penipuan

Awalnya aku sama sekali nggak niat buat menulis artikel baru, berhubung aku sedang dalam proses menyelesaikan tugas membuat daily menu buat keluargaku yang juga akan kupost di blogku nantinya, tapi baru saja ada kasus penipuan di Twitter yang membuat ubun-ubunku mendidih.

See? Betapa bisa seseorang bisa sangat tega untuk menipu orang dengan embel-embel giveaway seperti itu? Dan ini bukan yang pertama. Masih ada banyak lagi kasus penipuan berembel giveaway, dan itu tidak hanya terjadi di Twitter.

Jelas kalian pasti pernah dapat SMS atau telepon memenangkan lomba yang bahkan kita tidak tahu pernah mengikutinya, dan biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan besar seperti Telkomsel, Gojek atau Grab?

Penipu sekarang sudah jauh lebih pandai dan heartless. Coba search saja di kolom pencarian Twitter, dengan kata kunci: thread penipuan. Entah berapa jumlah thread yang muncul saat dicari kata kunci tersebut. Sudah tak terhitung lagi, mungkin. Belum lagi kalau ditambah dengan yang ditemukan di Google dan Instagram.

Terkadang aku suka bingung. Apakah orang yang biasa melakukan penipuan itu nyenyak tidurnya? Apa mereka nggak punya rasa malu sudah mengutil uang orang, merampas rezeki orang lain?

Ini ada thread lain yang tak kalah serunya, tentang drama berbelit seorang anak SMA yang menipu banyak orang dengan apa-yang-disebutnya-usaha-miliknya.

Kabarnya, anak ini sudah sering menipu dan sekolahnya bahkan sudah tahu. Teman-temannya juga sudah tahu bahwa dia belum refund banyak ke sebagian besar orang yang ditipunya. Tapi kayanya, urat malunya sudah putus sampai masih bisa mengangkat dagu di depan teman-temannya sendiri.

Tahu apa yang dilakukannya dengan hasil uang yang dicurinya? Dibuat sosialita. Nyalon. Traktir teman. Bayarin gojek teman. Nonton bioskop. Demi bisa terlihat keren dan seperti anak gaul, dia berani berlaku seperti ini.

I wonder how her parents currently feeling right now… Apa mereka marah, sedih dengan kelakuan anaknya? Atau malah cenderung biasa saja dan tidak menanggapi kabar tersebut?

Aku heran kenapa sih orang bisa nipu… Aku hutang ke umi buat bayar shopee di harbolnas kemarin dan November lalu saja masih kepikiran belum kebayar sampai sekarang. 😦

Gilanya lagi, penipu zaman sekarang biasanya suka membuat-buat kabar palsu tentang orang terdekatnya, terutama orangtuanya. Hwangable, salah satu penipu yang paling terkenal di Twitter beberapa bulan yang lalu, sempat menipu banyak orang dari pelajar sampai orang dewasa hingga beratus juta, sempat mengatakan pada para customernya yang tertipu bahwa ibunya baru saja meninggal. Semua orang mendoakan, turut bersedih akan hilangnya ibunya. Tetapi saat ada korban yang sengaja pergi menengok (re: melabrak) hwangable di rumahnya? Ibunya masih hidup, men… Sehat walafiat dan sama sekali tidak percaya bahwa anaknya melakukan penipuan sebanyak itu.

Aku membaca threadnya sebal sendiri, buset… Bisa ada ya orang seperti itu? Ngescam orang, diantaranya membawa-bawa kabar palsu tentang orangtua meninggal.

Ada kutemukan thread scamming lain yang membawa-bawa penyakit orangtua. Faktanya: obat tetes matanya sebenarnya berharga hanya tiga puluh ribu rupiah saja.

Literally me reading all of this scamming threads on Twitter: tired and burning of anger. Aku juga pernah masuk dalam drama penipuan dua ratus ribu rupiah, yang sampai sekarang aku juga masih belum tahu apakah aku benar-benar ditipu atau orang yang menipuku atau tidak itu memang benar-benar innocent. Aku tidak pernah mendapatkan uang itu kembali, tapi nggak apa-apalah. Kalau dia benar-benar menipu, semoga uangnya berkah, hitung-hitung aku sedekah. Kalau dia nggak menipu, sudahlah… aku udah ikhlas.

Untuk per butir manusia yang membaca artikelku hari ini: tolong, jangan pernah sekali-kali menipu orang. Kita nggak tahu orang yang menipu itu akan menggunakan uangnya untuk apa, mungkin untuk membeli obat untuk orangtuanya yang sakit, atau apakah dia pelajar yang mati-matian menabung selama beberapa bulan untuk mendapatkan barang yang ia inginkan.

Buat para penipu yang sampai sekarang masih berkeliaran dan masih belum juga kapok mengulang perbuatan mereka: Enak nggak, makan uang haram?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s