menikah… muda?

Sedang viral di dunia maya, seorang remaja perempuan berusia empat belas tahun, yang clearly seumuran denganku, dan seorang anak lelaki berusia sembilan tahun yang berusia tak jauh dari adikku sendiri, resmi menikah beberapa saat yang lalu. Mengaitkan live and soul satu sama lain sebagai satu, sepasang suami istri yang sah, di usia yang notabene tergolong teramat sangat muda dan dibawah umur.

Usia mereka jauh dari batas usia menikah dalam Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yakni perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Sepuluh tahun lagi hingga anak laki-laki itu legal untuk memenuhi batas wajar usia menikah pada undang-undang. Sedangkan secara UU Perlindungan anak, batas usia anak-anak adalah 18 tahun, jadi tak satupun dari undang-undang yang kini tengah diperdebatkan itu memenuhi syarat pernikahan mereka.

Yang membuatku geleng-geleng kepala, mereka menikah setelah pertama kali bertemu di waterboom sebuah pemandian. Mendadak cerita-cerita romantis tentang pertemuan berbagai pasangan di tempat yang romantis seperti pertemuan di Eiffel Tower atau Disneyland sudah tidak ada artinya dibandingkan dengan waterboom first met yang satu ini.

Adapun kejadian ini terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang ternyata tercatat sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki persentase tertinggi terjadinya kasus pernikahan anak dibawah umur.

Dari hasil penelitian tim penggerak PKK bersama Studi Gender Universitas Hasanuddin Makassar dan Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak, di Sulsel sudah terdapat 720 kasus pernikahan anak di bawah umur. Hal itu terhitung sejak bulan Januari 2018 hingga bulan September 2018. Nah loh?

Sebenarnya aku tidak begitu mempermasalahkan remaja yang menikah, asalkan mereka sudah baligh dan paling tidak sudah lulus sekolah menengah pertama. Masalahnya, apakah mereka secara mental sudah benar-benar dewasa? Apakah parenting education sudah dikuasai betul oleh mereka?

Menikah umur berapa pun asal cukup umur, cukup materi, cukup mental, dan nggak berpikiran untuk pacaran romantis sehabis menikah itu tuh nggak apa-apa. Sayangnya, bahkan pasangan suami istri yang sudah cukup umur zaman sekarang saja masih banyak yang kekurangan materi dan bermental belum layak untuk menikah.

No offense tapi aku tidak yakin orang-orang di lingkungan daerah mereka mempelajari soal sex dan parenting di saat usia anak-anaknya sebenarnya sudah harus mempelajarinya. Don’t get me wrong, aku sudah membaca buku-buku tentang parenting sejak umurku sepuluh tahun.

Bukan karena aku ngebet mau nikah muda, alasannya sih terlebih karena bukuku sudah habis kubaca semua di rumah dan aku nggak punya stock buku lain buat dibaca…

Lalu, bagaimana solusinya? Apakah memberikan buku tentang sex & educational pada anak sudah cukup untuk memberikan edukasi yang baik? Biarkan aku menuliskan ini: a big NO. Tanpa guide dari orangtua, hal yang seharusnya merupakan pembelajaran malah bisa jadi lubang hitam.

Aku sebenarnya dilarang untuk membaca salah satu buku mengenai parenting milik orangtuaku sebelumnya oleh umiku, yang mewanti-wantiku untuk baru boleh membacanya di usia tiga belas tahun. Tetapi dasar anak keras kepala, aku terus memaksa sampai akhirnya dibolehkan untuk membacanya di usia sebelas.

Kembali pada topik menikah di usia dini, sebetulnya apa boleh menikah di bawah umur?

Buatku, tidak. Menikah di usia dini hanya memperbesar persentase resiko pasangan tersebut untuk berpisah di saat yang dini juga.

Menikah bukan masalah yang bisa dipikirkan segampang memikirkan perayaan ulang tahun seseorang.

Sebagai tambahan. Dan benar-benar, I cringed at the first time I saw this pictures… Kalian nikah atau ulang tahun? 😔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s