Indonesia Main Sains

Seminggu yang lalu, Kelompok Pemberi mengadakan sebuah acara besar yang tidak hanya dihadiri oleh anak homeschooling saja, melainkan umum. Acara bertema sains dan bernamakan Indonesia Main Sains (IMS) ini berkolaborasi dengan Rumah Sains Ilma.

Berhubung keluargaku termasuk panitia, kami sudah bersiap dari jauh-jauh hari. Sehari sebelumnya, kami ikut datang ke lokasi bersama keluarga panitia Pemberi lainnya untuk menyiapkan segala-galanya, termasuk tenda untuk tempat pendaftaran dan meja-meja sponsor.

Acaranya bertempat di sebuah sekolah Islam yang setiap weekendnya selalu kosong. Aku baru mengetahui hal ini saat sudah sampai di lokasinya.

Gladi resik sebenarnya dimulai sehabis Jum’atan, namun karena beberapa halangan, keluargaku baru bisa sampai menjelang sore.

Sudah cukup banyak keluarga panitia yang datang, namun gladi resik tidak bisa langsung dimulai karena masih menunggu Pak Sandi yang membawa barang-barang besar untuk rakitan tenda dengan pick up.

Jadinya, sebagian besar waktu sesampainya di lokasi digunakan untuk bermain terlebih dahulu selagi menunggu beliau.

Bisa ditebak sih, kenapa Pak Sandi datang terlambat kemudian. Sore itu hujan deras, dan saat beliau datang menjelang malam, masalahnya memang karena hujan.

Aku yang belum pernah melihat orang membangun tenda dengan batang-batang besi besar sangat penasaran, memperhatikan orang-orang dewasa mengeluarkan batang-batang besi dan bahan rakitan tenda dari dalam pick up yang disewa.

Aku juga membantu sebisaku, mengikat tali tenda dan menyapu lantai yang akan digunakan untuk acara besok di ballroom atas. Juga ikut membantu menempelkan lakban hitam ke lantai sebagai pembatas acaranya nanti.

Namun, yang meriah adalah keesokan harinya, pada hari Sabtu. Aku tak menyangka acaranya bisa seramai itu, ratusan orang yang datang. Dan cara mendaftarnya juga canggih, bukan mendaftar diwaktu pertama datang.

Namun, harus sudah mendaftar dari minggu-minggu lalu, dalam website yang dibuatkan oleh Pak Slamet.

Dan tak hanya itu, nanti dalam tiket pendaftarannya dalam handphone yang berbentuk seperti tiket kereta, ada kode QR yang bisa dihubungkan dengan panitia untuk memastikan apakah benar-benar sudah mendaftar atau belum. Aku tidak begitu paham sih, karena yang diajarkan cara mendaftarnya ini hanya kakakku karena dia bertugas menjaga meja pendaftaran.

Sama seperti saat gladi resiknya, kami datang juga agak terlambat. Seharusnya datang lebih awal, namun kami baru sampai saat matahari sudah cukup terang. Dan dalam keadaan belum sarapan.

Untunglah acaranya belum dimulai, jadinya kami bisa pergi ke kantin sebentar. Sayangnya, setahuku di kantin tidak ada makanan berkabohidrat lainnya selain mi instan siap saji, jadinya kami sarapan dengan itu.

Menakjubkan bukan, pagi-pagi sudah melahap makanan tidak sehat. Mana paginya kami belum sempat minum perasan jeruk lemon, lagi.

Dan tidak ada yang memberitahuku kalau ada nasi bungkus yang disediakan untuk panitia di lantai atas. Akhirnya aku berakhir menghabiskan dua kaleng mi instan siap saji. 너무 너무 menyedihkan. Namun kupikir aku nggak bakalan menyukai nasi bungkusnya, sebab lauknya pecel. Dan biasanya pecel itu teh pedas, dan aku agak selective makan pedas.

Selesai makan, acara ternyata sudah dimulai. Sponsor yang berjualan baju dan bahkan mempromosikan salah satu tempat belajar paling terkenal di Indonesia sudah menata barang mereka di atas meja khusus sponsor.

Aku tidak mempunyai pekerjaan yang harus kulakukan khusus disana, selain mengamati acara untuk dibuat liputan sesudahnya dan mengawasi jalannya acara.

Sebetulnya aku bukan tipe orang yang bisa duduk atau berdiri dengan kalem melihat-lihat, tapi mau bagaimana lagi. Aku berputar-putar dan berkeliling-keliling terus menerus sampai melupakan berapa kali aku telah memutari lokasi gedung.

Untuk acara utama yang diselenggarakan di atas, aku tak banyak mengamati. Ada dua alasan: terlalu ramai dan suara mic fasilitatornya tidak begitu jelas didengar. Aku nggak begitu suka keramaian dan keributan. Ketenangan adalah favoritku, jadi terkadang aku naik ke lantai teratas dan mengamati pemandangan di luar jendela.

Karena tulisan ini baru kubuat hari ini, bukannya langsung sepulangnya aku dari acara, aku tidak begitu mengingat detail acara. Yang jelas, acara ini berlangsung lancar dan aku ambruk kelelahan setelah dua hari turut membantu mengurus jalannya acara. (well, not literally two days but yea)

Oh ya, di lorong masuk, terdapat meja-meja dengan peralatan sains yang sudah disiapkan oleh Indonesia Main Sains. Unik-unik, banyak sekali yang belum pernah kulihat sebelumnya. Favoritku adalah sebuah pistol berpanah yang kubuat bermain menembak dengan Azka dan Mira.

Saat acara menjelang selesai, aku, kakakku dan Farrel membeli es krim di kantin. Farrel yang sejatinya juga peserta acara, ngeloyor keluar saat pertengahan acara dan terus menerus bersama kakakku. Aku geleng-geleng kepala melihatnya, bahkan Raka masih bertahan di tempat acara.

Aku berbagi es krimku dengan Hanif, adik Raka yang masih balita. Dia tampak sumringah sekali saat aku menyuapkan es krim batanganku kepadanya, jadinya aku terus menyuapinya es krim sampai habis. Pipinya belepotan lelehan es krim, begitupula dengan tanganku. Karena tidak ada tisu, aku menggunakan sebuah kertas bekas terdekat untuk mengelapnya.

Menjelang akhir acara, aku diberi tugas untuk menjaga stan sertifikat. Tidak banyak yang kulakukan, hanya membagikan sertifikat pada peserta yang datang mengambil dan mencatatnya di kertas.

Sungguh, aku nggak pernah mengira akan sebanyak ini peserta yang datang. Walaupun waktu gladi resik, umi sudah berkata bahwa peserta yang datang mungkin sekitar dua ratus lima puluh orang. Namun tetap saja aku kaget.

Sudah ya, aku lapar.さよなら. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s