opinion #2 mengenai facebook, instagram dan twitter

mostly sih twitter…

Kembali lagi! Dan sekarang aku juga akan kembali beropini tentang pendapatku mengenai dua aplikasi hits yang sudah kurangkum sebagian pendapatku mengenai mereka di postingan sebelumnya. Sekarang mungkin aku akan lebih fokus pada pertarungan rakyat instagram dan twitter, karena sekarang aku sudah tidak banyak mengetahui soal facebook.

Sebagian besar rakyat twitter menganggap bahwa masyarakat instagram itu rata-rata alay. Jangan sekali-kali kalian pamer mengenai hal yang biasanya dipamerkan di instagram di twitter, karena hujatan netizen akan menunggumu.

Baru semalam, aku lihat ada sebuah foto yang dikirimkan oleh anonim di salah satu autobase tentang liburan yang didanai oleh abangnya. Kalau gaya tulisannya nggak terlalu dibuat-buat, mungkin dia nggak akan dihujat…. masalahnya tulisan yang disertakan dengan foto liburan bersama abangnya itu terkesan membanggakan diri.

Mayoritas pada comment begini, “Baru pindah dari Instagram ya?”

“Anak Instagram ya?”

“Bentar dulu, ini Twitter apa Instagram ya?”

Ada juga seseorang yang kirim foto di autobase sebuah fotonya dengan pacarnya, dan rata-rata komentar yang dituliskan netizen juga sama seperti yang diatas. Pamali hukumnya kirim foto seperti itu di autobase. Auto-dihujat juga kamunya.

Aku amati di explore instagram, ada banyak akun instagram yang posting bermacam hal yang berasal dari twitter. Dari thread, meme, sampai video, sumbernya banyak berasal dari twitter. Ada sebuah akun receh di line dan instagram yang terkenal sering sekali menduplikasi hal-hal dari twitter. Dan sebenarnya aku juga sering melihat akun meme lainnya yang juga menduplikasi hal-hal dari twitter di instagram.

Walaupun begitu, bukan berarti rakyat twitter adalah yang paling benar dan yang terbaik. Selain pendapatku mengenai pandangan masyarakat twitter tentang lgbt kemarin, ada juga yang membuatku sedikit tidak senang: hal-hal tidak senonohnya.

Mereka banyak sekali menyebar disini, dude… Dan seringkali sulit untuk dihindari. Ada akun khusus video porno yang kublokir di twitter, yang entah kenapa sampai sekarang tidak disuspend oleh pihak twitternya, padahal jelas-jelas sudah melanggar peraturan tata tertib twitter yang tersedia.

Selain itu, disini juga ada perkumpulan orang-orang yang rada ra nggenah. Mungkin aku tidak perlu menjelaskan seperti apa orang-orang yang ra nggenah ini… Intinya, saranku, pilihlah kawan yang baik disini. Karena kalau salah pilih, bisa berbahaya. Seperti kata peribahasa, karena kotoran setitik, rusak susu sebelanga.

Karena kalau iman sama mentalnya nggak kuat, kamu juga nggak akan kuat hidup di twitter. Selain hal tidak senonohnya yang banyak menyebar, masyarakat twitter itu keras sekali. Sekali dihujat sama mereka bakal terpikir terus, dan untuk yang mentalnya nggak kuat, lebih baik berhati-hati saja dalam exploring twitter.

Tapi ada yang sangat kusuka dari twitter: masyarakatnya sangat-membenci-body-shaming dan candaan yang berkaitan dengan kekurangan seseorang. Misalnya mengejek orang gendut, gembrot, kurus kering seperti tulang, adalah hal yang haram di twitter. Menghina atau membuat kekurangan orang lain sebagai candaan seperti penyakit, mental illness, tunggu saja dihujat orang sekebon.

Body-shaming, yang seringkali kulihat berselancar di lingkungan masyarakat instagram, benar-benar dilarang keras di twitter.

