mental illness

Mental illness, belakangan ini, sedang fatal sekali terjadi diantara masyarakat zaman sekarang. Tidak jarang aku melihat orang asing, atau bahkan temanku sendiri terkena penyakit yang berbahaya ini. Satu dari empat orang menderita gangguan mental (ringkasnya, sekitar 450 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit ini).

Mental illness tidak ditularkan melalui sentuhan atau semacamnya. Mental illness tidak ditularkan dari meminum air dari gelas yang sama atau memakan makanan dengan sendok yang sama. Mental illness tidak bisa ditularkan, mental illness disebabkan oleh pengaruh lingkungan atau circle sekitar.

…paling tidak, itu yang kupahami tentang mental illness. I am clearly not an expert in this case, so please feel free to critize on the comment section below if I made some mistakes here.

Dari pengamatanku selama ini, mental illness banyak disebabkan orang terdekat korban, terutama orangtua, keluarga dan teman. Sifat dan karakter orang berbeda-beda, ada yang sangat sensitif sampai bisa terluka karena sebuah bentakan saja dan ada yang sangat keras sampai dipukuli pun tidak mempan. Mental illness juga bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti banyak pesimis dan perfeksionis.

Terutama perfeksionis. Aku pernah memiliki sedikit sifat perfeksionis beberapa tahun yang lalu, yang membuatku stres sendiri karena selalu merasa tidak detail dan tidak lengkap dalam menyelesaikan suatu tugas, yang sepele sekalipun. Syukurlah, sifat itu sudah hilang sejak awal tahun ini. Kalau tidak, mungkin resikoku terkena mental illness juga bisa membesar.

Tapi dari yang kuamati, sifat orangtua sangat berpengaruh pada penyebab anak mereka terkena mental illness. Beberapa orang yang kukenal, sifat keras atau ketidakpedulian orang tua merekalah yang menyebabkan sebagian dari mereka menggoreskan pisau melukai bagian nadi mereka (self-injury) untuk melepaskan rasa depresi.

Keluarga elite yang kaya pun tidak semua bisa lepas dari masalah ini. Ada seorang kenalanku yang bisa dibilang sekaya itu sampai bisa beli barang branded impor puluhan hingga ratusan juta, dia juga memiliki gangguan mental illness yang membuatnya juga melakukan self-injury. Apa penyebabnya? Orangtua dan anxiety. Orangtuanya selalu bekerja dan jarang pulang, setiap pulang selalu bertengkar, jarang akur, dan kenalanku ini cenderung dipaksa untuk berusaha agar bisa melanjutkan bisnis keluarganya nantinya.

Orang yang terkena mental illness, tidak seharusnya dihina atau diberi perkataan, “Memang lo doang yang punya banyak masalah? Lihat sekitar, banyak orang yang masalahnya lebih menumpuk dari lo!”

Itu adalah kesalahan fatal untuk mengucapkannya pada seseorang yang mentalnya sedang sensitif, dalam kesalahan sulit. Bila sudah parah, orang tersebut bisa mengakhiri nyawanya sendiri.

Dukung, hiburlah dia jika kamu memiliki teman yang terkena mental illness. Ajak berlibur, menikmati berbagai hiburan untuk menyadarkannya bahwa dunia ini terlalu indah untuk segera ditinggal tanpa mengucapkan kata-kata menusuk kepadanya.

Mulutmu harimaumu, benar? Kita tidak pernah tahu, sebuah perkataan yang kita ucapkan di dunia nyata maupun di dunia nyata, apakah perkataan itu bisa menyelamatkan seseorang dari menghabisi nyawanya sendiri, atau malah menyinggungnya sampai membuatnya bunuh diri.

Seperti yang sudah kubilang di artikel sebelumnya, anxiety yang parah bisa menjurus pada penyakit mental yang serius. Awasi sekitar, apakah menurutmu di sekitarmu ada orang yang terlihat penyendiri, murung dan cenderung sering sekali terkena bully? Datangi dia, ajak ia bermain dan buat ia tersenyum. Percayalah, mungkin setiap kamu melakukannya, hari itu kamu baru saja menyelamatkan satu nyawa dari kemungkinan ia mengakhiri hidupnya.

Aku percaya, berbuat baik pasti ada ganjarannya. Seperti itu contohnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s