat agak bercampuran, tapi semua tips dan poin penting sudah kucatat semua disini. Sisanya tergantung bisakah kalian memisahkan dan memotong-motong tips dan poin penting ini menjadi potongan tips yang berguna untuk kegiatan kepenulisan sehari-hari. Hehe, aku blank soalnya udah nggak bisa motongin tips-tips ini lagi. 

Okay, see ya! 

One thought on “Tips & Poin Penting Dalam Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s