Kemarin, ada curhatan anonim di sebuah autobase khusus wanita. Ia curhat tentang bagaimana tingginya hanya 153 cm dan beratnya yang 55 kg, menanyakan bagaimana cara mengatasi kekurangan tubuhnya tersebut.

Ada seorang wanita yang mereply tweet curhatan sang anonim, mengatakan bahwa wanita yang berukuran tubuh dan berbobot seperti itu adalah gembrot. Apa yang terjadi? Dia langsung diserang oleh warga twitter sampai ia harus menonaktifkan akunnya.

Twitter itu kocak. Ada yang tweet seperti ini,

“Sejak join Twitter, aku jadi lebih banyak tertawa.”

Dan memang benar! Semua candaan yang kusebut high-class ada disini. Candaan yang hanya dimengerti oleh masyarakat twitter saja, dan seringkali tidak dipahami oleh orang-orang yang tidak memainkan twitter. Jangan gunakan candaan twitter di luar zona nyaman. Bisa gagal paham yang dicandain.

Dan nggak ada ada top komentar yang nggak nyambung sama postingan. Nggak ada orang yang suka bikin war tiap di postingan. Nggak ada yang nawarin obat pelangsing sama peninggi badan di kolom komentar. Nggak ada postingan yang isinya “Like jika kamu punya hati.”

Kata-kata umpatan di twitter juga lucu, malah bisa dibilang bukan kata umpatan. Seperti bambang, suripto, alfonso, yatno, malen; mereka adalah nama-nama yang biasa digunakan masyarakat twitter sebagai kata umpatan. Seperti misalnya:

“YA JANGAN GITU DONG BAMBANG!!!

Sekocak-kocaknya twitter, setidaknya sebagian besar dari warganya masih punya akal sehat untuk menegur satu sama lain dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bagiku, netizen di Instagram terbilang terlalu toxic dan mudah sekali mengeluarkan ejekan yang secara langsung atau secara tidak langsung bisa melukai seseorang.

Nggak hanya sekali dua kali saat aku melihat kolom komentar foto di instagram yang menjudge penampilan seseorang.

Komentar-komentar mereka membuatku so freaking sad. Apakah orang Indonesia masih begini? Menilai seseorang dari penampilannya? Mudah sekali mengeluarkan ucapan-ucapan kasar? Terlepas dari operasi plastik atau tidak, aku berpendapat kita harus memperlakukan sesama manusia dengan sama. Yang berkebutuhan khusus, yang mengoperasi plastik wajahnya, yang cacat. Ingat, kita semua sama-sama manusia.

Menurutku, bila terdapat seseorang yang tidak memiliki rasa humanity, berarti secara tidak langsung ia adalah hewan.

Kehewanan, dong?

Selain kekocakan, twitter juga juara banget dalam urusan keroyalan. Serius, warga twitter ini bener-bener royal dan dermawan dalam berbagi. Dua bulan ini, giveaway banyak banget membanjir di twitter. Dari giveaway pulsa lima ribuan sampai giveaway barang branded sampai kaus kaki supreme dan jam tangan Daniel Wellington asli, semua ada.

Mana syaratnya juga nggak muluk-muluk amat. Mayoritas tinggal retweet tweet tersebut, nanti sang penyelenggara giveaway akan mengundi dengan menggunakan tweetdraw. Atau ditambah syarat sepele seperti saling follow agar bisa sekalian menambah mutuals dan bagi online-shop yang baru membuka toko, mereka menggunakan giveaway untuk menambahkan followers dalam akun online-shop mereka.

Twitter is beyond amazing. Aku main twitter sudah lama banget, sejak tahun 2013, tapi baru kali ini aku merasakan kenyamanan yang amat sangat dalam bermain twitter.

Post berikutnya mungkin sudah tidak lagi mengenai opiniku tentang twitter, instagram, facebook dan lain-lain! Namun pastinya sama menariknya dengan opiniku yang lainnya. Tunggu saja. 😉

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s