bagaimana cara bahagia?

Bahagia…

Bahagia sebenarnya apa sih?

Kata Google, kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya.

Buatku, bahagia itu prinsip. A choice. A state of being happy. 

Katanya, bahagia bisa didapatkan dengan uang. Katanya juga, bahagia nggak bisa didapatkan sembarangan juga dengan sekadar uang.

Banyak film yang kutonton, atau buku yang kubaca, menggambarkan tentang kisah hidup seorang miskin yang walaupun kekurangan, hidupnya bahagia. Lain lagi, ada yang menggambarkan tentang struggling seorang kaya yang tidak merasa bahagia diantara timbunan uangnya yang menumpuk, sampai ternyata ceritanya berakhir sedih dengan ia mengakhiri hidupnya sendiri. Dan ada juga yang berkisah sebaliknya. Sadly, tidak sedikit orang-orang yang seperti ini di dunia nyata.

Apa artinya? Miskin atau tidak, tidak semua orang bisa merasa bahagia.

Uang juga tidak menjamin manusia bisa bahagia. Setelah sedikit pencarian, aku menemukan website ini, dan memilih sebagian ceritanya untuk dirangkum sedikit kisah hidupnya disini.

Casey Johnson adalah yang pertama. Siapa yang tidak tahu merk brand ternama Johnson & Johnson? Casey ini adalah cucu pertama dari Woody Johnson, pendiri Johnson & Johnson, sekaligus pewaris perusahaan tersebut.

Cerita yang menyedihkannya, disaat anak-anak berumur sepuluh tahun seumurannya asyik berbicara mengenai Barbie, kartun dan semacamnya, dia sudah mengoleksi tas branded dan bergelimang kemewahan. Seingatku, bahkan Bill Gates yang notabene merupakan salah satu orang terkaya di seluruh dunia saja membatasi penggunaan ponsel pintar putra-putrinya.

Biarpun ia bisa dibilang telah dilimpahi oleh segalanya dalam hidupnya, rupanya Casey juga masih mengonsumsi kokain dan alkohol berlebihan. Delapan tahun yang lalu, ia ditemukan tidak bernyawa di apartemennya dengan diagnosis penyebab kematian komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya sejak umur delapan tahun.

Namun saat aku membaca kisah hidupnya, aku hanya bisa meringis miris. Karena disana disebutkan bahwa all she wanted is just her dad’s approval dan juga perhatian dari ayahnya. Namun Woody bukan tipe ayah yang penyayang, dia tidak mengerti bagaimana cara mengatur Casey yang mungkin baginya terlalu bermasalah tersebut dan memutus kontak dengannya pada tahun 2006.

Kedua, Leigh Horowitz. Putri dari Joel Horowitz, ex-CEO sekaligus co-founder Tommy Hilfiger Fashion, sebuah perusahaan sekaligus brand ternama fashion yang banyak kukenal dengan tas dan sepatunya. Gadis ini ternyata memiliki kehidupan yang lebih bermasalah dari Casey; ia sudah menghisap ganja sejak berumur delapan tahun. Walaupun kehidupannya juga sudah penuh bergelimang harta, bersekolah di sekolah elite dan banyak pergi liburan mewah. Disamping itu, Leigh juga berparas cantik dan berotak cerdas.

Namun kesibukan ayahnya membuat apa yang dilakukan Leigh tidak terkontrol, ganja dan narkoba, kokain sudah menjadi teman baiknya sejak umur delapan. Selain itu, ia juga suka mabuk-mabukan dan membuat masalah di sekolahnya.

Akhirnya ia dikirim ke tempat rehabilitasi untuk anak-anak bermasalah di sebuah pendakian di padang gurun. Saat itu, ayahnya baru mengetahui bahwa Leigh ternyata pernah dilecehkan saat ia masih dibawah umur oleh seorang anak remaja dan saat ia duduk di bangku SMA oleh anak lelaki yang menyukainya. Orangtua Leigh tidak tahu; gadis malang itu tidak berani memberitahukan mereka.

Terapi itu menghabiskan biaya ratusan ribu dolar, tetapi untungnya, semua dolar itu berguna setiap satu sennya. Setelah mengikuti banyak kursus dan workshop terapi, Leigh berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar berbeda. Sekarang dia sudah lulus kuliah, dan kemungkinan bekerja sebagai ahli seni.

Dia tidak pernah menyalahkan orangtuanya atas kelalaian mereka dalam menjaga dirinya, melainkan berterima kasih pada orangtuanya telah mengirimkannya ke tempat rehabilitasi dan sudah bekerja demi mereka.

“You have to be open and honest with your kids early enough to where they want to talk to you about things.” Parents must “be willing to put a lot of effort” into a therapeutic program, “and not just think you’re going to put a lot of money in,” Leigh says.

“Orangtua, harus menjadi terbuka dan jujur dengan anak-anaknya cukup cepat dimana sudah tiba saat mereka ingin berbicara denganmu tentang banyak hal.” katanya. “Orangtua harus mau untuk menumpahkan banyak kerja keras pada program terapi anaknya, dan bukan hanya berpikir kamu hanya akan memberikan uang saja pada program tersebut.”

Dan masih banyak lagi, sebenarnya, orang kaya berlimpah harta yang memiliki masalah dalam hidupnya, sampai pada extent mereka mengambil nyawa mereka sendiri. Contohnya? Telusuri saja, tidak sedikit artis Western dan berbagai negara lainnya yang bunuh diri. Alhamdulilah, sampai sekarang aku belum menemukan record ada artis asal Indonesia yang benar-benar ditemukan bunuh diri.

Apakah itu berarti kebanyakan masyarakat negara kita bahagia? Bisa jadi, tapi belum tentu.

Untuk kalian yang membaca, semoga malam ini tidur lelap dan bisa melupakan semua energi, perasaan negatif yang kalian rasakan hari ini. Besok pagi, bangunlah dengan suasana hati yang lebih hidup dan bahagia. Ciao, have a good night!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s