People and Insecurity.

Zaman belakangan, sudah banyak dikenal orang apa yang namanya itu insecurity. Apa maksud dari kata tersebut? Insecurity adalah sesosok bayangan hitam yang menghantui setiap orang. Insecurity dikarenakan seorang terlalu tidak percaya diri dengan dirinya sendiri dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Hal yang wajar untuk dialami manusia, karena manusia kurang bisa menyadari kelebihannya sendiri dibandingkan orang lain. Uncertainty or anxiety about oneself; lack of confidence.

Aku menyadari media sosial banyak mengakibatkan adanya insecurity terhadap orang-orang, terutama pada remaja dan anak belia yang masih dalam umur edukasi. Terutama Instagram.

Tidakkah kalian menyadari, betapa besar Instagram mempengaruhi seseorang bersikap dalam media sosial? Aku juga mengalaminya.

Setiap posting foto harus yang terlihat rapi, cantik, dan feeds-able. Seminggu kemudian lihat ulang, kayaknya nggak menarik dan nggak sepadan dibanding foto lainnya? Hapus.

Orang mengunggah foto yang menarik, foto mereka sedang makan di cafe mahal, pergi liburan ke tempat yang jauh, mengunggah foto diri sendiri yang dipilih dari kesekian foto yang telah diambil menggunakan ponsel atau kamera. Sampai saat ini, aku jarang sekali lihat orang yang unggah foto sedang makan di warung pelosok atau foto mereka sedang duduk di bengkel dan semacamnya. Apa mainku kurang jauh?

Semua artis dari berbagai belahan dunia mengunggah foto mereka yang terlihat bahagia, penuh pesona di media sosial. Siapa yang tahu kalau dibalik foto mereka sedang menyunggingkan senyum ceria tersebut, mereka sedang menghadapi masalah di dunia nyata? Menghadapi insecurity yang terus menyerang atau berusaha menyembuhkan diri mereka dari anxiety disorder yang berlebihan.

Nggak sekali dua kali aku mengalami insecurity terhadap diriku sendiri, yang terkadang membuatku gugup atas bagaimana orang melihatku, dan bagaimana aku terlihat di mata mereka. Apakah aku terlihat menarik atau malah terlihat disgusting?

Seperti yang kita tahu, public figure atau seorang individu, selebriti yang dikenal khalayak luas tentu saja adalah seorang panutan bagi banyak orang. Hal yang dilakukannya akan menjadi contoh bagi anak-anak yang mengidolakannya, para followersnya. Namun diantara mereka, ada juga satu yang menghantui selebriti sekarang: komentar haters.

Karena itu, yang mereka gambarkan di media sosial harus mereka yang sempurna. Mereka yang inspiratif dan menginspirasi. Terkadang hal itu malah membuat terkekang para public figure, karena biarpun sesempurna apa yang mereka unggah di media sosial, haters tetap datang mencela hal sekecil apapun yang mereka lakukan.

Kadang aku suka heran. Apa sih yang ada di pikiran para manusia yang gemar sekali komentar buruk di akun media sosial seseorang? Pembawa energi buruk saja, kata abiku.

Kalian tahu Alessia Cara? Seorang penyanyi remaja yang inspiratif, semua lagu yang dinyanyikannya bermakna dan menginspirasi, memberi pesan menguatkan dalam lagu-lagunya. Suaranya? Sama semenakjubkan itu. Pertama aku mengidolakannya karena dia adalah satu diantara banyak selebriti, yang mengenakan kaus dan jeans saat panggung di salah satu acara award internasional. Dia sebaik dan sehumble itu, dan masih saja ada yang membencinya tanpa alasan.

Beberapa saat yang lalu hashtag #RIPAlessiaCara di Twitter membuat bingung banyak orang. Apakah dia benar-benar sudah meninggal? Sama sekali tidak, itu adalah omong kosong yang disebarluaskan oleh para hatersnya yang sekurang kerjaan itu sampai bisa membenci orang seperti dirinya.

What the hell is the world we’re living right now?¬†

Allah sudah beri kesempatan buat hidup dan bernapas, masih juga disia-siakan dengan menyebarkan energi negatif menghina orang lain. Aku juga pernah membenci orang. Hal itu coba kutahan sendiri, tidak kuumbar, dan kucoba untuk menghilangkan perasaan benci yang tidak baik untuk diri sendiri itu perlahan.

Kalau saja kalian tahu, dengan memperlakukan siapapun di dunia ini dengan memberinya kebencian seperti itu, orang yang dimaksud bisa terkena mental disorder. Sebuah penyakit mental atas insecurity dan anxiety yang berlebihan. Tidak jarang mental disorder membuat seseorang mengakhiri nyawanya sendiri. Tentu saja kalian pasti mendengar berbagai berita tentang selebriti yang meninggal karena alasan tersebut, bukan?

Spread love, no hate.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s