malam

Terkadang, aku suka berpikir gila kalau malam. Bahasa ilmiahnya, deep-thinking. Berpikir dalam, dari yang masuk akal sampai topik yang hanya sekadar omong kosong. Menurutku, saat malam, biasanya otak kita memang bekerja lebih giat dari biasanya, memompa pemikiran dalam celah otak untuk muncul lebih terbuka. Malam ini, aku lebih banyak berpikir tentang banyak topik aneh yang mendadak muncul di kepalaku sehabis menonton sebuah film drama Chinese tentang persahabatan lebih dari dua puluh tahun yang lalu.

Seperti,

Apakah kecoa, selain menjadi binatang yang notabene banyak dibenci manusia karena dianggap kotor memiliki alasan lain untuk hidup di bumi? Apakah sebenarnya dibalik gunung-gunung tinggi nun jauh disana masih ada alam yang belum jua terkuak pada masyarakat luas, dan kehidupan zaman Purba sebenarnya masih ada jejaknya? Apakah didalam tanah, dibawah ranjang tempatku berbaring sekarang, dibalik keramik lantai tersebut, tenggelam harta karun dari Masa Majapahit yang bersejarah? Atau mungkin seorang pahlawan terkubur di dalamnya? Atau mungkin masih ada binatang dari zaman Es yang hidup di balik bebatuan jauh di bawah tanah, sedang menggali mencari cara agar bisa kembali ke permukaan tanah?

Gila… kurasa aku harus kembali menyelesaikan drama itu sebelum pergi tidur. Sebelum pemikiran-pemikiran konyol ini mulai menghantui kepalaku dan membuatku berpikir lagi apakah kayu pohon yang digunakan untuk pintu kamarku sebenarnya diambil dari perkebunan yang sama dengan perkebunan yang menghasilkan kayu pintu orang penting: contohnya presiden.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s