Sekumpulan Teori Tentang Kepenulisan

(Telah diedit ulang pada tanggal 19 Maret 2020.)

Last Saturday, aku mengikuti sebuah pelatihan menulis yang dinarasumberkan oleh seorang profesor yang juga seorang penulis bernama Profesor Imam. Beliau adalah seorang mantan rektor sebuah universitas besar di Malang yang aku lupa namanya.* Dan juga ada Pimpinan Redaksi Jawa Pos, yaitu pak Abdul. Pelatihan menulis ini memang dibuat dan disponsori oleh Jawa Pos.

Selama pelatihannya, aku mencatat hampir semua poin penting tentang tips-tips menulis yang diutarakan oleh Prof. Imam dan pak Abdul di laptop yang kubawa. Postingan ini berisi poin-poin penting tentang kepenulisan yang mungkin akan berguna bagi sebagian dari kalian. Sebagai gantinya, aku nggak mencatat detail dari kepengikutan aku pada hari Sabtu itu, hehe. Selamat belajar!

Tips menulis no. 1

1) Menulis harus dipaksakan dan dibiasakan. Bagian yang menarik diletakkan di bagian awal untuk menjadi sebuah ‘clickbait’ menarik yang membuat orang tertarik untuk membacanya.

Idenya tidak perlu dibuat dari awal, tetapi harus sudah terorganisir sedari awal dan tidak boleh berpikir apapun tentang cerita tersebut sehabis menulisnya. Biarkan menulisnya sambil lalu, jangan dihapus maupun diedit.

2) Cobalah untuk membiasakan menulis dua artikel/minggu selama 40 hari. Lalu 40 hari kemudian 3 artikel, 40 hari kemudian 4 artikel. Dan begitu seterusnya.

3) Biasakan setiap pagi sehabis Subuh, untuk mengambil komputer dan menulis.

4) Menulislah secara alami, jangan dihambat oleh pikiran yang merasa tulisannya tidak terlalu bagus. Tidak ada tulisan yang tidak bagus, semua dinilai oleh orang lain, bukan oleh diri kita sendiri. Kita harus selalu berpikir untuk percaya bahwa tulisan kita bagus.

5) Pelajarilah bagaimana cara menyampaikan pesan tanpa dikenakan sanksi, dan membuat sebuah hikmah. Hikmah adalah suatu hal yang terletak di atas ilmiah. Yang kedua tazkiah, tentang bagaimana hati ini bersih.

Hati yang bersih tentu ada di tubuh yang bersih. Paling atas adalah hikmah, yang berarti bijak. Terkadang dengan ilmiah bisa mengambil resiko, sedangkan dengan hikmah tidak ada.

Ada sebuah cerita yang diceritakan berkaitan dengan tips ini.

Dahulu ada seorang raja, yang kaya dan sangat masyhur. Posisinya seperti presiden. Sayangnya, raja tersebut bermata satu. Karena dulu belum ada kamera foto, mereka mencari sebuah pelukis. Segera dilaksanakan dan dibuatlah sebuah gambar lukisan presiden. Kemudian, raja tersebut marah. Karena matanya di gambar tersebut hanya satu, padahal itu faktanya. Akhirnya pelukis tersebut dihukum. Pelukis pertama ini melukis secara objektif.

Pelukis kedua diundang, dan ia kini menggambar wajah raja secara subjektif. Sekarang dia menggambar raja dengan bermata dua, walaupun itu bukan kenyataannya. Dia juga dihukum, karena raja mengira dia berani meledeknya dengan melukis hal seperti itu. Pelukis kedua ini pun juga dihukum mati.

Pelukis ketiga memutar otak, mencoba berpikir cerdas. Akhirnya, sebelum dia melukis, dia berbasa-basi terlebih dahulu. Dia bertanya tentang keseharian sang raja, dan dari itu dia mengetahui bahwa raja pergi berburu setiap minggu. Dia pergi ke pasar dan membeli senapan tipe baru yang paling mahal, kemudian menyerahkannya pada raja untuk mencobanya. Disaat mencoba senapan tersebut itulah, pelukis ketiga melukis raja. Jika menggunakan senapan, kita hanya memerlukan satu mata. Sehingga pelukis ketiga dapat melukis raja tanpa mengubah apapun dari tubuhnya.

6) Jangan menggunakan kata ‘terlalu banyak’ tentang dalam mempelajari sesuatu.
Misalnya, lulusan pertanian, tetapi tidak bisa bertani. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang bertani, bukan belajar cara bertani. Lulusan peternakan, tapi tidak bisa beternak. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang peternakan, bukan belajar cara beternak. Lulusan agama, tapi tidak bisa menjadi seorang agamawan yang baik. Karena mereka sewaktu kuliah belajar tentang agama, bukan belajar cara menjadi seorang agamawan yang baik. Seharusnya, sewaktu kuliah dapat dibagi porsi agar nantinya tidak sia-sia porsi yang telah dipelajari dalam pembelajaran kuliah tersebut.

Tips menulis no. 2

1) Cara menyampaikan persoalan politik dan yang banyak resiko
Berniat untuk menyenangkan orang, tapi malah menjengkelkan orang dan membahayakan diri sendiri. Dengan begitu, kita harus pandai memilih. Pandai memilih topik yang akan kita tulis dengan gaya bahasa yang tidak terlalu menyinggung orang yang ingin kita sampaikan persoalan tersebut.

2) Cara memilih ide dari sekian banyak ide
Untuk ini, kita harus menggunakan kemampuan kita. Jika membutuhkan informasi, tinggal carilah atau telepon narasumbernya.

3) Jika menulis sebuah tulisan investigasi, buatlah sebuah tulisan yang hidup
Mungkin misalnya sebuah artikel investigasi tentang sebuah penjambretan atau penangkapan tersangka, sebenarnya wartawan yang menulisnya tidak melihat langsung kejadiannya. Tetapi hasil artikelnya selalu nyata dan enak dibaca.

Cara membuat tulisan investigasi tersebut adalah dengan mendapatkan kenyataan dasar dan potongan cerita lainnya dari polisi dan para saksi, lalu menggabungkannya dan mencampurkannya dengan imajinasi serta khayalan penulis. Dan menambahkannya bunga-bunga kata yang membuat tulisan menjadi menarik. Pembaca menyukai jenis tulisan seperti itu.

4) Satu kalimat tidak boleh lebih dari dua belas kata
Ketika menulis dengan campuran kata yang jarang dimengerti oleh orang, harus diberi jawaban untuk mempermudah pembaca membacanya. Misalnya, bila menambahkan sebuah kata Sunda di dalam cerita, harus disertakan juga arti dan penjelasan dari kata Sunda tersebut.

5) Ambillah ide yang kita sendiri paham sekali dengan ide tersebut
Misalnya ingin membuat sebuah artikel dengan ide kesehatan, tetapi kita tidak mengerti tentang kesehatan, lebih baik jangan dilakukan.

6) Hadirlah di banyak acara massal, resepsi nikah, kematian, reuni, dan sebagainya
Juga banyak-banyaklah tafakur dan membaca.

7) Buatlah artikel yang penuh kontroversi
Berusahalah untuk menemukan hal yang kontroversial karena media selalu mencari hal-hal seperti itu. Dan juga bisa mencari ide dari tulisan orang yang orang lain tidak banyak mengamati tulisan tersebut, tetapi bisa mengolahnya menjadi sebuah ide yang bagus.

Buatlah hal yang tidak pernah dibuat orang lain, atau seperti tadi, yakni ide orang lain yang sudah berhasil membuat karya.

8) Cari referensi sebelum menulis
Bisa membaca dulu, atau pergi kemanapun tempatnya untuk mendapatkan ide yang bagus. Setiap bertemu apapun selalu ditulis, sehingga menulis artikel bisa menjadi lancar dan mengalir dengan enak.

9) Membaca dulu, menulis kemudian
Tidak perlu memikirkan teori menulis. Terus biasakanlah menulis catatan harian. Ketika menulis mengalami kebuntuan di tengah jalan, tinggalkan saja. Jangan dibaca lagi dari awal karena akan mengubah segalanya. Jangan dulu memikirkan style tulisan. Tiru saja gaya tulisan penulis yang Anda idolakan.

 

Tips menulis no. 3

Kesulitan penulis menyusun kata dalam kalimat yang bermakna adalah:

a) minim perbendaharaan kata/diksi
b) kurang lincah memainkan kalimat
c) kehabisan gagasan untuk dikembangkan

Misal, ketika menemukan kata yang berserakan seperti ini:

“Mencerap, menjemput, membumi, refleksi, paradigma, ejawentah, konteks.”

Solusinya adalah mencari frasa penghubung antarkalimat, ketika mengalami kebuntuan struktur bahasa, seperti:

“Agaknya, akan tetapi, akhirnya, akibatnya, artinya, biarpun begitu, di samping itu, jadi, jika demikian, kalau begitu, kalau tidak salah, kemudian, lagipula, pada dasarnya, sebaiknya, sebenarnya, sementara itu, sesungguhnya, untuk itu dll.

 

Tips menulis no. 4

Opini/artikel

Definisi:
Karya jurnalistik yang sangat subyektif. Berisi pendapat atau pandangan setuju, tidak setuju, atau netral tentang suatu peristiwa, keadaan ataupun kebijakan.

Jenis artikel:
Deskriptif (menjawab apa)
Eksplanatif (menjawab mengapa)
Prediktif (menjawab what next)
Preskriptif (bagaimana seharusnya)

 


 

Tulisan ini kubuat agak bercampuran, tetapi semua tips dan poin penting sekiranya sudah kucatat semua disini. Sisanya, tergantung bisakah kalian memisahkan dan mengaplikasikan mereka menjadi potongan tips yang berguna untuk kegiatan kepenulisan sehari-hari kalian. Terima kasih sudah membaca!

*beliau adalah Prof. Imam Suprayogo, mantan rektor UIN Malang.

1 thought on “Sekumpulan Teori Tentang Kepenulisan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s